Perkiraan Jumlah Massa Demo di Bundaran HI: RI Negara Kaya, Tapi Rakyatnya Tak Kunjung Sejahtera
Seno Tri Sulistiyono June 12, 2026 05:34 AM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - 1.500 orang diperkirakan akan memadati kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026) pukul 10.00 WIB, untuk menyampaikan lima tuntutan ke pemerintah.

Massa tersebut berasal dari mahasiswa berbagai kampus dan kelompok masyarakat, yakni seluruh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) fakultas se- Universitas Indonesia, BEM IPB, Universitas Gunadarma, Politeknik Negeri Jakarta, UIN Jakarta, UPN Veteran Jakarta, Universitas Pancasila, Serikat Perempuan Indonesia (Seruni), serta Front Mahasiswa Nasional (FMN), hingga sebagian pengendara ojol.

Lima tuntutan tersebut yakni:

  • Setop pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
  • Turunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM).
  • Hentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
  • Hentikan militerisme di ranah sipil.
  • Presiden Prabowo Subianto berhenti mengelak dan mengakui kesalahan pemerintah.

Baca juga: Hari Ini Ada Demo Mahasiswa di Bundaran HI, Hindari Jalan Sudirman-Thamrin, Berikut Alternatifnya

Rakyat Tak Kunjung Sejahtera

Mengutip media sosial Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia @bemui-official, mengajak masyarakat ikut serta dalam aksi unjuk rasa di Bundaran HI.

SERUAN AKSI INDONESIA BANGKRUT

Halo, UI dan Indonesia!

Hidup Mahasiswa! 
Hidup Rakyat Indonesia! 
Hidup Perempuan yang Melawan! 

Indonesia adalah negara yang kaya, tetapi entah mengapa rakyatnya tak kunjung sejahtera. Indonesia adalah negara yang besar, tetapi entah mengapa perut rakyatnya belum bebas dari rasa lapar. 

Belakangan, ekonomi Indonesia runtuh. Namun, sayangnya pemerintah justru makin memperkeruh keadaan.

Kebijakan fiskal bocor, independensi BI direnggut, dan komunikasi pemerintah kepada publik justru jauh dari kata layak. 

Pemerintah justru menyangkal kondisi yang ada dan mendegradasi perjuangan serta kritik yang digaungkan oleh rakyat. Tak hanya itu, aparat negara digunakan sebagai alat untuk membungkam mereka yang bersuara.

Oleh karena itu, mari turun ke jalan dan suarakan kegelisahan rakyat yang selama ini diabaikan, pada
hari, tanggal: Jumat, 12 Juni 2026
pukul: 10.00 WIB
titik kumpul: Lapangan FISIP UI
titik aksi: Bundaran HI
“dresscode”: Baju Hitam dan Jaket Kuning

4 Ribu Personel Polri/TNI Diterjunkan

Polda Metro Jaya menyiagakan 4.151 personel gabungan Polri/TNI untuk mengamankan jalannya aksi demo mahasiswa di Bundaran HI.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, pengamanan ini dilakukan agar aksi penyampaian pendapat bisa berjalan dengan aman dan tertib.

“Polda Metro Jaya menghormati hak warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Kehadiran personel di lapangan adalah untuk memberikan pelayanan dan pengamanan agar kegiatan berjalan aman, tertib, serta tidak mengganggu masyarakat lainnya,” kata Budi Hermanto kepada wartawan, Kamis (11/6/2026) malam.

Adapun dari total jumlah personel yang disiapka, Budi merinci 3.651 personel dari Polri. Sementara, 500 personel sisanya merupakan prajurit TNI.

Budi meminta agar massa aksi untuk bisa mengikuti peraturan yang berlaku, massa tidak membawa benda berbahaya, tidak melakukan perusakan, serta tetap menghormati pengguna jalan dan masyarakat di sekitar lokasi aksi. 

“Kami mengimbau peserta aksi untuk tetap tertib, tidak membawa benda berbahaya, tidak melakukan perusakan, dan bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif,” jelasnya.

Di sisi lain, Budi juga menyebut pihaknya sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas di titik-titik demo. Namun, hal itu masih bersifat situasional melihat perkembangan di lapangan.

"Pengaturan lalu lintas kami siapkan secara situasional. Apabila terjadi kepadatan atau ada kebutuhan pengalihan arus di sekitar lokasi aksi, petugas akan melakukan rekayasa lalu lintas dengan tetap memprioritaskan keselamatan peserta aksi dan masyarakat pengguna jalan,” ucapnya.

Lebih lanjut, personel pengamanan itu nantinya akan disebar untuk mengantisipasi sejumlah dinamika mulai seperti gangguan fasilitas umum hingga potensi tindak pidana terjadi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.