TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ribuan calon peserta didik mengikuti Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Kota Bandung tahun ajaran 2026/2027, sehingga upaya pelayanan dan pendampingan bagi masyarakat terus diperkuat.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kota Bandung hingga Kamis (11/6/2026), tercatat sebanyak 17.843 calon peserta didik telah mengikuti SPMB dengan perincian 3.472 peserta jenjang SD dan 14.371 jenjang SMP.
"Sedangkan untuk sekolah yang membuka pendaftaran, seluruh SD berjumlah 269 sekolah dan SMP sebanyak 75 sekolah," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Saeful Gufron, Jumat (12/6/2026).
Asep mengatakan seluruh tahapan SPMB berjalan sesuai jadwal, tetapi fokus utama bukan memastikan proses seleksi berjalan sesuai ketentuan, tetapi memastikan masyarakat mendapatkan pendampingan.
Atas hal itu, kanal informasi, posko konsultasi terpadu, dan koordinasi lintas perangkat daerah disiapkan. Kemudian memperluas layanan konsultasi hingga tingkat kewilayahan dengan melibatkan camat sebagai titik awal layanan informasi.
"Pengumpulan camat bukan untuk pendaftaran, tetapi untuk konsultasi terkait proses SPMB agar masyarakat tidak terjadi miskomunikasi dalam pelaksanaan SPMB, sehingga masyarakat tidak langsung datang ke sekolah atau ke Dinas Pendidikan," katanya.
Upaya tersebut menunjukkan hasil positif karena jika dibandingkan tahun sebelumnya, intensitas konsultasi langsung yang masuk ke Dinas Pendidikan mengalami penurunan karena semakin banyak masyarakat yang telah memanfaatkan layanan daring yang tersedia.
"Alhamdulillah, dibandingkan dengan tahun sebelumnya, sekarang sudah menurun. Sebelumnya sangat ramai, sedangkan sekarang berkurang karena masyarakat banyak yang sudah terlayani secara daring atau online," ucap Asep.
Untuk mendukung pelayanan, Pemkot Bandung membuka sedikitnya tujuh kanal informasi yang dapat diakses masyarakat, mulai dari posko terpadu, layanan WhatsApp sekolah dan Disdik, media sosial, chatbox, dan layanan konsultasi yang disediakan pemerintah.
Hingga pertengahan Juni 2026, tercatat sudah ada 518 konsultasi yang ditangani Dinas Pendidikan, 124 konsultasi melalui Dinas Sosial, dan 895 layanan terkait administrasi kependudukan melalui Disdukcapil.
"Mayoritas berkaitan dengan verifikasi data dan kebutuhan informasi masyarakat yang dapat ditangani melalui mekanisme layanan yang telah disiapkan," ujarnya.
Layanan tersebut, kata dia, diperkuat dengan dukungan sedikitnya 15 petugas yang siaga setiap hari, didukung petugas chatbox, verifikator, operator sekolah, hingga Unit Layanan Disabilitas (ULD) yang secara khusus mendampingi peserta didik berkebutuhan khusus.
Selain memperluas akses layanan, Disdik Kota Bandung juga memastikan setiap pengaduan yang masuk mendapatkan tindak lanjut. Hingga saat ini tercatat ada 35 laporan masuk melalui kanal pengaduan resmi SPMB.
"Sebanyak 25 laporan telah diselesaikan, sementara sisanya masih dalam proses penanganan. Tingkat penyelesaian pengaduan sudah mencapai sekitar 71 persen," kata Asep.
Orang tua calon peserta didik, Cucu Darmawan, menilai sistem SPMB saat ini semakin memudahkan masyarakat karena sebagian besar proses dapat dilakukan secara daring tanpa harus datang langsung ke sekolah.
"Mudah-mudahan SPMB ke depan makin memudahkan, karena kita kan hanya di rumah, tidak ke sekolah, pengurusannya juga lebih fleksibel, lebih cepat sebetulnya. Asal penjelasannya itu sudah dipahami," ujar Cucu.
Sementara orangtua calon peserta didik lain, Marselina mengaku sempat menghadapi kendala saat melakukan proses pendaftaran, tetapi layanan posko menjadi ruang penyelesaian langsung bagi warga yang mengalami kendala teknis.
"Kebetulan saya mewakili ponakan saya. Jadi, setelah upload pendaftaran tidak bisa karena ada data yang tidak sesuai. Saya cek ke Disdukcapil ternyata sudah sesuai," kata Marselina.
Setelah ditelusuri dan dibantu petugas SPMB, sumber masalah ternyata berasal dari kesalahan input awal pada akun pendaftaran.
Kendala tersebut kemudian berhasil diselesaikan melalui bantuan petugas posko.(*)
Baca juga: Pendaftaran SPMB Kota Bandung 2026 SD dan SMP Tahap 1 Ditutup Hari Ini, Cek Peringkat Sementara