Kuwait Tutup Ruang Udara seusai Iran Klaim Serang Pangkalan AS dan Tutup Selat Hormuz
Tegar Melani June 11, 2026 05:42 PM

-  Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran untuk hari kedua berturut-turut (11/6/2026).

Serangan tersebut terjadi tidak lama setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth memperingatkan akan mengambil tindakan keras terhadap Iran.

Ledakan dilaporkan terdengar di sejumlah lokasi, termasuk Teheran bagian barat, Provinsi Fars, Bandar Abbas, serta beberapa wilayah di Provinsi Isfahan.

Sebagai respons atas serangan terbaru AS, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah melancarkan serangan balasan terhadap pangkalan militer AS di Kuwait dan Bahrain.

Dilaporkan, IRGC menyebut bahwa sebanyak 18 target penting milik Angkatan Darat AS di Pangkalan Udara Ali Al-Salem dan Ahmad Al-Jaber berhasil dihantam. 

"Selama dua gelombang operasi, 18 target penting milik Angkatan Darat AS di Pangkalan Angkatan Udara Ali al-Salem dan Ahmad al-Jaber telah dihantam," ujar IRGC.

IRGC juga mengklaim telah menyerang dan menghancurkan Pangkalan Udara Sheikh Isa di Bahrain.

Selain itu, IRGC menyatakan Selat Hormuz telah ditutup untuk seluruh kapal yang melintas karena kondisi keamanan kawasan yang semakin memburuk.

"Berlaku segera, karena ketidakamanan di kawasan tersebut, Selat Hormuz dinyatakan tertutup untuk semua kapal, termasuk kapal tanker minyak dan kapal komersial," ujar sumber IRGC.

Setelah pernyataan Iran mengenai serangan terhadap pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.

Dilaporkan sirene serangan udara terdengar di sejumlah wilayah Bahrain.

Dikutip dari Al Jazeera, otoritas penerbangan sipil Kuwait mengumumkan penutupan sementara wilayah udara negara itu sebagai langkah antisipasi terhadap eskalasi konflik di kawasan.

Otoritas tersebut menyatakan penerbangan akan dialihkan ke bandara alternatif sesuai perjanjian dan prosedur yang telah disepakati. 

"Penerbangan akan dialihkan ke bandara alternatif sesuai dengan perjanjian dan prosedur yang telah disepakati," ujar otoritas penerbangan sipil Kuwait dalam pembaruan melalui media sosial.

Berdasarkan laporan terbaru, Pusat Komunikasi Pemerintah Kuwait menyatakan sistem pertahanan udara negara itu berhasil mencegat target udara musuh yang terdeteksi memasuki wilayah pengawasannya.


Program: Tribunnews Update
Host: Thalia Iza
Editor Video: Tegar Melani
Uploader: bagus gema praditiya sukirman

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.