SURYA.co.id, SURABAYA – Pemerintah Kabupaten Jember resmi menjalin kerja sama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (Unair) dalam upaya memperkuat penyusunan kebijakan pembangunan yang berbasis penelitian dan data.
Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama di Aula Fadjar Notonegoro FEB Unair, Jumat (12/6/2026).
Bupati Jember, Muhammad Fawait mengatakan, kolaborasi dengan FEB Unair menjadi langkah strategis untuk menghadirkan kebijakan yang lebih tepat sasaran, khususnya dalam mengatasi persoalan kemiskinan dan mendorong pembangunan daerah menuju visi Indonesia Emas 2045.
Baca juga: Dosen Unair Soroti Kesiapan Kurikulum dan Guru dalam Pembelajaran Bahasa Inggris
"Pemkab Jember memiliki berbagai tantangan, mulai dari kemiskinan dan persoalan pembangunan lainnya. Karena itu kami mengajak FEB Unair bekerja sama agar setiap kebijakan yang diambil memiliki dasar ilmiah yang kuat dan tidak melenceng dari kaidah yang ada," ujarnya usai penandatanganan kerja sama.
Menurut Fawait, penelitian menjadi fondasi penting dalam penyusunan program pemerintah.
Terlebih saat ini pemerintah daerah tengah mempersiapkan pembahasan anggaran tahun 2027 yang membutuhkan dukungan kajian akademik agar kebijakan yang dihasilkan lebih terencana dan efektif.
Ia berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada penelitian semata, tetapi juga diwujudkan dalam berbagai program nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.
"Harapannya bukan hanya penelitian, tetapi juga aksi-aksi nyata di lapangan yang bisa dikolaborasikan antara Pemkab Jember dan FEB Unair," katanya.
Fawait menambahkan, meski selama ini Pemkab Jember telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, kolaborasi dengan FEB Unair menunjukkan tingkat keseriusan yang berbeda.
Hal itu terlihat dari kehadiran hampir seluruh kepala organisasi perangkat daerah, kepala bagian, hingga perwakilan rumah sakit daerah dalam agenda penandatanganan tersebut.
Sementara itu, Dekan FEB Unair, Prof. Dr. Rudi Purwono, S.E., M.SE., menjelaskan pelaksanaan penelitian akan melibatkan dosen sesuai bidang keahlian masing-masing.
Ia mencontohkan, kajian terkait pengembangan aktivitas ekonomi akan ditangani dosen bidang ekonomi, sedangkan pengembangan tata kelola bisnis dan pemerintahan akan melibatkan akademisi dari bidang manajemen maupun akuntansi.
Adapun isu ekonomi syariah akan dikerjakan oleh dosen yang memiliki kompetensi pada bidang tersebut.
"Setiap penelitian akan dikerjakan berdasarkan kompetensi dosen yang relevan sehingga hasilnya lebih optimal dan sesuai kebutuhan daerah," ujar Rudi.
Selain melibatkan dosen, FEB Unair juga akan memberikan ruang bagi mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan penelitian sebagai bagian dari penguatan kompetensi akademik dan pengalaman lapangan.
Melalui kerja sama ini, FEB Unair dan Pemkab Jember berharap dapat menghasilkan berbagai rekomendasi kebijakan yang mampu mempercepat penanggulangan kemiskinan, meningkatkan tata kelola pemerintahan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.