TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN-Kabar membanggakan datang dari SMAN 1 Tarakan, Kalimantan Utara. Salah satu siswanya Khenjiro Gheisan Pratama, berhasil lolos mengikuti tahap verifikasi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional.
Keberhasilan Khenjiro Gheisan Pratamadisambut penuh rasa bangga keluarga besar SMAN 1 Tarakan. Pasalnya, capaian tersebut menjadi prestasi yang cukup langka dan menjadi sejarah tersendiri bagi SMAN 1 Tarakan dalam beberapa tahun terakhir. Meski masih di tahap verifikasi, besar harapan SMAN 1 Tarkakan mampu melewati semua proses seleksi dan bisa dinyatakan anggota Paskibraka nasional yang lolos.
Pembina Paskibraka SMAN 1 Tarakan, Muhammad Yasin, mengatakan sekolah sangat bersyukur dan bangga setelah mengetahui Khenjiro Gheisan Pratama berhasil melaju hingga tahap verifikasi nasional.
“Tanggapan di sekolah itu merasa bangga karena barusan ada lagi siswa dari SMA 1 yang lulus ke tingkat nasional,” ujarnya saat diwawancarai, Kamis (12/6/2026).
Baca juga: SMA Hang Tuah Bersyukur dan Bangga, M Zainal Ihsan Lolos Tahap Verifikasi Pakibraka Nasional
Menurut Muhammad Yasin, selama dirinya bertugas empat tahun di SMAN 1 Tarakan, baru kali ini ada siswa yang berhasil menembus tahapan menuju Paskibraka tingkat nasional.
“Selama saya di sini empat tahun belum ada. Baru kali ini,” katanya.
Keberhasilan Khenjiro Gheisan Pratama dinilai tidak lepas dari pembinaan yang selama ini berjalan di lingkungan sekolah. SMAN 1 Tarakan memiliki kegiatan ekstrakurikuler Paskibraka yang cukup diminati para siswa.
Yasin menjelaskan, setiap tahun jumlah pendaftar ekskul Paskibraka cukup banyak. Para siswa yang bergabung tidak hanya mendapatkan pelatihan baris-berbaris, tetapi juga pembentukan karakter dan kedisiplinan.
“Peminatnya sangat banyak,” ungkapnya.
Para anggota Paskibraka menjalani latihan rutin satu kali dalam sepekan yang dilaksanakan setiap Jumat. “Satu kali satu minggu. Tiap hari Jumat,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, pembinaan juga dibantu oleh para senior yang sebelumnya pernah menjadi anggota Paskibraka sekolah.
Baca juga: Perjuangan Siswi MAN Tarakan Aurelia Alvini Demi Lolos Verifikasi Paskibraka Nasional, Bidik IPDN
Ia menegaskan, nilai utama yang ditanamkan kepada anggota Paskibraka bukan hanya kemampuan baris-berbaris, tetapi juga disiplin dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.
“Semua itu. Kedisiplinan, baris berbaris,” ujarnya.
Sebelum diterima menjadi anggota ekskul, para siswa terlebih dahulu mengikuti proses seleksi. Seleksi dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah aspek, termasuk postur tubuh dan kesiapan fisik.
“Ada. Waktu bulan delapan-sembilan kemarin ada seleksi untuk masuk di situ. Di samping juga untuk penjaringan masuk ke persiapan tujuh belasan,” katanya.
Seleksi tersebut juga menjadi bagian dari penjaringan calon anggota yang nantinya dipersiapkan mengikuti seleksi Paskibraka tingkat kota, provinsi hingga nasional.
Tahun 2026 ini, SMAN 1 Tarakan kembali mencatatkan rekam jejak membanggakan. Selain Khenjiro yang lolos untuk kembali melanjutkan tahap verifikasi tingkat nasional, sekolah juga memiliki siswa yang berhasil menembus seleksi tingkat provinsi.
“Ada satu orang lagi siswa kami,” ujar Yasin saat ditanya terkait siswa yang lolos ke tingkat provinsi.
Sementara hasil seleksi tingkat kota, hingga saat ini sekolah masih menunggu pengumuman resmi dari panitia. “Belum ada hasil. Masih proses,” ujarnya.
Di lingkungan sekolah sendiri, ekskul Paskibraka menjadi salah satu kegiatan yang mendapat perhatian cukup besar. Pada angkatan tahun 2026, tercatat sekitar 49 siswa mengikuti kegiatan tersebut.
“Untuk angkatan 2026 ini ada sekitar 49 peserta,” ungkap Yasin.
Dalam waktu dekat, para peserta tersebut akan dikukuhkan secara resmi sebagai anggota Paskibraka sekolah.
“Dan minggu ini akan dikukuhkan sebagai anggota Paskibra,” katanya.
Nantinya, para peserta Paskibraka ini akan bertugas dalam berbagai kegiatan upacara yang digelar sekolah, terutama pada peringatan hari-hari besar nasional maupun kegiatan resmi lainnya.
“Kalau ada kegiatan-kegiatan upacara di sekolah, hari-hari besar, itulah yang bertugas,” jelasnya.
Dalam pelaksanaan tugas di sekolah, anggota Paskibraka berasal dari gabungan siswa kelas X dan kelas XI.
“Kalau memang ada kegiatan-kegiatan upacara di sekolah itu digabung antara kelas 11 dan kelas 10,” ujarnya.
Yasin menegaskan, sekolah memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan ekskul Paskibraka, termasuk kepada para siswa yang berprestasi dan berhasil mengharumkan nama sekolah.
(*)
Penulis: Andi Pausiah