Jakarta (ANTARA) - Komedian dan pembuat konten Praz Teguh memenuhi panggilan pihak Polda Metro Jaya untuk diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan penipuan agen perjalanan umrah Hanania Group.

​Usai menjalani pemeriksaan selama kurang lebih tiga jam di Mapolda Metro Jaya, Kamis, Praz menegaskan bahwa status kehadirannya murni sebagai saksi yang kooperatif dengan menyerahkan sejumlah data terkait keberangkatan rombongannya pada Februari 2026 lalu.

​"Pertama-tama saya mau turut berduka ya buat korban yang terdampak kasus ini. Semoga segera dapat haknya kembali dan bisa segera berangkat ke rumah Allah. Saya di sini sebagai saksi, memberikan data-data keberangkatan saya," ujar Praz.

​Selain itu, Praz juga meluruskan spekulasi yang beredar mengenai keterlibatan dirinya sebagai figur publik yang di-endorse oleh pihak Hanania. Ia menjelaskan bahwa keberangkatannya ke Tanah Suci memboyong total 24 orang jamaah dengan total biaya mencapai Rp948 juta, yang dikumpulkan dari hasil kerja kerasnya pribadi.

​Karena membawa rombongan dalam jumlah besar, Praz mendapatkan potongan harga setara paket keberangkatan empat orang, dengan nilai sekitar Rp40 juta per orang atau total berkisar Rp150 juta.

​"Tidak ada menerima aliran dana apa pun kecuali uang saku. Dan uang saku tersebut murni atas inisiatif kami sendiri langsung dikembalikan hari ini kepada pihak berwajib untuk memudahkan proses penyidikan," tambah Praz.

​Ketika ditanya mengenai respons pribadinya terkait kasus hukum yang menjerat agen umrah tersebut, Praz mengaku sangat kaget, kecewa, dan merasa muak.

Pasalnya, sebelum memutuskan bekerja sama, ia telah melakukan rekam jejak digital dan memastikan agen tersebut tidak memiliki cacat hukum serta dinilai sangat amanah.

​Terkait keberadaan konten promosi yang sempat dipublikasikannya saat berada di Mekkah, Praz mengaku masih mempertimbangkan opsi bersama penyidik apakah konten-konten tersebut akan dihapus atau ditindaklanjuti dengan langkah hukum lainnya.

"Nah, itu saya juga mikir tadi waktu di atas sempat ditanyain penyidik, berapa kali nge-share dan segala macam. Nanti kita pikirkan lagi ke depannya," katanya.