Kritik BEM UI untuk Pemerintahan Prabowo Subianto : Negara Dibawa Menuju Indonesia Bangkrut
Ardhi Sanjaya June 12, 2026 03:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar aksi unjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia, pada Jumat (12/6/2026).

Berdasarkan informasi dari Departemen Aksi dan Propaganda BEM UI, aksi tersebut dimulai pukul 13.00 WIB. 

Ada lima poin tuntutan yang akan ditegaskan mahasiswa dalam demo pada hari ini. 

Kelimanya yakni: 

  • Setop pemborosan APBN. 
  • Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM. 
  • Hentikan program MBG dan Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. 
  • Hentikan militerisme di ranah sipil.
  • Meminta Presiden Prabowo berhenti mengelak dan akui kesalahan pemerintah.

Ketua BEM UI Kritik Pemerintah

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Yatalathof Ma’shum Imawan, mengkritik klaim pemerintah terkait pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang selama ini disampaikan pemerintah tidak dirasakan secara nyata oleh masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Yatalathof dalam program Sapa Indonesia Pagi KompasTV, Jumat (12/6/2026), menjelang aksi demonstrasi mahasiswa bertajuk “Menuju Indonesia Bangkrut” yang akan digelar di Jakarta.

“Kita mahasiswa sebagai salah satu bagian dari rakyat, kita menganggap kenyataan yang kita hadapi sekarang ini adalah ekonomi hanya tumbuh di atas kertas saja. Tetapi di meja makan rakyat, tidak ada yang berubah sama sekali. Baik itu harga beras naik dan juga bahan pokok lainnya, lapangan kerja makin menyempit dan juga rakyat makin dihajar oleh pajak,” kata Althof.

Ia juga menuding pemerintah lebih fokus pada pencitraan dibanding menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Dan pemerintah hanya sibuk memoles citra, hanya sibuk mengumumkan data-data kosmetik sambil membagikan proyek kepada kroni-kroninya,” lanjutnya.

Menurut Althof, kesempatan bagi pemerintah untuk melakukan perbaikan sebenarnya sudah terbuka sejak lama. Namun, ia menilai pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka justru menunjukkan arah kepemimpinan yang tidak sesuai harapan masyarakat.

“Arah negara tidak dibawa menuju Indonesia Emas, melainkan menuju Indonesia bangkut. Baik itu bangkrut secara demokrasinya, secara ekonominya, dan secara moral kepemimpinan,” ucap Althof.

Atas dasar itu, ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dijadwalkan turun ke jalan untuk menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah.

Althof menjelaskan massa aksi akan berangkat dari Kampus UI Depok sekitar pukul 10.00 WIB. Mereka akan bergabung dengan mahasiswa dari sejumlah kampus lain sebelum bergerak menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.

“Untuk berangkatnya kita nanti akan dari UI pukul 10 pagi, nanti kita akan naik Kopaja bersama juga dengan BEM Universitas Pancasila, BEM PNJ (Politeknik Negeri Jakarta) serta ada Kawan-kawan BEM lain yang bergerak sendiri ada ITB, dan nanti kemungkinan ada UIN untuk langsung ke Bundaran HI (Hotel Indonesia),” ungkap Althof.

Ia menambahkan, massa diperkirakan tiba di lokasi sekitar pukul 11.00 WIB. Setelah menunaikan salat Jumat, para mahasiswa akan melanjutkan aksi dengan long march menuju titik demonstrasi.

“Perkiraan nanti akan sampai jam 11 sebelum Jumatan, nanti kita akan Jumatan dulu baru kita longmarch langsung ke Bundaran HI.”

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.