Populer Manado: Harga Minyak Curah Melambung hingga soal Bantuan Hukum Gratis untuk Masyarakat
Yeshinta Sumampouw June 12, 2026 10:22 AM

Antrean di sejumlah SPBU di Manado meningkat setelah harga Pertamax naik, sehingga sejumlah warga beralih menggunakan Pertalite.

Sementara itu, harga minyak curah melambung tinggi sehingga warga memburu MinyaKita di Pasar Bersehati Manado.

Di sisi lain, Ketua Umum DPN PERADI Prof. Otto Hasibuan memastikan bahwa masyarakat di Manado dapat memperoleh bantuan hukum secara gratis melalui PERADI Manado.

1. Antrean Meningkat di SPBU di Manado Pasca Kenaikan Pertamax, Sejumlah Warga Beralih ke Pertalite

Kenaikan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter membuat sebagian pengendara di Kota Manado beralih menggunakan Pertalite.

Pantauan Tribunmanado.com di sejumlah SPBU pada Kamis (11/6/2026) malam, antrean Pertalite mengalami peningkatan, terutama di SPBU Paal Dua, Kelurahan Dendengan Luar, Kecamatan Paal Dua.

Antrean terjadi pada kendaraan roda dua maupun roda empat.

Seorang pengendara sepeda motor, Anwar, mengaku sebelumnya lebih sering menggunakan Pertamax.

Namun, kenaikan harga hingga sekitar Rp4.000 per liter membuatnya beralih ke Pertalite.

Menurut dia, selisih harga yang cukup besar menjadi pertimbangan utama untuk mengurangi pengeluaran bahan bakar.

Anwar juga menilai terjadi peningkatan antrean Pertalite sejak pengumuman kenaikan harga Pertamax.

Sementara itu, area pengisian Pertamax yang sebelumnya ramai kini terlihat lebih lengang.

Kondisi serupa terlihat di SPBU Kairagi, tepatnya di depan Taman Makam Pahlawan Kairagi. 

Antrean kendaraan roda empat untuk mengisi Pertalite tampak mengular hingga belasan meter dari dispenser pengisian.

Baca selengkapnya

2. Melalui Peradi Manado, Prof Otto Hasibuan Pastikan Masyarakat Dapat Bantuan Hukum Gratis

Ketua Umum DPN Peradi sekaligus Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Otto Hasibuan, meresmikan Sekretariat Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Manado di Jalan Ring Road II, Kelurahan Kairagi Dua, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Kamis (11/6/2026).

Masyarakat kurang mampu di Kota Manado kini dapat memperoleh bantuan hukum gratis melalui Sekretariat Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Manado.

Sekretariat PBH tersebut telah diresmikan Ketua Umum DPN Peradi sekaligus Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Otto Hasibuan, di Jalan Ring Road II, Kelurahan Kairagi Dua, Kecamatan Mapanget, Kamis (11/6/2026).

Otto menjelaskan, Sekretariat PBH Peradi Manado merupakan kantor PBH Peradi ke-177 yang telah berdiri di Indonesia.

Melalui lembaga tersebut, Peradi mengambil peran dalam membantu masyarakat memperoleh layanan hukum secara cuma-cuma atau pro bono tanpa pungutan biaya bagi pencari keadilan yang membutuhkan pendampingan hukum.

Ia menegaskan, kehadiran PBH bertujuan membuka akses keadilan yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya mereka yang tidak mampu membayar jasa advokat.

Menurut Otto, akses terhadap keadilan tidak akan terwujud jika masyarakat tidak memiliki kesempatan memperoleh pendampingan hukum yang memadai.

Karena itu, PBH Peradi menghadirkan layanan bantuan hukum dengan melibatkan para advokat, termasuk advokat profesional, untuk mendampingi masyarakat yang menghadapi persoalan hukum.

Baca selengkapnya

3. Harga Minyak Curah Melambung Tinggi, Warga Buru Minyakita di Pasar Bersehati Manado

Warga Kota Manado mulai memburu MinyaKita menyusul melonjaknya harga minyak goreng curah.

Harga minyak goreng curah kini mencapai Rp22 ribu hingga Rp24 ribu per liter, jauh di atas harga Minyakita yang masih berada di kisaran Rp15.700.

Pantauan Tribunmanado.com di Pasar Bersehati, Kamis (11/6/2026) pagi, banyak warga datang khusus untuk mencari MinyaKita yang harganya masih lebih terjangkau dibanding minyak curah.

Salah seorang warga, Adis, mengaku sengaja mendatangi pasar untuk membeli MinyaKita setelah sebelumnya kesulitan mendapatkannya karena stok sempat kosong.

Menurut dia, kenaikan harga minyak curah menjadi alasan utama beralih ke MinyaKita. 

Selama ini ia menggunakan minyak curah karena selisih harganya tidak terlalu jauh dengan MinyaKita.

Namun, setelah harga minyak curah melonjak hingga Rp22 ribu sampai Rp24 ribu per liter, perbedaan harga dinilai cukup signifikan sehingga Minyakita menjadi pilihan yang lebih ekonomis.

Meningkatnya permintaan juga diakui para pedagang di Pasar Bersehati.

Baca selengkapnya

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.