Pramono Izinkan ASN Pemprov DKI Nobar Piala Dunia, Asal Tak Ganggu Jam Kerja
Dwi Rizki June 11, 2026 06:19 PM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan sejumlah badan usaha milik daerah (BUMD) dan organisasi perangkat daerah (OPD) telah mengajukan izin untuk menggelar nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia 2026. 

Meski memberikan dukungan, ia mengingatkan agar kegiatan tersebut tidak mengganggu pelaksanaan tugas dan pelayanan publik.

“Banyak BUMD kita dan OPD-OPD sudah meminta untuk diperbolehkan melakukan siaran langsung Piala Dunia. Problemnya adalah karena harinya, jamnya itu jam orang bekerja,” kata Pramono di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (11/6/2026).

Menurut Pramono, jadwal pertandingan yang berlangsung pada pagi hingga siang hari menjadi tantangan tersendiri karena bertepatan dengan waktu kerja. Karena itu, ia meminta pelaksanaan nobar di lingkungan pemerintahan maupun BUMD diatur secara bijak.

“Yang paling penting jangan sampai kemudian mengganggu orang yang sedang bekerja. Karena jamnya adalah jam orang bekerja. Kebanyakan jam 9, jam 10, jam 11,” ujarnya.

Meski demikian, Pramono menegaskan pada prinsipnya Pemprov DKI Jakarta tidak akan membatasi antusiasme masyarakat maupun aparatur sipil negara (ASN) untuk menikmati pesta sepak bola terbesar di dunia tersebut.

“Tetapi secara prinsip saya akan memberikan ruang. Apa pun masyarakat ataupun ASN ataupun publik juga perlu untuk memanfaatkan Piala Dunia,” kata dia.

Pramono menilai gelaran Piala Dunia 2026 memiliki daya tarik yang lebih luas dibanding sekadar kompetisi olahraga.

Menurutnya, dinamika geopolitik global yang berkembang saat ini turut menambah perhatian publik terhadap ajang tersebut.

“Menurut saya menjadi semakin menarik karena tidak semata-mata persoalan bola, tetapi ketika geopolitik yang seperti ini sehingga dengan demikian menjadi lebih menarik,” ujarnya.

Baca juga: Kemayoran Indah Golf Direvitalisasi, Operasional Tutup hingga 2027

Karena itu, ia meminta setiap kegiatan nobar yang diselenggarakan oleh BUMD maupun OPD tetap memperhatikan keseimbangan antara hiburan dan tanggung jawab pekerjaan. 

Menurutnya, pengelolaan yang baik diperlukan agar kegiatan tersebut tidak berdampak pada kinerja pegawai maupun pelayanan kepada masyarakat.

“Kalau tidak dikelola secara baik, ini menjadi persoalan tersendiri,” kata Pramono.

Nobar Piala Dunia 2026 

Sebelumnya, Perumda Pasar Jaya menyiapkan sejumlah pasar tradisional di Jakarta sebagai lokasi nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia 2026. 

Langkah ini dilakukan untuk menghadirkan suasana pesta sepak bola dunia lebih dekat dengan masyarakat sekaligus meningkatkan aktivitas di lingkungan pasar selama turnamen berlangsung.

Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Agus Himawan mengatakan, saat ini sudah ada tiga pasar yang masuk dalam rencana lokasi penyelenggaraan nobar Piala Dunia 2026.

“Untuk sementara ada tiga pasar (yang disiapkan jadi arena nobar),” ucap Agus saat dihubungi Wartakotalive.com, Rabu (3/6/2026).

Meski demikian, Agus belum merinci pasar mana saja yang akan digunakan sebagai lokasi nobar. Ia menyebut jumlah titik yang disiapkan masih berpeluang bertambah karena pembahasan masih terus berjalan.

Menurut Agus, program tersebut diharapkan dapat menjadi sarana hiburan bagi warga sekaligus menciptakan ruang interaksi sosial di kawasan pasar tradisional saat ajang sepak bola terbesar di dunia itu digelar.

Saat ini, Pasar Jaya masih melakukan koordinasi dengan TVRI yang menjadi pemegang hak siar Piala Dunia 2026 di Indonesia.

Pembahasan mencakup berbagai aspek pelaksanaan, mulai dari konsep kegiatan hingga pertandingan yang akan ditayangkan kepada masyarakat.

“Teknisnya masih dibahas bersama pihak TVRI,” ujarnya.

Apabila terealisasi, pasar tradisional di Jakarta tidak hanya berfungsi sebagai pusat perdagangan, tetapi juga menjadi tempat berkumpul warga untuk menikmati pertandingan Piala Dunia 2026 secara bersama-sama. 

Program ini juga diharapkan mampu menghadirkan atmosfer turnamen dunia ke tengah masyarakat, termasuk para pedagang dan pengunjung pasar.

Tak hanya itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan sejumlah gelanggang olahraga (GOR) sebagai lokasi nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026. 

Fasilitas olahraga milik pemerintah itu akan dimanfaatkan sebagai ruang berkumpul warga untuk menyaksikan pertandingan sekaligus memperkuat interaksi sosial di lingkungan masyarakat.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) DKI Jakarta, Andri Yansyah, mengatakan pihaknya telah menginstruksikan seluruh pengelola gelanggang remaja dan fasilitas olahraga di Jakarta untuk menggelar kegiatan nobar selama turnamen berlangsung.

"Setiap GOR kami instruksikan untuk menyelenggarakan nonton bareng, khususnya pada malam Sabtu dan malam Minggu," ujar Andri dalam keterangannya, Kamis (11/6/2026).

Andri menjelaskan, penyelenggaraan Nobar tidak hanya menjadi sarana hiburan bagi masyarakat yang memiliki minat terhadap sepak bola, tetapi juga menjadi wadah mempererat tali silaturahmi dan memperkuat kebersamaan di lingkungan permukiman.

"Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ajang berkumpulnya warga. Sehingga, tercipta suasana yang semakin guyub serta mendorong kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitarnya," jelas dia.

Ia menambahkan, dirinya menjagokan Brasil untuk menjadi juara Piala Dunia 2026 karena dinilai masih diperkuat banyak pemain berkualitas yang berkiprah di kompetisi elite dunia, termasuk liga-liga top Eropa.

Sementara itu, Kepala Unit Pengelola Gelanggang Olahraga Jakarta Timur, Dedy Dwi Widodo, menuturkan GOR Pondok Bambu telah dipersiapkan sebagai salah satu lokasi nobar. 

Menurutnya, fasilitas tersebut dipilih karena memiliki akses yang mudah dijangkau warga serta area yang cukup luas.

"Kami telah menyiapkan GOR Pondok Bambu sebagai lokasi Nobar Piala Dunia karena letaknya strategis di tengah permukiman warga dan memiliki area yang luas," bebernya.

Ia menyampaikan, pemanfaatan GOR sebagai lokasi Nobar diharapkan dapat menjadi sarana edukasi kepada warga dan lebih mengenal fasilitas olahraga yang dimiliki Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

"Warga juga tidak perlu menempuh perjalanan jauh atau menggunakan kendaraan bermotor karena lokasi GOR berada dekat dengan lingkungan tempat tinggal mereka," tandasnya. (m27)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.