3 Contoh Naskah Tausiah atau Ceramah Agama Tema Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H
Lisma Noviani June 12, 2026 06:32 PM

TRIBUNSUMSEL.COM -- Tahun baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah bertepatan pada 16 Juni 2026 dan menjadi hari libur nasional.

Umat Islam dianjurkan dalam menyambut tahun baru Islam tidak dengan hura-hura apa lagi pesta. Melainkan kita diajak untuk bermuhasabah diri.

Dalam suasana tahun baru ini, biasanya digelar kegiatan keagamaan salah satunya kegiatan tausiah atau ceramah agama. 

Berikut dihadirkan tiga contoh naskah tausiah yang cocok untuk memaknai dan mengambil hikmah dari Tahun Baru Islam  1 Muharram 1448 H.


CONTOH TAUSIAH TAHUN BARU ISLAM (1)

Tema: Muhasabah Diri, Menjadi Lebih Baik di Tahun yang Baru

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahi rabbil 'alamin. Segala puji hanya milik Allah SWT yang telah melimpahkan nikmat iman, Islam, kesehatan, dan kesempatan kepada kita sehingga pada hari ini kita masih dapat berkumpul dalam suasana penuh keberkahan menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan seluruh umat beliau yang istiqamah mengikuti sunnah hingga akhir zaman.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Setiap kali memasuki tahun baru Hijriah, kita sering disibukkan dengan berbagai harapan dan target yang ingin dicapai pada masa mendatang. Namun sebelum berbicara tentang masa depan, Islam mengajarkan kita untuk terlebih dahulu melihat ke belakang, melakukan evaluasi dan perenungan terhadap perjalanan hidup yang telah kita lalui. Inilah yang disebut dengan muhasabah, yaitu mengoreksi dan menilai diri sendiri sebelum kelak kita dihisab oleh Allah SWT.

Allah SWT berfirman:

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok."
(QS. Al-Hasyr: 18)

Ayat ini mengingatkan bahwa seorang mukmin harus memiliki kebiasaan mengevaluasi dirinya. Kita perlu bertanya kepada diri sendiri, selama setahun yang telah berlalu, apa saja yang sudah kita lakukan? Amal baik apa yang telah bertambah? Dosa apa yang masih sering kita lakukan? Kesempatan apa yang telah kita sia-siakan?

Hadirin yang berbahagia,

Satu tahun terakhir tentu telah menghadirkan banyak cerita dalam kehidupan kita. Ada yang memperoleh keberhasilan dalam pekerjaan, usaha, pendidikan, dan keluarga. Ada pula yang menghadapi ujian berupa sakit, kehilangan orang tercinta, kegagalan usaha, atau berbagai kesulitan hidup lainnya.

Semua itu adalah bagian dari perjalanan yang Allah tetapkan untuk menguji keimanan kita.

Allah SWT berfirman:

"Dan sungguh Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar."
(QS. Al-Baqarah: 155)

Saat mengenang berbagai kebahagiaan yang pernah kita rasakan, hendaknya kita memperbanyak syukur. Ketika mengingat kesulitan yang pernah dialami, hendaknya kita memperbanyak sabar. Sebab syukur dan sabar adalah dua sayap yang menguatkan seorang mukmin dalam menjalani kehidupan.

Rasulullah SAW bersabda:

"Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Semua urusannya adalah baik baginya. Jika memperoleh nikmat, ia bersyukur dan itu baik baginya. Jika ditimpa musibah, ia bersabar dan itu baik baginya."
(HR. Muslim)

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Muhasabah juga berarti menilai kualitas hubungan kita dengan Allah SWT. Apakah salat kita semakin baik atau justru semakin sering ditunda? Apakah bacaan Al-Qur'an kita semakin bertambah atau malah berkurang? Apakah doa-doa kita semakin khusyuk atau hanya menjadi rutinitas tanpa penghayatan?

Selain itu, kita juga perlu mengevaluasi hubungan dengan sesama manusia. Apakah kita sudah menjadi anak yang berbakti kepada orang tua? Sudahkah kita menjadi pasangan yang baik? Sudahkah kita menjadi tetangga yang ramah, sahabat yang jujur, dan anggota masyarakat yang bermanfaat?

Rasulullah SAW bersabda:

"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya."
(HR. Ahmad)

Tahun baru bukan hanya tentang bertambahnya usia, tetapi juga tentang bertambahnya kualitas diri. Jangan sampai usia kita bertambah, tetapi amal kita justru berkurang. Jangan sampai rambut mulai memutih, tetapi hati masih jauh dari Allah.

Karena itu, mari jadikan Tahun Baru Islam 1448 H sebagai momentum hijrah menuju kehidupan yang lebih baik. Hijrah bukan sekadar berpindah tempat, tetapi berpindah dari kebiasaan buruk menuju kebiasaan baik, dari kemalasan menuju semangat beribadah, dari kelalaian menuju ketaatan.

Rasulullah SAW bersabda:

"Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah."
(HR. Bukhari)

Semoga di tahun yang baru ini kita menjadi pribadi yang lebih dekat kepada Allah, lebih baik akhlaknya, lebih banyak amalnya, dan lebih besar manfaatnya bagi sesama.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

CONTOH NASKAH TAUSIAH TAHUN BARU ISLAM 1448 H (2)

Tema 2: Tetap Optimis di Tengah Ketidakpastian, Karena Allah Selalu Bersama Kita

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah SWT yang telah mempertemukan kita dengan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Semoga tahun ini menjadi tahun yang penuh keberkahan, kesehatan, dan kemudahan bagi kita semua.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Jika kita memperhatikan kondisi dunia saat ini, banyak hal yang membuat manusia merasa cemas. Harga kebutuhan pokok meningkat, biaya pendidikan bertambah mahal, lapangan pekerjaan semakin kompetitif, nilai tukar mata uang mengalami fluktuasi, dan berbagai ketidakpastian ekonomi menghantui kehidupan masyarakat.

Belum lagi berbagai persoalan sosial yang kita lihat setiap hari. Banyak orang merasa khawatir menghadapi masa depan. Sebagian takut kehilangan pekerjaan, sebagian khawatir terhadap pendidikan anak-anaknya, dan sebagian lagi cemas memikirkan kebutuhan hidup yang semakin besar.

Namun sebagai orang yang beriman, kita memiliki pegangan yang tidak dimiliki oleh banyak orang, yaitu keyakinan kepada Allah SWT.

Allah SWT berfirman:

"Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka."
(QS. At-Talaq: 2-3)

Ayat ini memberikan pesan bahwa pertolongan Allah tidak selalu datang dari jalan yang kita perkirakan. Ketika semua pintu tampak tertutup, Allah mampu membuka pintu lain yang sebelumnya tidak pernah terlintas dalam pikiran kita.

Hadirin yang berbahagia,

Optimisme dalam Islam bukan berarti menutup mata terhadap kesulitan. Islam mengajarkan kita untuk realistis, bekerja keras, dan berusaha semaksimal mungkin. Namun setelah berikhtiar, kita menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda:

"Ikatlah untamu, kemudian bertawakallah kepada Allah."
(HR. Tirmidzi)

Hadis ini mengajarkan keseimbangan antara usaha dan tawakal. Kita tidak boleh hanya berdoa tanpa usaha, tetapi juga tidak boleh hanya mengandalkan usaha tanpa berdoa.

Sering kali kita merasa masa depan begitu gelap. Padahal Allah telah menjanjikan:

"Karena sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan."
(QS. Al-Insyirah: 5)

Bukan setelah kesulitan, tetapi bersama kesulitan. Artinya, ketika ujian datang, sesungguhnya Allah juga sedang menyiapkan jalan keluar.

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Banyak kisah dalam Al-Qur'an yang mengajarkan optimisme. Nabi Yusuf AS pernah dimasukkan ke dalam sumur, dijual sebagai budak, bahkan dipenjara tanpa kesalahan. Namun semua kesulitan itu akhirnya menjadi jalan menuju kemuliaan.

Nabi Musa AS pernah berada di depan Laut Merah sementara pasukan Fir'aun mengejar dari belakang. Secara logika manusia tidak ada jalan keluar. Namun Allah membelah laut dan menyelamatkan Nabi Musa beserta pengikutnya.

Kisah-kisah tersebut mengajarkan bahwa pertolongan Allah sering datang pada saat yang tidak diduga.

Karena itu memasuki tahun 1448 H, jangan biarkan hati kita dipenuhi pesimisme. Tetaplah bekerja, berdoa, belajar, dan berusaha. Tanamkan keyakinan bahwa Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya.

Allah SWT berfirman:

"Janganlah kamu bersikap lemah dan jangan pula bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya jika kamu beriman."
(QS. Ali Imran: 139)

Mari kita songsong tahun baru ini dengan semangat baru, harapan baru, dan keyakinan baru bahwa bersama Allah tidak ada kesulitan yang mustahil untuk dilalui.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

NASKAH TAUSIAH TAHUN BARU ISLAM 1448 H (3)

Tema 3: Waktu Adalah Kehidupan, Jangan Sampai Kita Menjadi Orang yang Merugi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang masih memberikan kita kesempatan menikmati nikmat umur hingga memasuki Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW yang telah mengajarkan kepada umatnya bagaimana memanfaatkan kehidupan dengan sebaik-baiknya.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Pergantian tahun sesungguhnya adalah pengingat bahwa umur kita terus berkurang. Setiap kali kalender berganti, setiap kali bulan berlalu, dan setiap kali matahari terbit serta terbenam, sejatinya jatah kehidupan kita di dunia semakin mendekati akhir.

Karena itu Islam memberikan perhatian yang sangat besar terhadap waktu.

Allah SWT bahkan bersumpah dengan waktu dalam firman-Nya:

"Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian."
(QS. Al-'Ashr: 1-2)

Mengapa Allah bersumpah dengan waktu? Karena waktu adalah modal utama kehidupan manusia. Orang kaya dan miskin memiliki jumlah waktu yang sama, yaitu 24 jam dalam sehari. Yang membedakan adalah bagaimana mereka memanfaatkannya.

Surah Al-'Ashr merupakan surah yang sangat pendek, namun para ulama mengatakan bahwa surah ini mencakup inti keselamatan manusia.

Allah menjelaskan bahwa semua manusia merugi kecuali mereka yang memiliki empat sifat:

Beriman.
Beramal saleh.
Saling menasihati dalam kebenaran.
Saling menasihati dalam kesabaran.

Artinya, waktu yang bernilai adalah waktu yang diisi dengan iman dan amal saleh.

Hadirin yang berbahagia,

Banyak orang menyesali masa lalu karena menyia-nyiakan waktu. Ada yang menyesal karena tidak belajar dengan sungguh-sungguh saat muda. Ada yang menyesal karena kurang berbakti kepada orang tua ketika mereka masih hidup. Ada pula yang menyesal karena terlalu sibuk mengejar dunia hingga melupakan akhirat.

Namun penyesalan tidak akan mampu mengembalikan waktu yang telah berlalu.

Rasulullah SAW bersabda:

"Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu padanya, yaitu kesehatan dan waktu luang."
(HR. Bukhari)

Banyak orang baru menyadari pentingnya kesehatan ketika sakit. Banyak orang baru menyadari pentingnya waktu ketika usia sudah senja.

Karena itu Rasulullah SAW juga bersabda:

"Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara: masa mudamu sebelum masa tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum sibukmu, dan hidupmu sebelum matimu."
(HR. Al-Hakim)

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Tahun Baru Islam hendaknya menjadi momentum memperbaiki manajemen waktu kita. Kurangi waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Kurangi perdebatan yang sia-sia. Kurangi kebiasaan menunda pekerjaan dan menunda ibadah.

Sebaliknya, perbanyak waktu untuk membaca Al-Qur'an, menghadiri majelis ilmu, membantu sesama, membahagiakan orang tua, mendidik anak-anak, dan melakukan berbagai amal yang bernilai pahala.

Bayangkan jika setiap hari kita membaca satu halaman Al-Qur'an, bersedekah sedikit, atau meluangkan beberapa menit untuk berzikir. Amal-amal kecil yang dilakukan secara istiqamah akan menjadi bekal besar di akhirat kelak.

Memasuki Tahun Baru Islam 1448 H, mari kita berjanji kepada diri sendiri untuk lebih menghargai waktu. Sebab waktu yang berlalu tidak akan pernah kembali, sedangkan setiap detiknya akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.

Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang mampu memanfaatkan umur untuk kebaikan, mengisi waktu dengan amal saleh, dan mengakhiri kehidupan dalam keadaan husnul khatimah.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Demikian 3 Contoh Naskah Tausiah atau Ceramah Agama Tema Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram  1448 H. Semoga bermanfaat. (lis/berbagai sumber)

Baca juga: Jenis-jenis Wastra dari 17 Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel, Songket, Blongsong hingga Batik Gambo

Baca juga: Wastra Adalah, Salah Satu Warisan Budaya Nusantara Indonesia, Berikut Jenis dan Contohnya

Baca juga: 15 Prompt AI Ubah Foto Diri atau Keluarga dengan Nuansa Islami Sambut Tahun Baru Islam 1 Muharram

Baca juga: Era Baru Arus Perubahan Iklim: Perlunya Kesadaran Bersama Peduli Lingkungan, Soroti Sungai Musi

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.