TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Sejumlah peserta BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2026 terlihat mengenakan pakaian serba hitam saat mengikuti lomba kategori 10 kilometer (10K) di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Sabtu (13/6/2026) pagi.
Fenomena tersebut muncul setelah sebelumnya beredar ajakan di media sosial Threads yang meminta para pelari JAKIM mengenakan pita hitam atau pakaian berwarna hitam sebagai bentuk solidaritas dan dukungan terhadap gerakan massa yang menggelar demonstrasi menolak sejumlah kebijakan pemerintah pada Jumat (12/6/2026) kemarin.
Berdasarkan pantauan TribunJakarta.com di kawasan Dukuh Atas hingga Bundaran HI, mayoritas peserta memang tetap mengenakan jersey resmi JAKIM berwarna putih yang menjadi race kit penyelenggara.
Namun, di antara ribuan pelari yang memadati lintasan, tampak beberapa peserta memilih mengenakan kaus hitam, singlet hitam, hingga pakaian lari serba gelap.
Sebagian dari mereka berlari secara individu, sementara lainnya tampak berlari bersama komunitas maupun rekan sesama peserta.
Sebelum pelaksanaan JAKIM 2026, beredar unggahan di media sosial yang mengajak para peserta marathon mengenakan pita hitam maupun pakaian hitam saat berlari.
Ajakan tersebut disebut sebagai bentuk solidaritas terhadap gerakan massa yang sehari sebelumnya turun ke jalan menyuarakan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah.
Aksi demonstrasi yang berlangsung pada Jumat kemarin sempat menyedot perhatian publik setelah ribuan mahasiswa dan elemen masyarakat melakukan unjuk rasa di kawasan pusat Jakarta.
Kawasan Dukuh Atas yang pada Jumat kemarin menjadi titik konsentrasi massa demonstran, pada Sabtu pagi berubah menjadi lintasan lomba lari internasional yang diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah maupun negara.
Di tengah suasana perlombaan itu, sebagian kecil pelari tampak mengekspresikan dukungannya melalui pilihan warna pakaian yang dikenakan saat mengikuti JAKIM 2026.