Kami berharap mereka tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi mampu menciptakan lapangan kerja ketika kembali ke Indonesia

Jakarta (ANTARA) - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengukuhkan 200 peserta Program Pemuda Bangun Desa Bangun Indonesia angkatan pertama dan mengirimkan mereka ke Jepang untuk memperluas wawasan dan nantinya akan kembali untuk membangun daerah.

Mendes Yandri di Jakarta, Kamis, mengatakan program tersebut menjadi langkah nyata pemerintah dalam menyiapkan generasi muda desa yang berdaya saing global dan jadi motor penggerak pembangunan di daerah asalnya. Adapun 200 pemuda tersebut berasal dari berbagai desa di 15 provinsi di Indonesia.

"Kami berharap mereka tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi mampu menciptakan lapangan kerja ketika kembali ke Indonesia. Pengalaman dan ilmu yang diperoleh di Jepang diharapkan dapat diterapkan untuk membangun desa-desa di Tanah Air," ucap Mendes.

Mendes mengatakan Indonesia miliki potensi besar dengan miliki 75.26 desa yang dapat dikembangkan menjadi desa ekspor, desa wisata, desa energi, desa swasembada air, serta berbagai sektor produktif lainnya.

Oleh karena itu, kata dia, program ini menjadi bagian dari upaya Kemendes PDT dalam menjalankan berbagai aksi pembangunan desa yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu pihaknya juga menjalin kerja sama strategis dengan lembaga pendidikan tinggi untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat desa.

Dalam kesempatan tersebut diumumkan pemberian kuota awal sebanyak 500 beasiswa bagi anak-anak desa untuk melanjutkan pendidikan tinggi.

"Keberhasilan pembangunan desa membutuhkan kolaborasi berbagai pihak melalui pendekatan Octahelix yaitu sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, dan elemen masyarakat lainnya," kata Mendes Yandri.

Mendes menilai program tersebut juga sejalan AstaCita ke-6 Presiden Prabowo Subianto yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.

Sementara itu Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan kapasitas pemuda desa.

Raffi Ahmad mengapresiasi inisiatif Kemendes PDT yang memberikan kesempatan luas bagi generasi muda untuk berkembang dan belajar di tingkat internasional.

"Pemuda desa memiliki peran besar dalam masa depan bangsa. Setelah mendapatkan ilmu dan pengalaman di Jepang, mereka diharapkan kembali ke Indonesia untuk membangun daerahnya masing-masing dan menciptakan manfaat bagi masyarakat," kata Raffi Ahmad.

Pembangunan Indonesia harus dimulai dari desa. Ketika desa semakin maju, maka kemajuan bangsa secara keseluruhan akan semakin cepat terwujud.

Program Pemuda Bangun Desa Bangun Indonesia diharapkan menjadi langkah strategis dalam mencetak generasi muda yang inovatif, berdaya saing global, serta mampu menjadi agen perubahan bagi pembangunan desa dan kemajuan Indonesia.