Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung- Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax menjadi keluhan sejumlah warga di Bandar Lampung.
Baca juga: Pertamax Naik Jadi Rp 16.650, Pengendara Motor di Lampung Tengah Beralih ke Pertalite
Meski demikian tidak terlihat orang yang berbondong-bondong ke SPBU membeli Pertalite sebagai bentuk alih penggunaan BBM.
Hal ini terpantau di SPBU 21.351.05 Jalan Hasanuddin Nomor 1, Pasar Kangkung, Kelurahan Teluk Betung, Kecamatan Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung, Kamis (11/6/2026).
Pembelian Pertalite di SPBU tersebut normal karena tidak terlihat antrean yang mengular.
Antrean justru terjadi pada kendaraan yang hendak mengisi BBM jenis Biosolar. Namun antrean tersebut tidak sampai membuat kemacetan lalu lintas ke arah Pasar Kangkung.
SPBU 21.351.05 sudah menerapkan layanan self-service atau pengisian bahan bakar mandiri.
Salah satu pembeli di SPBU tersebut mengeluh soal kenaikan harga Pertamax, Muhammad Fahri (17) warga Kelurahan Kupang Teba, Kecamatan Teluk Betung Utara, Bandar Lampung.
Fahri mengatakan kenaikan harga Pertamax cukup membebani pengeluaran hariannya. "Sangat keberatan, naiknya lumayan berat. Dari yang sebelumnya sekitar Rp12 ribu per liter, sekarang sampai Rp16 ribu per liter," ujar Fahri, Kamis (11/6/2026).
Menurutnya, biaya yang harus dikeluarkan untuk kebutuhan bahan bakar kendaraan kini semakin besar. Kondisi tersebut membuatnya harus lebih selektif dalam menggunakan sepeda motor.
Fahri mengaku memilih mengurangi aktivitas berkendara dan hanya menggunakan kendaraan untuk keperluan yang dianggap penting.
"Paling keluar untuk kepentingan saja, supaya pengeluaran untuk bensin tidak terlalu banyak saat harga lagi mahal," katanya.
Ia juga menilai konsumsi bahan bakar pada kendaraan yang digunakannya terasa lebih boros, sehingga pengeluaran untuk BBM menjadi lebih sering dibanding sebelumnya.
Untuk menghemat biaya, Fahri biasanya mengisi BBM dalam jumlah terbatas, yakni sekitar Rp30 ribu hingga Rp35 ribu setiap kali mengisi bahan bakar.
"Kalau sekali isi biasanya Rp30 ribu sampai Rp35 ribu," ungkapnya.
Terkait frekuensi pengisian BBM, Fahri mengatakan hal itu bergantung pada aktivitas sehari-hari.
Jika mobilitasnya meningkat, ia bisa kembali mengisi BBM setiap sekitar tiga hari sekali.
Kenaikan harga Pertamax belakangan ini menjadi perhatian masyarakat karena dinilai berdampak langsung terhadap pengeluaran transportasi harian. Terutama bagi pelajar dan pekerja yang mengandalkan kendaraan pribadi untuk beraktivitas.
( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )