Bawa 5 Tuntutan, Ribuan Massa BEM UI Bergerak Menuju Bundaran HI Jakarta 
Hironimus Rama June 12, 2026 01:14 PM

Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnumasy 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEJI - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) bersiap menggelar aksi bertajuk ‘Menuju Indonesia Bangkrut’ pada Jumat (12/6/2026).

Pantauan TribunnewsDepok.com, massa mulai berkumpul di Lapangan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI pada pukul 09.00 WIB.

Beberapa mahasiswa tampak membuat spanduk bertuliskan berbagai aspirasi dan tuntutan.

Baca juga: Bawa Isu Indonesia Bangkrut, Ribuan Massa BEM UI Konvoi Kopaja ke Bundaran HI

“Gibran Raka Bullshit, #MenujuIndonesiaBangkrut, Rupiah Turun Prabowo Kapan?” tulis pada spanduk.

Kepala Departemen Aksi dan Propaganda BEM UI Albani Ilmi menjelaskan, massa yang berjumlah sekitar 1.000 orang direncanakan bergerak menuju Bundaran HI untuk menggelar aksi unjuk rasa.

Keberangkatan dijadwalkan dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB. Adapun aksi akan dimulai setelah waktu salat Jumat guna menghormati massa yang beribadah.

Albani menjelaskan ada ​5 tuntutan utama yang dibawa, sebagai berikut: 

​1. Meminta pemerintah menghentikan pemborosan anggaran APBN.

2. Menuntut penurunan harga BBM dan harga kebutuhan pokok.

​3. Meminta pemerintah memberhentikan program-program populismenya seperti MBG (Makan Bergizi Gratis) dan Koperasi Desa Mawar Putih.

4. ​Menuntut penghentian militerisme di ranah sipil.

5. Meminta Presiden Prabowo Subianto untuk mengakui kesalahan dan menyadari kekeliruan yang telah terjadi.

“Kami melihat bahwa dari sektor fiskal, moneter, dan pasar modal ini, Indonesia sedang menuju krisis ekonomi,” kata Albani.

Albani menilai bahwa Indonesia sedang menuju krisis ekonomi dan berada dalam kondisi bahaya, yang dilihat dari tiga sektor utama: fiskal, moneter, dan pasar modal.

BEM UI menuntut agar pemerintah segera mengakui dan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang telah terjadi.

Aksi kali ini ditegaskan bukan sebagai akhir, melainkan sebagai langkah awal untuk memantik semangat perjuangan, pergerakan, serta menyadarkan masyarakat mengenai kondisi bangsa saat ini. (m38)



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.