Aktivitas Semeru Meningkat 18 Kali Erupsi Terekam Pos Pantau Lumajang, Warga Tetap Tenang
Wiwit Purwanto June 11, 2026 05:32 PM

 

SURYA.CO.ID LUMAJANG - Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang kembali menunjukkan aktivitas vulkanik dengan mencatat 18 kali letusan dalam periode pengamatan Kamis (11/6/2026) pagi hingga siang, dengan tinggi kolom abu mencapai hingga 1 kilometer di atas puncak kawah, meski kondisi di sekitar lereng gunung dilaporkan masih relatif normal dan terkendali.

Aktivitas Erupsi Semeru dan Data Pengamatan Pos Pantau

Berdasarkan laporan Pos Pantau Gunung Semeru, aktivitas erupsi terjadi sejak pukul 06.00 WIB hingga 12.00 WIB dengan intensitas letusan bervariasi, mulai dari 200 meter hingga mencapai 1 kilometer.

Asap teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang, serta ketinggian sekitar 100–300 meter di atas puncak kawah.

Selain letusan, tercatat pula aktivitas guguran material dengan jarak luncur sekitar 600 meter ke arah tenggara, yang menunjukkan dinamika aktivitas vulkanik masih terus berlangsung.

Baca juga: Breaking News: 2 Spesies Anggrek Langka Ditemukan di Lereng Gunung Semeru

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang, Yudhi, membenarkan adanya aktivitas letusan tersebut, namun menegaskan bahwa kondisi masih dalam batas normal dan belum mengarah pada bencana erupsi besar.

"Memang terjadi letusan, cuma secara ketinggian cuma sampai setengah kilometer, antara 500 meter sampai 600 meter," katanya.

Ia menambahkan bahwa aktivitas semacam ini memang kerap terjadi pada Gunung Semeru dan menjadi bagian dari karakter vulkaniknya yang aktif setiap hari.

"Aktifitasnya seperti itu, tiap hari kayak gitu," ujarnya.

Meski demikian, BPBD tetap menyiagakan personel di lapangan sebagai langkah antisipasi jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, sekaligus mengimbau warga untuk tetap waspada terutama yang beraktivitas di sekitar aliran lahar.

Baca juga: Pendakian Gunung Semeru Dibuka Sampai Ranu Kumbolo Mulai 24 April 2026

Respons Warga dan Aparat Desa: Aktivitas Tetap Normal

Sementara itu, Kepala Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, Cik Ono, mengaku tidak mengetahui secara detail adanya erupsi yang terjadi pada hari tersebut. Ia menyebut aktivitas warga di wilayahnya tetap berjalan normal tanpa gangguan berarti.

"Tidak tahu saya," katanya melalui pesan singkat WhatsApp.

Menurutnya, masyarakat di wilayah selatan Gunung Semeru masih menjalankan aktivitas sehari-hari seperti biasa karena tidak ada dampak langsung yang dirasakan di wilayah permukiman.

"Biasa saja, tidak ada apa apa," ujarnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.