Setelah Carut Marut Pengelolaan Dapur MBG di Wonogiri, Sejumlah SPPG Kini Kembali Beroperasi
Candra Isriadhi June 12, 2026 01:44 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kabar baik datang dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Sebanyak 12 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang sebelumnya menghentikan operasional sementara kini telah kembali beroperasi dan menyalurkan makanan kepada para penerima manfaat.

Sebelumnya, tercatat ada 28 dapur MBG di Wonogiri yang tidak beroperasi akibat sejumlah kendala yang dihadapi di lapangan.

MENU MBG - Ilustrasi distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Wonogiri beberapa waktu lalu.
MENU MBG - Ilustrasi distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Wonogiri beberapa waktu lalu. (TribunSolo.com/Erlangga Bima Sakt)

Penghentian layanan tersebut dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari perbaikan instalasi pengolahan air limbah (IPAL), belum cairnya dana operasional dari pemerintah pusat, hingga penghentian sementara menyusul adanya kasus keracunan makanan.

Wakil Bupati Wonogiri, Imron Rizkyarno, mengatakan sebagian dapur yang sempat berhenti kini sudah kembali menjalankan aktivitas pelayanan seperti biasa.

Menurut informasi yang diterimanya, belasan dapur MBG telah kembali beroperasi setelah sejumlah kendala berhasil diselesaikan.

Baca juga: 3 Perusahaan Giorgio Antonio Pacar Sarwendah yang Ngaku CEO, Jual Parfum Lokal, Ada yang Bangkrut

"Informasi yang saya terima, 12 dapur sudah beroperasional lagi," katanya, Rabu (11/6/2026).

Imron menjelaskan, salah satu hambatan terbesar yang menyebabkan operasional dapur terhenti adalah belum cairnya dana operasional yang dibutuhkan untuk menjalankan program.

Akibat kondisi tersebut, pengelola dapur tidak dapat melanjutkan pelayanan karena harus menunggu pencairan anggaran dari pemerintah.

Namun kini, sebagian dana yang sebelumnya tertahan telah berhasil dicairkan sehingga kegiatan distribusi makanan dapat kembali berjalan normal.

DAPUR MBG - Ilustrasi Satuan Penyelenggara Program Gizi (SPPG) di daerah. SPPG di Kabupaten Bandung Barat kena suspend BGN karena pengelolanya joget dapat Rp 6 juta per hari.
DAPUR MBG - Ilustrasi Satuan Penyelenggara Program Gizi (SPPG) di daerah. SPPG di Kabupaten Bandung Barat kena suspend BGN karena pengelolanya joget dapat Rp 6 juta per hari. (Dok./Kementerian PPN/Bappenas)

"Virtual account yang sebelumnya belum dapat, ini sudah cair. Setelah cair, sudah bisa jalan. Kalau belum kan tidak boleh nomboki," kata dia.

Selain persoalan pendanaan, beberapa dapur MBG juga sempat dihentikan sementara karena adanya kendala teknis yang berkaitan dengan bio IPAL atau sistem pengolahan limbah.

Meski demikian, berbagai persoalan tersebut secara bertahap mulai teratasi.

Dengan kembali beroperasinya 12 dapur MBG, pemerintah daerah berharap pelayanan kepada para penerima manfaat dapat terus berjalan lancar sembari menunggu dapur-dapur lainnya menyelesaikan proses perbaikan dan penyesuaian yang masih diperlukan.

Pemkab Wonogiri juga terus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan program agar layanan Makan Bergizi Gratis dapat berjalan sesuai standar dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Baca juga: Mengenang Olivia Dewi, Model Meninggal Kecelakaan Nissan Juke, Ternyata Kakak Aktor, Ziarah ke Makam

BGN Kaji Pembatasan Jumlah Dapur MBG

Di sisi lain, Badan Gizi Nasional (BGN) dikabarkan tengah mengkaji kebijakan pembatasan jumlah dapur MBG di setiap kecamatan.

Wacana tersebut berpotensi memengaruhi kebutuhan dapur di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Wonogiri.

Menanggapi rencana tersebut, Imron menilai jumlah dapur sebaiknya tetap disesuaikan dengan kebutuhan penerima manfaat di lapangan.

Menurut Imron, satu dapur idealnya melayani maksimal 3.000 porsi makanan. 

Karena itu, apabila jumlah penerima manfaat melebihi kapasitas yang tersedia, penambahan dapur tetap perlu dipertimbangkan.

"Analisa saya, per dapur maksimal 3.000 porsi. Kalau kebutuhan dapur lebih dari enam, mungkin bisa jadi perhatian BGN. Misal kebutuhannya lebih dari enam, sepertinya sulit dibebankan ke dapur yang ada. Analisa saya, disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Mungkin ya," jelasnya.

(Tribunnewsmaker.com/TribunSolo.com/Erlangga Bima Sakti)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.