Bimtek Olahan Ikan di Desa Silawan Tingkatkan Keterampilan Warga
Oby Lewanmeru June 12, 2026 11:19 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) pengolahan hasil perikanan di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Jumat (12/6/2026).

Pelatihan yang difokuskan pada pembuatan abon ikan dan bakso ikan ini diikuti oleh dua kelompok binaan, yakni Kelompok Babotek dan Tukubesi. Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari peserta yang didominasi kaum ibu.

Ketua Kelompok Babotek, Fersinha Do Santos, mengaku pelatihan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan nilai jual hasil tangkapan.

“Selama ini kami hanya menjual ikan dalam bentuk mentah. Dengan pelatihan ini, kami bisa mengolahnya menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi,” ujarnya.

Baca juga: Angka Kecelakaan Capai 32 Kasus, Satlantas Polres Belu Minta Warga Tertib Berlalu Lintas

Menurutnya, dukungan pemerintah tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi juga menyentuh aspek legalitas usaha. Kelompok masyarakat difasilitasi untuk memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Nomor Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).

Ia menilai legalitas tersebut sangat penting untuk menjamin kualitas produk, meningkatkan kepercayaan konsumen, serta membuka peluang pemasaran yang lebih luas, termasuk ke Timor Leste yang berbatasan langsung dengan Desa Silawan.

Pelatihan ini menjadi langkah nyata dalam mendorong pengembangan sektor perikanan sebagai potensi unggulan desa.

Dengan keterampilan yang diperoleh, masyarakat diharapkan mampu menghasilkan produk olahan yang lebih kompetitif dan memiliki daya saing.

Sementara itu, Kepala Biro PBJ Setda NTT, Djose Naibuti menegaskan pemerintah provinsi berkomitmen mendukung pengembangan usaha masyarakat secara berkelanjutan, mulai dari peningkatan kapasitas, legalitas usaha, hingga akses pemasaran.

Produk-produk masyarakat, kata dia, akan didorong masuk ke berbagai jaringan pemasaran seperti BUMDes, koperasi, hingga ritel modern, agar usaha yang dikembangkan dapat terus tumbuh.

Selain pelatihan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pasar murah sebagai upaya membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok. Pemerintah menghadirkan bahan pokok dengan harga terjangkau bagi warga.

Dalam kesempatan tersebut, Pemprov NTT turut menyerahkan bantuan sarana pendukung usaha perikanan berupa freezer, coolbox untuk nelayan senilai Rp50 juta kepada kelompok nelayan di Desa Silawan.

Djoese berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kualitas penyimpanan hasil tangkapan, produktivitas usaha, serta pendapatan masyarakat.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan dengan serius serta memanfaatkan peluang yang ada guna mengembangkan usaha dan memperluas jaringan ekonomi.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi pembangunan yang menyentuh berbagai aspek, mulai dari peningkatan kapasitas aparatur, keterampilan masyarakat, hingga dukungan sarana dan akses pasar,” pungkasnya. (gus)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.