Warga Cari hingga Tengah Malam demi Temukan Anak 6 Tahun Hilang di Batang Hari
Mareza Sutan AJ June 11, 2026 10:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN – Sepulang dari menjemput sang kakak, Fadhillah Sandi tidak mendapati putranya di rumah.

Alaka Dwi Pranata (6) awalnya ditinggal sebentar di rumah sembari ibu menjemput kakaknya, pada Rabu (10/6/2026) pagi, sekitar pukul 9.00 WIB.

Namun, sekitar pukul 9.30 WIB, Fadhillah dan kakak Alaka tidak menemukan anak laki-laki berusia enam tahun itu di rumah.

Kini, keluarga berharap kepulangan Alaka.

Foto di bawah ini merupakan foto Alaka, dengan harapan anak dari pasangan Herman dan Fadhillah Sandi itu bisa segera berjumpa kembali dengan keluarga.

BOCAH HILANG -
Alaka Dwi Pranata (6 tahun)

Kronologi

Seorang anak laki-laki berusia enam tahun bernama Alaka Dwi Pranata dilaporkan hilang dari rumahnya di RT 09, Kelurahan Sridadi, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, sejak Rabu (10/6/2026) pagi.

Memasuki hari kedua pencarian pada Kamis (11/6/2026), keberadaan putra pasangan Herman dan Fadhillah Sandi itu masih belum diketahui.

Informasi mengenai hilangnya Alaka juga telah disebarkan melalui berbagai platform media sosial untuk membantu upaya pencarian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun Jambi, Alaka terakhir kali terlihat berada di rumah sekitar pukul 09.00 WIB.

Saat itu ibunya pergi menjemput saudaranya yang pulang sekolah.

Sebelum berangkat, korban sempat diajak ikut, namun memilih tetap berada di rumah.

Pantauan di lokasi menunjukkan rumah keluarga korban berada di dalam lorong permukiman warga.

Di bagian belakang rumah terdapat hamparan kebun karet yang cukup luas, sehingga area yang harus disisir dalam pencarian mencakup kawasan permukiman hingga perkebunan di sekitarnya.

Fadhillah Sandi mengatakan sebelum meninggalkan rumah, dirinya telah mengunci pintu depan.

Sementara pintu belakang juga dalam keadaan terkunci, meski menurutnya pengunci pintu tersebut tidak terlalu kuat.

Setelah kembali sekitar pukul 09.30 WIB, anak yang baru dijemputnya sempat mencari Alaka di dalam kamar. Namun korban sudah tidak berada di dalam rumah.

"Anak saya yang saya jemput tadi membuka pintu dan mencari adiknya di dalam kamar, tapi tidak ada.

"Handphone yang digunakan tadi masih ada, baju yang dipakai juga ada, tetapi anak saya tidak ada," katanya.

Menyadari anaknya tidak berada di dalam rumah, ia langsung menuju bagian dapur dan mendapati pintu belakang sudah terbuka.

"Saya lari ke dapur dan pintu dapur sudah terbuka. Sampai sekarang kami tidak tahu dia pergi kemana, memakai baju apa atau tidak karena tidak ditemukan di sekitar rumah," ujarnya.

Menurut Fadhillah, putranya masih mengalami kesulitan berbicara dengan jelas sehingga keluarga semakin khawatir terhadap keselamatannya.

Ia juga mengaku tidak merasakan firasat apa pun sebelum kejadian tersebut.

Berharap Alaka Ditemukan

Pihak keluarga telah melaporkan peristiwa itu kepada kepolisian.

Selain itu, sejumlah rekaman CCTV di sekitar lokasi juga telah diperiksa untuk mencari petunjuk.

"Sudah dilaporkan ke polisi. CCTV yang ada di sekitar juga sudah dilihat, tetapi belum ada petunjuk mengenai keberadaan anak saya," jelasnya.

Fadhillah berharap putranya dapat segera ditemukan dan kembali ke pelukan keluarga.

"Saya hanya berharap anak saya bisa segera ditemukan dalam keadaan apa pun," tuturnya.

Warga Cari dari Kebun hingga Kolam

Sementara itu, warga setempat, Asep Irawan, mengatakan pencarian telah dilakukan sejak informasi hilangnya Alaka pertama kali diketahui.

Ratusan warga disebut turut membantu menyisir berbagai lokasi hingga larut malam.

"Tadi malam sekira 200 warga ikut mencari sampai pukul 00.00 WIB, bahkan ada yang lebih dari jam itu. Tetapi sampai sekarang memang belum ada tanda-tanda," jelasnya.

Menurut Asep, pencarian telah dilakukan di berbagai titik, mulai dari kebun dan kawasan hutan di sekitar rumah korban hingga area yang ramai aktivitas warga seperti lingkungan sekolah dasar.

Warga juga melakukan penyisiran di sejumlah rawa dan kolam yang berada tidak jauh dari lokasi hilangnya korban.

"Kebun, hutan, area sekolah, rawa hingga kolam sudah kami sisir. Pencarian masih terus dilakukan sampai saat ini," pungkasnya.

Pihak keluarga dan warga berharap Alaka dapat segera ditemukan.

(Tribunjambi.com/Khusnul Khotimah)

 

Baca juga: Tabel Angsuran KUR BRI untuk Pinjaman sampai Rp500 Juta Selama 1-5 Tahun

Baca juga: Daftar 29 Pejabat Pemkab Muaro Jambi yang Dilantik Bupati BBS Hari Ini

Baca juga: Daftar 8 Vendor CCTV yang Bekerja Sama dengan Pokja Kampung Bahagia Kota Jambi

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.