Revitalisasi Kuliner Heritage dan Pendidikan Inklusif Raih Penghargaan Tertinggi RUD Pemkot Magelang
Muhammad Fatoni June 11, 2026 08:04 PM

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Magelang resmi mengumumkan pemenang Riset Unggulan Daerah (RUD) Tahun 2026.

Dua penelitian terpilih dinilai memiliki dampak strategis dalam mendukung pembangunan daerah berbasis inovasi dan kebutuhan masyarakat.

Penghargaan tertinggi diraih oleh tim peneliti dengan karya berjudul 'Revitalisasi Kuliner Heritage Kota Magelang melalui Teknologi Pengawetan dan Inovasi Produk untuk Daya Saing UMKM' yang diketuai Emma Dwi Ratnasari.

Penelitian tersebut dinilai mampu menjawab tantangan pengembangan ekonomi kreatif sekaligus memperkuat upaya pelestarian kuliner khas Kota Magelang melalui pendekatan teknologi dan inovasi produk.

Melalui riset tersebut, pengembangan kuliner lokal tidak hanya diarahkan pada aspek pelestarian budaya, tetapi juga peningkatan nilai tambah serta daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sementara itu, penghargaan terbaik kedua diberikan kepada tim peneliti yang mengangkat tema pendidikan inklusif melalui penelitian berjudul “Si-Pandai”: Model Sekolah Inklusi Berbasis Kesiapan Guru dalam Perspektif EDAI (Equity, Diversity, Accessibility and Inclusion) di Kota Magelang yang diketuai Galih Istiningsih.

Penelitian ini menawarkan model pengembangan sekolah inklusi yang berfokus pada kesiapan guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang setara, menghargai keberagaman, mudah diakses, serta mampu mengakomodasi kebutuhan seluruh peserta didik.

Baca juga: TNI dan Pemkot Magelang Tinjau KKMP Wates, Pastikan 51 Unit di Magelang Raya Sudah Beroperasi

Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi riset yang dihasilkan, masing-masing tim peneliti menerima penghargaan berupa uang pembinaan sebesar Rp17,5 juta.

Program Riset Unggulan Daerah menjadi salah satu instrumen Pemkot Magelang untuk mendorong lahirnya inovasi yang tidak hanya berhenti pada publikasi akademik, tetapi juga dapat diterapkan dalam mendukung pembangunan daerah.

Kepala Bapperida Kota Magelang, Handini Rahayu, mengatakan hasil penelitian yang terpilih diharapkan dapat menjadi referensi dalam penyusunan kebijakan sekaligus implementasi program pembangunan di Kota Magelang.

"Melalui pemanfaatan hasil riset yang relevan dan aplikatif, Pemerintah Kota Magelang terus berupaya mewujudkan pembangunan yang berbasis data, inovasi, dan kebutuhan masyarakat," ujarnya.

Handini menambahkan, riset yang memiliki keterkaitan langsung dengan persoalan dan potensi daerah menjadi modal penting dalam mempercepat pembangunan yang berkelanjutan.

Ia berharap semakin banyak gagasan dan inovasi berkualitas yang lahir melalui riset sehingga mampu memperkuat daya saing Kota Magelang di berbagai sektor.

Melalui RUD 2026, Pemkot Magelang menegaskan komitmennya untuk menjadikan riset dan inovasi sebagai fondasi pembangunan daerah yang lebih adaptif, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.