Saat Veda Unggul di Klasemen Rookie, Pembalap Malaysia Diminta Angkat Kaki dari Moto3 Secepatnya
Agung Kurniawan June 12, 2026 01:33 AM

MSISPAIN.COM
Pembalap AEON Credit MT Helmets MSI asla Malaysia, Hakim Danish, akan start dari baris terdepan pada Moto3 Italia 2026.

BOLASPORT.COM - Walau masih di belakang Veda Ega Pratama dalam tabel klasemen rookie Moto3 2026, Hakim Danish disarankan untuk naik ke Moto2 secepatnya.

Moto3 2026 baru menuntaskan 8 balapan, persaingan sudah berjalan panas termasuk para rookie atau pendatang baru yang tak bisa dipandang sebelah mata.

Untuk musim ini sendiri, ada 3 nama yang berhasil mencuri perhatian dari total 8 rookie yaitu Hakim Danish, Veda Ega Pratama dan Brian Uriarte.

3 nama tersebut setidaknya pernah mencicipi podium, bahkan Uriarte rider Spanyol yang membela Red Bull KTM Ajo berhasil meraih kemenangan.

Di Bawah didikan mantan manajer Marc Marquez, Emilio Alzamora ada rider Indonesia Veda Ega Pratama yang tak kalah menjanjikan.

Andalan Honda Team Asia tersebut sudah berhasil meraih 2 podium dengan finis di posisi ke-3 pada GP Brasil dan GP Prancis.

Rider asal Gunungkidul, Yogyakarta tersebut bahkan cukup lama menduduki puncak klasemen rookie Moto3 2026 sebelum digusur Uriarte.

Ya, usai berakhirnya GP Hungaria pekan lalu, Veda kini menduduki peringkat ke-2 klasemen rookie Moto3 2026 dengan torehan 71 poin.

Dengan Raihan tersebut, Veda terpaut 1 poin saja dari Uriarte yang tengah menikmati statusnya sebagai pendatang baru paling moncer saat ini.

Sementara itu, Hakim Danish masih berada di bawah Uriarte dan Veda walau dirinya juga tampil cukup konsisten.

Rider asal Malaysia tersebut baru 1 kali menjejakkan kakinya di podium usai tampil kompetitif pada GP Italia yang digelar di Sirkuit Mugello.

Torehan tersebut membuat Danish berada di peringkat ke-3 klasemen rookie dengan raihan 48 poin.

Sepak terjang yang ditunjukkan oleh andalan MT Helmets-MSI tersebut turut mengundang perhatian dari tokoh balap Negeri Jiran, Razlan Razali.

Pria yang menjabat sebagai petinggi Sirkuit Sepang dan pemilik tim Yamaha Sepang Racing Team yang eksis di kelas MotoGP musim 2019 hingga 2021 itu memberi saran kepada Danish.

Ya, dia menyarankan Danish untuk tidak berlama-lama di kelas Moto3 dan langsung mengambil kesempatan naik Moto2 jika jalannya tersedia.

"Saya telah menyarankan baik kepada Danish maupun Zulfahmi Khairuddin (manajer Danish) agar tidak terlalu lama bertahan di satu kelas," kata Razali.

"Jika ada kesempatan untuk naik kelas, maka mereka harus memanfaatkannya," imbuhnya, dilansir BolaSport.com dari laman NST.

Kendati demikian, Razali tetap meminta kepada Danish untuk memantaskan diri agar layak dipinang oleh sebuah tim di kelas Moto2.

Setidaknya, Danish harus bisa mengakhiri kiprahnya di kelas Moto3 dengan berada di peringkat 5 besar klasemen akhir.

"Tentu saja, Danish harus layak mendapatkan kesempatan naik kelas," ucap Razali menjelaskan.

"Secara pribadi, saya merasa bahwa jika dia berada di lima besar Moto3 dan ada tim yang bersedia membawanya ke Moto2, mengapa tidak? Itulah pandangan saya."

Danish setidaknya harus konsisten terlebih dulu karena jalan perjuangan di kelas Moto2 lebih berat.

Tak perlu menjadi juara, Danish hanya perlu tampil baik secara terus menerus untuk bisa naik ke kelas MotoGP seperti rider LCR Honda saat ini, Diogo Moreira.

"Biasanya butuh waktu lebih lama untuk beradaptasi dengan balapan di Moto2, tapi kita juga telah melihat apa yang dilakukan pembalap seperti Diogo Moreira," kata Razali.

"Anda tidak harus menjadi juara Moto3 sebelum naik kelas, jika Danish bisa tetap konsisten dengan hasil 5 besar, saya pikir dia layak untuk naik ke Moto2."

"Anda bisa bertahan sedikit lebih lama di Moto2, itu tidak masalah karena begitu bisa menunjukkan performa yang bagus, peluang untuk naik ke MotoGP akan lebih besar."

"Tentu saja tidak ada yang bisa dijamin, tapi hal itu akan mempermudah segalanya," imbuhnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.