TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Sebanyak 18 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, berhenti beroperasi sejak beberapa waktu lalu .
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kabupaten Bantul, Hermawan Setiaji, menyebut, belasan SPPG itu berhenti operasional dikarenakan kejadian menonjol, renovasi, suspend instalasi pengelolaan air limbah (IPAL), hingga administrasi internal.
"Jumlah, SPPG di Bantul ada 135 unit. Dari jumlah itu, ada 102 SPPG yang beroperasi, 15 SPPG belum beroperasi, dan 18 SPPG berhenti," ucapnya, kepada Tribunjogja.com, Jumat (12/6/2026).
Di sisi lain, terkait ada tidaknya SPPG yang berhenti operasionalnya dikarenakan dana dapur makan bergizi gratis (MBG) belum cair, Hermawan belum bisa memastikannya.
"Kami belum monitoring hal itu," kata dia.
Kendati demikian, pihaknya berencana akan melakukan komunikasi kepada SPPG yang masuk ke dalam berhenti operasional sementara.
Lebih lanjut, kata Hermawan, untuk SPPG yang masih beroperasi, sejauh ini tetap mendistribusikan makanan seperti biasa. Namun, dikarenakan sedang memasuki masa kelulusan siswa, sehingga jumlah penerima manfaatnya dimungkinkan berkurang.
"Sekarang kan ada sebagian yang sudah lulus sekolah. Kalau yang lulus sekolah sudah tidak mendapat MBG. Kemudian masih ada yang kegiatan sekolah. Jadi, jumlah penerima manfaatnya berbeda-beda," tutup Hermawan.(nei)