TRIBUNJAMBI.COM - Aksi demo mahasiswa yang menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026), mendapat dukungan dari sejumlah relawan yang mendirikan posko logistik di sekitar lokasi.
Di tengah teriknya cuaca, beberapa posko dadakan tampak dipenuhi ribuan botol air mineral, makanan ringan, hingga perlengkapan medis untuk membantu peserta aksi.
Pantauan Tribunnews.com, suasana di posko berlangsung cukup ramai. Hampir setiap beberapa menit terlihat pengemudi ojek online maupun kendaraan pribadi datang mengantarkan makanan, minuman, dan kebutuhan logistik lainnya.
Menariknya, bantuan tersebut datang secara sukarela tanpa adanya daftar resmi para donatur.
Selain menyediakan logistik, para relawan juga memasang poster bernada kritik terhadap pemerintah.
Salah satu poster bertuliskan:
"Snack gratis dari rakyat untuk rakyat. Beneran gratis, nggak pakai uang pajakmu."
Baca juga: Kelas Menengah Terhimpit Ekonomi, Ketua Komisi XI DPR Minta Pemerintah Jangan Tambah Beban Pajak
Baca juga: 5 Tuntutan Mahasiswa ke Prabowo Saat Demo di Bundaran HI, Kemenko Polkam Buka Suara
Zaskia Adya Mecca Turut Siapkan Ambulans
Artis Zaskia Adya Mecca juga terlihat berada di lokasi untuk memberikan dukungan kepada mahasiswa.
Ia mengatakan pihaknya telah menyiapkan kebutuhan medis, mulai dari obat-obatan, tenaga kesehatan, hingga ambulans yang disiagakan di sejumlah titik.
"Alhamdulillah setiap ada kiriman makanan dan minuman, kami juga tidak tahu dari siapa. Yang jelas kami ingin mendukung adik-adik mahasiswa dengan menyediakan logistik," ujar Zaskia.
Selain itu, tiga unit ambulans juga telah disiapkan untuk mengantisipasi apabila terdapat peserta aksi yang membutuhkan pertolongan medis.
"Kami membawa tiga ambulans lengkap dengan tenaga medis dan obat-obatan. Ambulans ditempatkan di titik-titik strategis agar bila ada keadaan darurat bisa langsung menuju rumah sakit," jelasnya.
Mahasiswa Mengaku Dihadang Polisi
Sebelumnya, rombongan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) mengaku sempat dihalangi aparat kepolisian saat hendak menuju Bundaran HI melalui kawasan Semanggi, Jakarta Selatan.
Ketua BEM Fakultas Hukum UI, Anandaku Dimas Rumi Chattaristo, mengatakan akses menuju Jalan Sudirman ditutup menggunakan barikade, kendaraan taktis, serta pembatas jalan.
Namun, aparat meminta massa memindahkan lokasi unjuk rasa ke kawasan Gedung DPR/MPR atau Patung Kuda.
Mahasiswa sempat meminta akses menuju Bundaran HI dibuka. Namun permintaan tersebut tidak dipenuhi sehingga sempat terjadi aksi saling dorong dengan petugas.
"Kami sempat meminta jalan dibuka, tetapi tidak diberikan. Bahkan sempat terjadi dorong-dorongan," katanya.
Meski demikian, sekitar 700 mahasiswa yang datang menggunakan 14 bus tetap berupaya menuju Bundaran HI dengan berjalan kaki.
"Kami akan terus berusaha menuju Bundaran HI. Kami berharap polisi menghormati hak konstitusional kami untuk menyampaikan pendapat," tegas Dimas.
Polisi Alihkan Lokasi Aksi
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan pengalihan lokasi dilakukan demi menjaga kelancaran aktivitas masyarakat di kawasan Bundaran HI yang merupakan pusat kegiatan ekonomi dan perkantoran.
Menurutnya, kepolisian telah berkoordinasi dengan panitia aksi agar demonstrasi dipindahkan ke kawasan Patung Kuda atau depan Gedung DPR/MPR.
"Kami sudah berkomunikasi agar titik aksi dialihkan ke Patung Kuda ataupun depan DPR/MPR sehingga aspirasi tetap bisa disampaikan dan tetap mendapat perlindungan sesuai undang-undang," kata Budi.
Ia menambahkan, kepolisian juga menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional menyesuaikan perkembangan kondisi di lapangan.
Masyarakat diimbau memantau informasi terbaru melalui media sosial Direktorat Lalu Lintas maupun Polda Metro Jaya sebelum melintas di kawasan pusat Jakarta.