MAKNA Sikat Gigi Pendemo di Depan Polisi, Picu Tertawa Massa: Kan Harus Bisa Menjilat Katanya
Septrina Ayu Simanjorang June 13, 2026 12:27 AM

TRIBUN-MEDAN.com - Inilah makna sikat gigi pedemo di depan polisi.

Aksinya pun memicu tertawa dari massa.

Teaterikal di tengah gelombang aksi unjuk rasa memprotes kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat langsung jadi perhatian.

Baca juga: PAMER Gaji ke-13 Cair untuk DP Mobil, Beli Emas, dan iPhone 17 Pro Max, Beginilah Nasib 4 ASN Jambi

Momen satir itu langsung mencuri perhatian menjelang malam hari, Jumat (12/6/2026).

Seorang peserta aksi nekat melakukan aksi teatrikal unik.

Ia berpura-pura mandi dan sikat gigi tepat di depan wajah barikade aparat kepolisian yang tengah berjaga ketat.

Baca juga: Anggaran LPTQ Medan Disorot, Rico Waas Sinyalkan Evaluasi Pengurus: Rangkap Jabatan

Pemuda tersebut tampak santai dengan bertelanjang dada dan hanya mengenakan lilitan kain serupa handuk berwarna merah marun di bagian pinggang ke bawah.

Bak baru saja keluar dari kamar mandi rumahnya, ia berdiri tepat menempel di depan barikade besi tebal berwarna hitam yang memblokir akses jalan.

Di mulutnya, ada sikat gigi berwarna biru.

AKSI TEATRIKAL - Momen seorang pedemo nekat mandi dengan melilitkan handuk dan sikat gigi tepat di depan barikade polisi saat demonstrasi kenaikan harga BBM di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (12/6/2026). Aksi nyeleneh tersebut dilakukan sebagai bentuk satir menyentil isu korupsi dan nepotisme pemerintahan.

Di balik jeruji barikade itu, ratusan aparat kepolisian berseragam dinas lengkap dan bertopi pet tampak berbaris rapat mengamati tingkah laku sang pemuda dengan tatapan heran.

Aksi jenaka ini sontak memancing tawa dari rekan-rekan sesama massa aksi yang berkerumun menyaksikan momen tersebut.

Pesan Satir terhadap Pemerintahan

Di depan aparat kepolisian, pemuda itu menegaskan bahwa aksinya bukan sekadar guyonan. 

Ia membawa pesan serius mengenai perlunya pembersihan negara dari korupsi dan nepotisme.

Baca juga: AWAL Mula Lansia 70 Tahun Nyaris Diculik Saat Olahraga di Perumahan Elit, Teriak Bikin Pelaku Kabur

"Ya kan, kan harus bisa menjilat katanya," ucap pemuda itu kepada personel polisi yang membuat barikade, seraya menyinggung bahwa negara harus bersih-bersih.

Polisi Cegat Bus Mahasiswa UI

Sejumlah bus yang mengangkut massa mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dicegat saat hendak menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026). 

Bus-bus tersebut kemudian diarahkan menuju kawasan Gedung DPR RI. 

Dikutip dari Kompas.com, massa berangkat dari kampus UI di Depok sekitar pukul 10.30 WIB. 

Namun, saat rombongan tiba di sekitar kawasan Semanggi, bus tidak diarahkan menuju Bundaran HI. 

Rombongan justru dibelokkan ke arah Dukuh Atas dan kemudian melaju ke kawasan DPR RI Jakarta. 

Ketua BEM UI Yatalathof Ma'shum Imawan, membenarkan bahwa sejumlah bus yang membawa massa aksi dari UI diarahkan ke lokasi tersebut. 

Saat ini, kata dia, massa masih berada di sekitar Kantor TVRI sambil menunggu rombongan lain yang terpisah. 

"Kita sedang diskusi bagaimana agar bisa ke Bundaran HI dan yang yang terpisah untuk gabung lagi konsolidasi," ujar Athof kepada Kompas.com.

DEMO BEM UI - Massa BEM UI bergerak menuju Bundaran HI, Jakarta Pusat untuk bergabung dalam aksi bertajuk ‘Menuju Indonesia Bangkrut’, Jumat (12/6/2026). (TribunnewsDepok.com/M Rifqi Ibnumasy)
DEMO BEM UI - Massa BEM UI bergerak menuju Bundaran HI, Jakarta Pusat untuk bergabung dalam aksi bertajuk ‘Menuju Indonesia Bangkrut’, Jumat (12/6/2026). (TribunnewsDepok.com/M Rifqi Ibnumasy) (Tribunnews.com)

Baca juga: Menkes Budi Gunadi Restui Kenaikan Harga Obat sampai 20 Persen, Imbas Pelemahan Rupiah

Dua bus yang membawa puluhan mahasiswa berjaket almamater Universitas Indonesia dihentikan di depan Gedung DPR/MPR RI sekira pukul 12.00 WIB, Jumat (12/6/2026). 

Mereka semulanya akan menyampaikan aspirasinya di kawasan Bundaran HI.

Namun, sejumlah anggota kepolisian berjaga di depan bus tersebut. 

Massa aksi satu per satu turun dari bus. Mereka berdiskusi dengan polisi di depannya.

Petugas kepolisian bilang, mereka tidak diperkenankan berdemo di Bundaran HI karena disebut sebagai pusatnya Indonesia. 

Di mana, banyak aktivitas yang bisa lumpuh jika terjadi kepadatan massa aksi di sana.

“Bundaran HI itu central of gravity Indonesia kalian di sana stop semua,” kata anggota kepolisian itu di lokasi, Jumat. 

Namun para mahasiswa bersikeras. Sebagian masuk ke dalam bus lalu bersiap akan berangkat. 

Sementara sejumlah mahasiswa masih berdebat dengan polisi, menanyakan dasar hukum pelarangan tersebut. 

“Kalau kalian memaksa, silakan tabrak saya,” kata polisi. 

Akhirnya, para mahasiswa mengambil barang-barang dari bus lalu bergerak ke Bundaran HI dengan berjalan kaki. 

Massa aksi perempuan berjalan di tengah, dengan pengamanan oleh massa aksi laki-laki yang membentuk penjagaan di sekitar. 

“Iya kami mau jalan ke Bundaran HI, mau lewat GBK,” kata salah satu mahasiswa saat ditanyakan.

(Tribun-Medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.