Beda Reaksi Ketua DPRD Jatim dan Jateng yang Dicatut di Korupsi MBG: Tak Kenal Sony, Mau Beri Hadiah
Musahadah June 12, 2026 11:32 AM

 

SURYA.CO.ID - Nama Ketua DPRD Jatim Musyafak Rouf dan Ketua DPRD Jateng Sumanto sama-sama dicatut dalam kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Sony merupakan mantan wakil kepala Badan Gizi Nasional (BGN), yang menjadi salah satu tersangka kasus dugaan korupsi MBG.

Selain Sony, Kejaksaan Agung telah menetapkan dua tersangka lainnya, yakni mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana, dan mantan wakilnya, Lodewyk Pusung.

Belakangan, Kejagung menetapkan satu tersangka baru, yakni  Asep Yusuf Soemantri, yang diketahui sebagai orang kepercayaan Sony Sonjaya.

Baca juga: Nasib Pengajuan JC Sony Sonjaya Usai Asep Yusuf Somantri Jadi Tersangka, Penyetor Uang Korupsi MBG

Dalam kasus itu, Sony mengajukan diri menjadi Justice Collaborator (JC) atau tersangka kasus korupsi yang bersedia bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk membongkar suatu kejahatan yang lebih besar atau terorganisasi.

Nama Sumanto tidak disebut secara eksplisit atau secara gamblang dalam pesan berantai yang ramai di media sosial tersebut.

Ia hanya diungkapkan jabatannya saja bersama ketua DPRD Jatim.  

Berikut klarifikasi dan sosok keduanya: 

Sumanto Akui Tak Kenal Sony Sonjaya 

Meskipun tidak disebut secara langsung, Sumanto tetap membantah bahwa dirinya terlibat dalam pusaran kasus dugaan korupsi proyek strategis nasional itu.

“Bagaimana mau terlibat, pelaksanaan program MBG merupakan kewenangan pemerintah pusat melalui lembaga yang ditunjuk,” kata Sumanto kepada Tribun Jateng, Rabu (10/6/2026).

Sumanto menyatakan, tudingan yang menyebut dirinya ikut mengatur atau terlibat dalam penentuan titik SPPG tersebut tidak memiliki dasar.

“Informasi yang beredar itu sama sekali tidak benar. Soal MBG kan sepenuhnya kewenangan pusat. Saya juga tidak kenal dengan Pak Sony Sonjaya," kata Sumanto.

Dia juga mengaku terkejut ketika jabatan ketua DPRD Jateng ikut dikaitkan dengan kasus yang saat ini menjadi perhatian publik tersebut.

Ia mengungkap, penyebutan jabatannya dalam berbagai unggahan media sosial maupun pesan berantai tidak berdasar pada fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Tuduhan yang diarahkan ke saya  hanya sebatas spekulasi yang berkembang tanpa disertai bukti yang jelas," klaimnya.

Sumanto menyatakan, tidak pernah sama sekali berkomunikasi maupun memiliki hubungan kerja dengan Sony Sonjaya.

“Saya tegaskan sekali lagi, saya tidak terlibat dan tidak mengenal yang bersangkutan. Tidak pernah berhubungan atau terlibat dalam urusan dengan kasus tersebut,” sambungnya.

Alasan berikutnya, tugasnya sebagai ketua DPRD Jawa Tengah pada dasarnya memiliki fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan daerah.

Sementara program MBG merupakan program nasional yang menjadi kewenangan pemerintah pusat.

DPRD provinsi tidak memiliki peran dalam menentukan titik maupun pengelolaan teknis program tersebut.

Meski demikian, ia menghormati proses hukum yang sedang berlangsung terkait dugaan korupsi program MBG . “Biarkan aparat bekerja secara profesional berdasarkan fakta dan alat bukti yang ada,” terang politikus PDIP tersebut.

Siapakah Sumanto? 

Sumanto adalah Ketua DPRD Jawa Tengah (Jateng) dari Fraksi PDIP. 

Sebelum menjadi politisi ternama, Sumanto pernah melakoni pekerjaan sebagai sales jamu hingga pengacara. 

Sebelum menduduki kursi Ketua DPRD Jateng, Sumanto menjabat sebagai Ketua Komisi B DPRD Jateng. Ia resmi dilantik menggantikan Bambang Kusriyanto yang wafat. 

Musyafak Rouf Tantang Beri Hadiah

BANTAH - Ketua DPRD Jatim Musyafak Rouf saat ditemui di Gedung DPRD Jatim, Selasa (9/6/2026). Musyafak membantah ia terlibat dalam persoalan sengkarut MBG yang menjerat mantan pimpinan BGN.
BANTAH - Ketua DPRD Jatim Musyafak Rouf saat ditemui di Gedung DPRD Jatim, Selasa (9/6/2026). Musyafak membantah ia terlibat dalam persoalan sengkarut MBG yang menjerat mantan pimpinan BGN. (Surya.co.id/Yusron Naufal Putra)

Bantahan juga disampaikan Musyafak Rouf. 

Musyafak Rouf memastikan dirinya sama sekali tidak pernah bersinggungan dengan program andalan Presiden Prabowo Subianto tersebut.

"Cari satu aja kalau ada tak kasih hadiah. Saya enggak ada sama sekali, gak punya MBG," ujar Musyafak dengan nada menantang pihak-pihak yang menyebarkan rumor.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tata kelola program tersebut sepenuhnya berada di bawah otoritas pemerintah pusat.

"Masalah MBG itu, gak tahu sama sekali sehingga tidak mau komentar. Kan itu kewenangan di pusat. Tata kelola dan mekanismenya seperti apa, kami tidak pernah dilibatkan dan juga tidak pernah diajak rembukan terkait dengan MBG itu," pungkasnya.

Di luar isu viral tersebut, bagaimana sebenarnya rekam jejak dan profil dari Ketua DPRD Jatim ini? Berikut ulasan lengkap mengenai sosok, karier politik, hingga rincian harta kekayaannya.

Siapakah Musyafak Rouf?

Lahir di Surabaya pada 17 Agustus 1964, pria yang memiliki nama lengkap Muhammad Musyafak Rouf ini merupakan figur politikus yang sudah sangat berpengalaman di wilayah Jawa Timur, khususnya Kota Pahlawan.

Musyafak mengenyam pendidikan menengah di SMA Wahid Hasyim sebelum akhirnya melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi di Universitas Sunan Giri Surabaya. Ia berhasil meraih gelar Strata 1 (S1) dari universitas tersebut pada tahun 1990.

Kiprah politik Musyafak Rouf di tingkat daerah terbilang cukup cemerlang.

Ia tercatat pernah menduduki posisi strategis sebagai Ketua DPRD Kota Surabaya untuk periode 2004–2009.

Selain berkarier di parlemen, ia juga dipercaya memimpin partai di tingkat daerah dengan menjabat sebagai Ketua DPC PKB Kota Surabaya selama delapan tahun, tepatnya pada periode 2017–2025.

Pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024, Musyafak memutuskan maju sebagai calon anggota legislatif untuk tingkat provinsi melalui Daerah Pemilihan (Dapil) Jatim I yang meliputi wilayah Kota Surabaya. Dalam kontestasi tersebut, ia sukses meraup dukungan sebanyak 60.951 suara sah.

Kesuksesan meraih suara ini membawanya resmi dilantik sebagai anggota DPRD Jawa Timur periode 2024–2029 pada 31 Agustus 2024, di mana ia kemudian dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua DPRD Jatim. (tribun jateng)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.