Kunci Jawaban T1.1.2.a. Aktivitas 2.a Mengeksplorasi Memahami Keragaman Melalui Studi Kasus Doni
Siti Umnah June 12, 2026 03:27 PM

SRIPOKU.COM - Dalam perjalanan menyelesaikan modul program Diklat Pendidikan Inklusif Tingkat Dasar, Bapak dan Ibu Guru akan dihadapkan pada berbagai studi kasus riil yang sering terjadi di dalam kelas. 

Salah satunya adalah memahami perilaku murid yang memiliki energi berlebih.

Baca juga: Kunci Jawaban T1.1.3. Aktivitas 3 Memperkaya Pemahaman Menyimak Bacaan, Memahami Ragam Siswa ABK

Melalui aktivitas ini, peserta diklat diajak merefleksikan karakter murid bernama Doni, seorang anak yang tampak gelisah dan sulit diam, namun memiliki potensi besar pada hal yang disukainya. 

Referensi jawaban di bawah ini dapat Bapak/Ibu Guru gunakan sebagai inspirasi dalam mengisi lembar refleksi pada LMS (Learning Management System).

Pertanyaan Refleksi Studi Kasus Doni dan Kunci Jawaban

Berikut adalah draf pertanyaan beserta rekomendasi jawaban mendalam untuk melengkapi tugas Aktivitas 2.a:

1. Apakah Bapak dan Ibu Guru pernah menemui murid seperti Doni, yang tampak gelisah, sulit diam, tetapi sangat antusias ketika melakukan hal yang ia sukai?

Jawaban :

Ya, saya pernah menemui murid dengan karakteristik seperti Doni. Murid tersebut terlihat sulit duduk tenang dalam waktu lama, sering bergerak, dan mudah teralihkan perhatiannya saat pembelajaran satu arah. Namun, ketika diberikan kegiatan yang menarik minatnya—seperti menggambar, bermain peran, praktik langsung, atau permainan edukatif—ia mampu fokus dalam jangka waktu yang lebih lama dan menunjukkan semangat belajar yang sangat tinggi.

 2. Apa yang kira-kira dirasakan Doni saat terus ditegur karena tidak bisa duduk diam, padahal ia sendiri belum tentu mengerti kenapa tubuh dan pikirannya terus bergerak?

Jawaban :

Kemungkinan besar Doni merasa bingung, sedih, kecewa, bahkan frustrasi karena tindakan alaminya sering dianggap sebagai perilaku nakal atau tidak disiplin oleh lingkungan sekitar. Ia mungkin sebenarnya memiliki keinginan kuat untuk mengikuti aturan kelas, tetapi mengalami kesulitan biologis atau psikologis dalam mengendalikan dorongan tubuh dan pikirannya untuk terus aktif bergerak.

3. Apakah kita pernah mencoba lebih bukan untuk mengatur tetapi untuk memahami apa yang sebenarnya Doni butuhkan?

Jawaban :

Sebagai guru, saya menyadari perlunya berusaha lebih dekat dengan murid seperti Doni. Langkah yang harus diambil bukan sekadar mendikte atau memberikan larangan kaku, melainkan mengamati pola perilakunya, mengajaknya berbicara secara personal dari hati ke hati, serta membangun komunikasi yang intens dengan orang tua demi memahami kebutuhan kinestetik atau emosional anak yang sebenarnya.

Kesimpulan Refleksi Pembelajaran

Dari studi kasus Doni, saya belajar bahwa rasa empati memegang peranan yang sangat krusial dalam mendampingi murid di kelas inklusif. Setiap anak dilahirkan dengan tantangan perkembangan dan potensi unik yang berbeda-beda.

Sebagai seorang pendidik, tugas utama kita bukan hanya mentransfer materi pelajaran secara searah, melainkan memahami kondisi psikologis dan fisik murid agar dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif bagi semua anak.

Tips Implementasi untuk Guru di Kelas:

Untuk menghadapi murid dengan karakteristik kinestetik tinggi seperti Doni, Bapak dan Ibu Guru dapat mencoba menerapkan strategi pembelajaran berdiferensiasi produk atau proses.

Berikan ia peran aktif di kelas, misalnya membantu guru membagikan lembar kerja, atau selipkan aktivitas ice breaking berbasis gerakan fisik di tengah-tengah pemaparan materi agar energinya tersalurkan secara positif.***

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.