Wasit Piala Dunia yang Dilarang, Omar Artan, Ditunjuk Pimpin Final Piala Super UEFA antara PSG dan Aston Villa
Dewi Rahayu June 12, 2026 07:49 AM

Pejabat asal Somalia, Omar Artan, mendapatkan kesempatan besar untuk kembali tampil di panggung internasional setelah ditunjuk memimpin pertandingan final Piala Super UEFA antara Paris Saint-Germain dan Aston Villa. Wasit berusia 34 tahun itu sebelumnya menjadi pusat perdebatan diplomatik setelah ditolak masuk ke Amerika Serikat untuk bertugas di Piala Dunia 2026.

UEFA memberikan kepercayaan besar kepada Artan untuk memimpin laga pembuka musim antara PSG dan Aston Villa pada 12 Agustus mendatang. Pertandingan yang akan digelar di Salzburg ini menjadi momen bersejarah bagi dunia perwasitan Afrika, karena Artan akan menjadi wasit pertama dari benua tersebut yang memimpin final besar di bawah naungan UEFA.

Penunjukan ini terjadi hanya beberapa hari setelah Artan dipulangkan ke Somalia. Ia sebelumnya telah tiba di Miami untuk bergabung dengan markas wasit Piala Dunia, namun ditolak oleh Otoritas Perlindungan Perbatasan dan Bea Cukai Amerika Serikat. Dalam pernyataannya, pihak berwenang menyebut adanya "masalah pemeriksaan latar belakang" sebagai alasan pemulangan, yang kemudian memicu perdebatan luas di dunia sepak bola.

Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, secara terbuka menyatakan dukungannya kepada Artan dan menegaskan bahwa kualitas sang wasit jauh lebih penting daripada persoalan perbatasan tersebut. "Omar Artan adalah wasit muda yang luar biasa namun sudah berpengalaman, dan ia telah membuktikan kemampuannya di level kompetisi tertinggi Konfederasi Sepak Bola Afrika," ujar Ceferin. "Sepak bola diciptakan untuk menyatukan orang-orang, dan UEFA ingin menunjukkan rasa hormat kepada Omar serta keterampilan wasitannya yang luar biasa, yang telah memberinya nominasi bergengsi ini."

Langkah ini dianggap sebagai bentuk solidaritas langsung dari badan pengatur sepak bola Eropa. Ceferin menambahkan, "Saya berterima kasih kepada sahabat saya, Presiden CAF Patrice Motsepe, atas dukungannya yang antusias terhadap inisiatif kami." Penunjukan ini merupakan bagian dari Nota Kesepahaman antara UEFA dan CAF untuk memperkuat kerja sama di berbagai bidang, termasuk pengembangan wasit.

Sementara itu, Artan tetap tidak dapat bertugas di Piala Dunia karena kendala logistik yang membuatnya tidak mungkin ditempatkan di lokasi lain. Menurut laporan ESPN, tidak memungkinkan bagi Artan untuk beroperasi dari Meksiko atau Kanada karena seluruh pelatihan dan pengarahan utama dilakukan di Florida. Presiden FIFA, Gianni Infantino, mendapat kritik karena dianggap gagal menyelesaikan kebuntuan visa tersebut.

Infantino menanggapi kritik itu dengan menyerukan agar publik "tenang dan santai," sambil menegaskan bahwa FIFA "tidak mengendalikan segalanya." Meski tidak bertugas di Piala Dunia musim panas ini, reputasi Artan di Afrika tidak diragukan lagi. Ia baru saja dinobatkan sebagai Wasit Pria Terbaik CAF 2025. Salah satu pertandingan paling bergengsi yang pernah ia pimpin adalah leg kedua final Liga Champions CAF musim 2025-26.

Presiden CAF, Patrice Motsepe, menyambut keputusan UEFA tersebut sebagai kemenangan bagi sepak bola yang mampu menyatukan berbagai wilayah dunia. "Omar Artan telah membuat Somalia dan seluruh rakyat Afrika sangat bangga," ujarnya. "Penghargaan Wasit Pria Terbaik CAF 2025 dan penunjukannya sebagai wasit Piala Dunia FIFA 2026 merupakan pengakuan atas kemampuan perwasitannya yang berkelas dunia serta penghormatan internasional yang ia peroleh."

Final Piala Super di Salzburg kini akan menjadi ajang penting bagi Artan untuk membuktikan kualitasnya di panggung sepak bola Eropa. Motsepe menutup pernyataannya dengan mengatakan, "Ini adalah kehormatan besar bagi Omar Artan dan bagi para wasit Afrika, serta menjadi contoh luar biasa tentang bagaimana sepak bola dapat menyatukan orang-orang dari Afrika, Eropa, dan seluruh dunia."

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.