- Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, merespons pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyebut
perjanjian besar dengan Teheran segera ditandatangani.
Baghaei memberikan penjelasan terkait perkembangan negosiasi yang sedang berlangsung antara AS dan Iran.
Baghaei menegaskan belum ada keputusan akhir terkait potensi perjanjian dengan AS.
Dilansir dari Almayadeen, Baghaei menyebut laporan yang menyatakan kesepakatan antara Iran dan AS telah tercapai masih bersifat spekulatif, Jumat (12/6).
Menurut Baghaei, Iran belum mencapai posisi akhir maupun kesimpulan pasti terkait rancangan perjanjian yang sedang dibahas dengan AS.
Teheran mengakui draf nota kesepahaman telah memasuki tahap penyusunan lanjutan.
Meski demikian, Baghaei menyebut masih terdapat sejumlah hambatan yang mengganjal proses tercapainya kesepakatan.
Baghaei menilai kendala utama dalam perundingan adalah perubahan sikap dan pernyataan yang saling bertentangan dari pihak AS.
Dengan kondisi tersebut, Baghaei menegaskan Iran tak akan menunjukkan fleksibilitas terhadap garis merah dan prinsip yang tidak dapat dinegosiasikan.
Baghaei bahkan menuding AS berupaya menambahkan isu-isu baru dalam proses negosiasi.
Iran menegaskan tidak akan tunduk pada tekanan maupun mengubah posisi intinya.
Baghaei juga membantah klaim yang menyebut Iran terpengaruh oleh ancaman dan tekanan dari AS.
Sebelumnya, Trump mengaku telah membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran.
Dalam klaimnya, Trump menyebut negosiasi yang berlangsung dengan Iran telah mencapai kemajuan signifikan.