Pelajar SMP di Batam Ditemukan Tewas di Rumahnya, Padahal Sudah Rencanakan Daftar SPMB SMA
Eko Setiawan June 11, 2026 10:07 PM

TRIBUNBATAM.id - Kepergian Samuel (15) warga Kampung tengah, RT 02 RW 10 no A036 Kelurahan Batu Besar Nongsa Batam, yang ditemukan gantung diri dalam kamar, Kamis (11/6) pagi sontak membuat keluar kaget bak disambar petir disiang bolong. 

Bahkan, teman bermain layaknya sahabat, Din mengaku kaget tak karuan melihat kejadian itu. Ia tak merasa kejadian itu seolah mimpi. 

"Oh tuhan, baru tadi malam kami masih makan ketoprak di depan. Tak ada kejadian, tak ada tanda-tanda. Semuanya seperti biasanya. Tapi tiba-tiba kek gini. Samuel kenapa kau," ujar Din isak tangis di pintu rumah korban. 

Ia mengaku sosok korban teman akrabnya. Bahkan, dalam beberapa haru terakhir tak ada tanda-tanda masalah yang dihadapi korban. 

Diteras rumah, nenek korban turut menangis, meratapi kejadian yang sedang terjadi. Ucapan penuh tanyak terhadap kepergian korban terdengar lugas. 

Lebih histeris, ibu korban Ny. Sitorus. Isak tangis terdengar kuat dari dalam rumah. Kakak perempuan korban berupaya menenangkan sang ibu. 

"Samuel, nak. Kenapa kau sampau melakukan ini," ujarnya dalam isak tangis. 

Keluarga korban menyebut tak menahu permasalahan yang dialami korban. Bahkan, pagi itu, korban berencana akan berangkat sekolah untuk mendaptar PPDB SMA. 

"Hari ini rencaanya Samuel mau daptar PPDB SMA. Tapi ini harus terjadi, gak tau lagi lag kami," kata sala satu anggota kelurga dilokasi. 

Korban Samuel merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Kaka korban disebut-sebut sedang berada di Jepang. Sementara korban tinggal dalam rumah bersama kakak perempuan dan sang ibu. 

Tetangga korban, mengaku pertama kali mengetahui kejadian dari ibu korban yang tiba-tiba teriak histeris minta tolong. 

"Tadi sekitar jam 8 pagi, ibu korban ini teriak histeris. Kami warga permukiman disini yang dengar langsung kaget berdatangan," ujar sala seorang ibu rumah tangga, Sri. 

Sri yang jarak rumahnya sekitar 5 rumah dari korban langsung berlari ke lokasi. Tiba dilokasi, ia dikagetkan dengan kondisi korban tergantung dalam kamar dengan seutas tali. 

Hingga kini, motif maupun penyebab kematian korban masih dalam penyelidikan kepolisian.

Kanit Reskrim Polsek Nongsa, Ipda Aditya mengatakan kasus tersebut masih dalam penyelidikan pihaknya.

"Masih kita dalami, kita akan periksan saksi-saksi. Saat ini, penanganan pada evakuasi dan sudah dibawa ke RS Bhayangkara," katanya. 

Dari hasil pemeriksaan awal yang dilakukan Tim Inafis Polresta Barelang bersama tim medis RS Bhayangkara, kata dia tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban.

Petugas hanya menemukan bekas jeratan pada bagian leher yang dinilai konsisten dengan posisi tubuh korban saat ditemukan tergantung

"Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Bekas luka pada leher sesuai dengan jeratan tali akibat posisi tubuh tergantung yang menyebabkan korban meninggal dunia," jelas Ipda Aditya.

Pihak keluarga bahkan menyatakan menerima peristiwa meninggalnya SH sebagai musibah. Keluarga juga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.

Penolakan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan resmi yang telah ditandatangani pihak keluarga.

Hingga saat ini, polisi memastikan tidak ditemukan indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut dan proses penanganan telah dilakukan sesuai prosedur yang berlak. (TribunBatam.id/bereslumbantobing)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.