TRIBUNJATIM.COM - Anggota Komisi IX DPR RI sekaligus figur publik Uya Kuya memberikan klarifikasi setelah namanya ramai disebut dalam isu dugaan korupsi yang menyeret Badan Gizi Nasional (BGN).
Ia menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak benar dan menyebutnya sebagai bentuk fitnah yang kembali diarahkan kepadanya.
Menurut Uya, masyarakat perlu lebih cermat memeriksa informasi yang beredar agar tidak terpengaruh opini yang belum terverifikasi.
Ia juga mengingatkan agar perhatian publik tetap tertuju pada substansi perkara dan tidak teralihkan oleh isu yang menyeret pihak-pihak yang tidak memiliki kaitan langsung dengan kasus tersebut.
Baca juga: Sebanyak 11 SPPG di Ponorogo Kena Suspend BGN, Ada 4 yang Mengajukan Verifikasi Ulang
Uya Kuya menyebut informasi tersebut adalah fitnah, sama halnya saat diisukan memiliki 750 dapur MBG.
Dia pun meminta agar masyarakat dapat mengroscek agar tidak tergiring opini yang sengaja ditimpakan kepadanya.
Sebelumnya, namanya santer beredar di media sosial sebagai satu dari 24 orang yang diisukan terlibat dalam kasus dugaan korupsi Badan Gizi Nasional (BGN).
Uya Kuya terkejut dan menyebut isu tersebut sebagai rentetan fitnah yang kembali sengaja diarahkan kepadanya.
Rasa heran dan kecewa tak bisa disembunyikannya. Hal ini mengingat dirinya juga baru saja dihantam rumor tak sedap terkait kepemilikan ratusan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Padahal satu dapur pun saya enggak punya, itu saja masih kena fitnah.
"Sekarang nama saya dibawa-bawa lagi. Memangnya kalau enggak bawa nama saya enggak rame gitu?" ungkap Uya Kuya seperti dilansir dari Tribunnews.com, Kamis (11/6/2026).
Bagi Uya Kuya, fitnah dan kabar bohong seolah tak pernah lelah menerpanya.
"Tahun lalu saya sudah kena hoaks besar, sampai rumah saya dijarah.
"Video-video lama saya dijahit dan ditambahi tulisan-tulisan yang seolah-olah menghina masyarakat.
"Padahal saya enggak pernah bicara sedikit pun pada saat itu," kenang Uya Kuya.
Dia memaparkan bahwa akibat hoaks tersebut, banyak orang terprovokasi hingga keluarganya habis-habisan menjadi korban perundungan.
Tragisnya, hingga 10 bulan berlalu pasca insiden tersebut, perbaikan rumahnya yang rusak akibat dijarah belum juga selesai.
Meski terus-menerus dirugikan baik secara materi maupun mental, Uya Kuya memilih untuk merespons segala fitnah ini dengan dada lapang.
Rentetan kejadian pahit di masa lalu justru menempa dirinya menjadi pribadi yang lebih berserah diri.
"Tapi kejadian-kejadian itu membuat saya lebih ikhlas, sabar, dan tawakal menghadapi fitnah apa pun.
"Saya percaya Tuhan punya rencana terbaik buat kami," tuturnya.
Terkait namanya yang kini dikaitkan dengan pusaran kasus di BGN, Uya Kuya memberikan pesan menohok.
Dia mewanti-wanti agar masyarakat tidak mudah terkecoh oleh isu-isu liar yang sengaja diciptakan untuk mengalihkan perhatian publik dari pelaku kejahatan yang sesungguhnya.
"Jangan sampai masalah kasus korupsi yang sebenarnya dikaburkan dengan sengaja menyeret nama-nama tokoh atau orang-orang yang justru tidak ada korelasinya dengan inti kasusnya, yang akhirnya justru menciptakan polemik baru di masyarakat yang membuat orang jadi lupa sama masalah intinya.
"Jangan sampai kasus korupsi bergeser menjadi isu politik," kata Uya Kuya.
Sebagai wakil rakyat, Uya menekankan bahwa interaksinya dengan pihak BGN selama ini murni sebatas urusan pekerjaan dewan.
"Sebagai anggota DPR khususnya Komisi IX, saya hanya menjalankan tugas saya meneruskan aduan-aduan serta aspirasi serta usulan-usulan masyarakat ke para pimpinan BGN," terangnya.
Nama Uya Kuya dan sejumlah pejabat hingga Aparat Penegak Hukum (APH) belakangan ini memang ramai diperbincangkan di media sosial seiring meledaknya kasus korupsi MBG.
Isu liar ini mencuat tajam pasca Kejaksaan Agung secara resmi menetapkan status tersangka terhadap Kepala BGN Dadan Hindayana serta kedua wakilnya, Sonny Sanjaya dan Lodewyk Pusung, hanya sehari setelah ketiganya dicopot dari kursi pimpinan BGN. (*)