TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Warga Desa Patikraja, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas digegerkan dengan penemuan dua perempuan meninggal di sebuah rumah di RT 01 RW 10, Jumat (12/6/2026) sekira pukul 07.00.
Korban adalah dua perempuan berinisial AA (18) dan Kartinah (81).
Kecurigaan seorang tetangga terhadap lampu rumah yang masih menyala sejak pagi hari mengungkap peristiwa tragis yang menggemparkan warga.
Dari rumah milik Kartinah, lansia berusia 81 tahun, warga menemukan seorang perempuan muda dalam kondisi bersimbah darah di dalam rumah.
Sementara Kartinah yang sempat dicari-cari ditemukan meninggal di dalam sumur yang berada di area rumah tersebut.
Baca juga: Pemkab Banyumas Cetak Rekor, Raih Opini WTP 15 Kali Berturut-turut dari BPK RI
• Penutupan Jembatan Serayu Banyumas Diprediksi Picu Lonjakan Kendaraan di Jalur Alternatif
Peristiwa itu pertama kali diketahui Sudarno (73), tetangga korban yang tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian.
Menurut Sudarno, sejak pagi hari dirinya merasa ada sesuatu yang tidak biasa dari rumah Kartinah.
"Awalnya saya tidak tahu siapa yang ada di dalam rumah."
"Saya curiga karena sudah pagi, sekira pukul 06.30 lampu rumah masih menyala," ujar Sudarno.
Rasa penasaran itu membuatnya meminta warga yang berada di belakang rumah mengecek kondisi Kartinah.
Saat diperiksa, rumah dalam keadaan terkunci rapat dari dalam.
"Setelah ditengok, rumah masih terkunci. Kami ketuk-ketuk tidak ada yang menyahut," katanya.
Karena tidak mendapat respons dari penghuni rumah, Sudarno kemudian mengusulkan agar keluarga korban membuka paksa pintu rumah.
"Saya punya ide, coba didongkel saja pintunya. Tapi yang mendongkel harus keluarganya, jangan tetangga," ujarnya.
Pintu rumah akhirnya dibuka oleh adik Kartinah.
Setelah pintu terbuka, warga justru menemukan seorang pria bernama Doni berada di dalam rumah.
Doni adalah cucu dari Kartinah.
"Yang ada di dalam rumah itu Doni. Dia sedang tiduran," kata Sudarno.
Saat ditanya mengenai keberadaan neneknya, Doni justru mengaku tidak mengetahui.
"Saya tanya, 'Nenekmu di mana?' Dia bilang tidak tahu," ujar Sudarno.
Bahkan menurutnya, Doni meminta warga untuk mencari sendiri keberadaan Kartinah.
Di tengah upaya pencarian itu, warga dikejutkan dengan penemuan seorang perempuan muda dalam kondisi mengenaskan di dalam rumah dengan kondisi leher berdarah.
Dia tidak mengenali identitas perempuan tersebut.
"Saya tidak tahu siapa. Mungkin pacarnya atau siapanya Doni, saya tidak mengerti."
"Yang jelas bukan penghuni rumah ini," ujarnya.
Menurut perkiraannya, usia perempuan tersebut tidak jauh berbeda dengan Doni yang diperkirakan berusia sekira 24 tahun.
Meski berada di lokasi, Sudarno tidak melihat secara detail kondisi korban perempuan karena tidak tega.
"Saya tidak tega melihat orang seperti itu," katanya.
Kecurigaan warga semakin menguat setelah Doni terus mengaku tidak mengetahui keberadaan Kartinah.
"Saya tanya lagi, 'Nenekmu ke mana?' Dia tetap bilang tidak tahu," katanya.
Warga kemudian mengingatkan Doni bahwa dirinya dapat menjadi saksi penting dalam peristiwa tersebut.
"Saya bilang, 'Kamu nanti jadi saksi utama kalau ada apa-apa'," ujarnya.
Namun tidak lama kemudian, Doni justru berusaha meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor.
"Motor sudah dibawa keluar," kata Sudarno.
Baca juga: Jelang Ditutup 45 Hari, Jembatan Serayu Banyumas Diuji Coba Besok
• Polresta Banyumas Ringkus Perampas 8 HP Remaja di Sokaraja, Satu Rekannya Masih Diburu
Melihat hal itu, dia sempat meminta warga untuk mencabut kunci kontak kendaraan Doni agar tidak melarikan diri.
"Saya suruh cabut kontaknya saja supaya tidak kabur. Ini saksi utama," ujarnya.
Akan tetapi upaya tersebut tidak berhasil.
Menurut Sudarno, Doni langsung memacu kendaraannya dan melarikan diri dari lokasi kejadian.
"Dia langsung tancap gas menggunakan motor. Sampai menabrak pasangan suami istri (pasutri) yang ada di depan pintu rumah, lalu kabur ke arah timur," katanya.
Setelah Doni melarikan diri, warga akhirnya memutuskan melapor kepada pihak kepolisian.
Saat polisi dan warga berada di lokasi, keberadaan Kartinah masih belum diketahui.
Pencarian terus dilakukan hingga akhirnya seorang warga melihat sesuatu yang mencurigakan di area sumur.
"Ada yang melihat seperti kaki nongol dari sumur," katanya.
Polisi kemudian melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan proses evakuasi dan ternyata Kartinah ada di dalam sumur.
Kartinah ditemukan dalam kondisi sudah meninggal.
Sudarno menuturkan, selama ini Kartinah tinggal seorang diri di rumah tersebut.
"Biasanya yang tinggal di rumah itu hanya Kartinah," katanya.
Sementara Doni diketahui tidak menetap di rumah neneknya.
Dia menyebut, Doni telah memiliki istri yang tinggal di Kedungrandu.
"Kalau perempuan yang ditemukan itu saya tidak tahu siapa," katanya.
Dalam keterangannya, dia juga menuturkan bahwa Doni pernah tersangkut kasus hukum dan menjalani hukuman penjara.
"Katanya dulu pernah dipenjara karena memukul seseorang yang berhubungan dengan istrinya," ujarnya.
Saat ini keberadaan Doni masih belum tahu dimana karena meninggalkan lokasi sesaat setelah peristiwa tersebut terungkap.
Terpisah, Kapolsek Patikraja, AKP Eko Sutanto mengatakan, pihaknya bersama tim Inafis Polresta Banyumas langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari warga.
"Ini masih dalam penyelidikan," ujar AKP Eko Sutanto.
Dia menjelaskan, korban AA ditemukan di dalam sebuah ruangan yang tidak digunakan sebagai kamar tidur.
"AA ditemukan di posisi sudah di sebuah kamar, tapi tidak dipakai, mungkin seperti gudang," jelasnya.
Sementara itu, korban K ditemukan berada di dalam sumur yang ada di lingkungan rumah tersebut.
"Sehingga kami harus mengevakuasi dengan minta tolong dari SAR Unit Banyumas," katanya.
Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan mengungkap penyebab pasti kematian kedua korban serta mengumpulkan berbagai barang bukti di lokasi kejadian.
Terkait identitas lengkap korban AA, polisi juga masih melakukan pendalaman.
"Anggota yang di lapangan masih mengumpulkan bukti-bukti maupun identitas yang lain," ujar AKP Eko. (*)