Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Indra Wijaya | Aceh Besar
SERAMBINEWS.COM, ACEH BESAR – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Besar mengerahkan enam armada dan 30 personel untuk membersihkan jalur yang akan dilalui peserta Pawai Ta’aruf dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.
Kegiatan pembersihan dilakukan di kawasan Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Kamis (11/6/2026), menjelang pelaksanaan pawai yang dijadwalkan berlangsung pada 15 Juni 2026.
Pawai Ta’aruf akan dipusatkan di depan Masjid Jami’ Lambaro dan kawasan Mal Pelayanan Publik (MPP) Lambaro yang menjadi titik start sekaligus finis. Para peserta nantinya akan melintasi Bundaran Lambaro hingga perbatasan Kota Banda Aceh di Gampong Tanjong, Kecamatan Ingin Jaya.
Kepala DLH Aceh Besar, H. Muwardi, SH, mengatakan pihaknya menurunkan 30 personel dan enam armada untuk membersihkan tumpukan sampah serta menata lingkungan di sepanjang rute pawai.
“Selain mengangkut tumpukan sampah, petugas juga membersihkan baliho dan spanduk yang sudah tidak layak di sepanjang Jalan Banda Aceh–Medan,” ujar Muwardi.
Baca juga: Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Pemko Langsa Gelar Pasar Murah 4 Hari, Catat Lokasinya
Ia menjelaskan, tumpukan sampah liar yang selama ini mengganggu kenyamanan pengguna jalan dan masyarakat sekitar mulai ditangani secara bertahap oleh petugas kebersihan DLH.
Menurutnya, keberadaan sampah liar di sejumlah titik telah lama dikeluhkan warga karena menimbulkan bau tidak sedap, mengurangi estetika lingkungan, serta berpotensi mencemari saluran drainase di kawasan tersebut.
“Selain itu, kondisi tersebut juga dikhawatirkan dapat mengganggu kelancaran pelaksanaan pawai dan berdampak pada kesehatan masyarakat,” katanya.
Muwardi berharap masyarakat turut berpartisipasi menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.
“Setelah dilakukan pembersihan ini, kami mengharapkan kesadaran masyarakat untuk selalu membuang sampah pada tempatnya. Kesadaran masyarakat merupakan modal utama dalam penanganan sampah. Tanpa dukungan dan kepedulian bersama, persoalan sampah akan sulit diselesaikan,” pungkasnya.