Tangis Meri Pecah di RSUD Tarempa, Ayahnya Lian Lip Meninggal Usai Kecelakaan di Anambas
Dewi Haryati June 12, 2026 10:07 PM

ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Isak tangis pecah di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Jumat (12/6/2026), saat Meri mengetahui ayahnya, Lian Lip (64), meninggal dunia.

Pria lanjut usia (lansia) itu sebelumnya mengalami kecelakaan maut di Jalan MH Thamrin, Desa Tarempa Barat Daya, Kecamatan Siantan, bersama rekannya, Amri, sekira pukul 11.30 WIB.

Keduanya mengalami luka serius akibat kecelakaan itu.

Malang tak dapat ditolak, nyawa Lian Lip tak tertolong. Sedangkan rekannya, Amri, kritis dan masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Pantauan di rumah sakit, Meri yang merupakan guru di SMK Negeri 4 Anambas tak mampu menyembunyikan kesedihannya atas kematian sang ayah.

Wajahnya terlihat pucat dan linglung sesaat setelah kabar duka itu disampaikan oleh tenaga medis.

Perempuan tersebut berdiri di sudut ruang UGD dengan tatapan kosong. Sesekali ia mengusap air mata yang terus mengalir dari kedua matanya, sambil menatap tubuh ayahnya yang terbaring di ranjang perawatan.

Suasana haru menyelimuti ruangan. Sejumlah kerabat dan keluarga yang berada di lokasi berusaha menenangkan Meri, agar tetap kuat menghadapi musibah yang menimpa keluarganya.

Meski tidak menangis histeris, kesedihan yang dirasakan Meri begitu terlihat.

Air mata terus membasahi wajahnya saat ia mendampingi sang ayah dalam detik-detik terakhir kehidupan.

Menurut kerabat korban, Erwin, Meri bahkan sempat melihat langsung ayahnya saat proses evakuasi setelah kecelakaan terjadi.

"Pas kejadian kebetulan anaknya itu baru pulang kerja, lewat di lokasi kecelakaan. Bahkan melihat langsung Bang Lip dimasukkan ke dalam ambulans," ujar Erwin kepada TribunBatam.id.

Momen tersebut menjadi pukulan berat bagi Meri. Dalam waktu singkat, ia harus menyaksikan kondisi ayahnya yang kritis hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir di rumah sakit.

Selama proses penanganan medis berlangsung, Meri tidak pernah pergi dari sisi ayahnya. Ia terus menunggu dengan harapan kondisi Lian Lip dapat membaik.

Namun takdir berkata lain. Setelah mendapat pertolongan dari tim medis, nyawa Lian Lip tidak dapat diselamatkan akibat luka berat yang dideritanya pasca kecelakaan.

Sosok Pekerja Keras

Erwin menjelaskan, almarhum meninggalkan dua orang anak. Selain Meri yang berprofesi sebagai guru, anak laki-lakinya bernama Jekli saat ini sedang menempuh pendidikan Strata-2 di salah satu universitas di Yogyakarta.

"Saya salut, almarhum seorang petani, pekerja keras, bisa menyekolahkan anaknya setinggi mungkin," kata Erwin.

Di mata keluarga dan rekan-rekannya, Lian Lip dikenal sebagai sosok pekerja keras yang tidak pernah menyerah untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Meski sehari-hari bekerja sebagai petani, ia selalu mengutamakan pendidikan anak-anaknya.

Tidak hanya dikenal rajin bekerja, almarhum juga dikenal ramah dan ringan tangan membantu orang lain.

Banyak warga mengenalnya sebagai pribadi yang mudah bergaul dan senang menolong sesama tanpa mengharapkan imbalan.

Erwin mengatakan, sebelum kecelakaan terjadi, korban baru saja pulang dari kebun sambil membawa hasil panen yang akan dibawa pulang.

"Kejadian ini pas almarhum mau pulang dari kebun, sambil bawa buah hasil panen. Yang bawa motor itu Amri, anak buah dia," kata Erwin.

Menurutnya, Amri sudah lama membantu korban mengurus kebun. Selain ikut memanen hasil kebun, Amri juga kerap membantu menjual hasil panen milik Lian Lip kepada masyarakat.

"Amri ini sering berjual hasil kebun korban. Kemarin baru jualan durian di depan Masjid Jami Baiturrahim," ucap Erwin.

Sementara itu, kondisi Amri hingga kini masih kritis. Ia mengalami koma akibat benturan keras di bagian kepala yang menyebabkan pendarahan serta luka dalam dan masih menjalani perawatan intensif di RSUD Tarempa. 

Pihak keluarga berencana memakamkan jenazah Lian Lip pada Sabtu (13/6) pukul 14.00 WIB di Tempat Pemakaman Umum Desa Temburun. (Tribunbatam.id/Ihsan Imaduddin)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.