Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari
TRIBUN-PAPUA.COM, NABIRE – Demam Piala Dunia 2026 kini telah melanda seluruh penjuru dunia, tidak terkecuali di Kabupaten Nabire, Papua Tengah.
Kemeriahan turnamen sepak bola terakbar antarnegara ini disambut dengan sangat antusias oleh masyarakat di ibu kota provinsi tersebut.
Sejak resmi bergulir pada 12 Juni 2026, atmosfer pesta sepak bola dunia ini di Nabire terasa sangat kental.
Baca juga: Ratusan Warga Nabire Padati Taman Belanda Saksikan Pembukaan Piala Dunia 2026
Atribut berupa bendera dari berbagai negara kontestan tampak berkibar di hampir setiap sudut jalan, kawasan pemukiman, hingga kendaraan warga.
Di tengah gegap gempita tersebut, anggota DPR Papua Tengah, Peanus Uamang mengingatkan masyarakat agar tidak larut dalam euforia yang berlebihan.
Menurut Peanus, mengekspresikan dukungan kepada tim nasional favorit adalah hal yang wajar dan merupakan hak siapa saja.
"Namun kontrol diri tetap harus diutamakan karena ini penting demi menjaga keselamatan diri masing-masing," kata Peanus Uamang, Sabtu (13/06/2026).
Secara khusus, Peanus mengingatkan masyarakat untuk tidak mengonsumsi minuman keras (miras) selama merayakan euforia Piala Dunia 2026.
Dia menegaskan, konsumsi alkohol berpotensi memicu gangguan keamanan akibat luapan euforia yang salah kaprah.
Tindakan tersebut tidak hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga mengancam keselamatan orang lain di ruang publik.
Baca juga: Demam Piala Dunia di Tanah Papua: Beli Jersey, Konvoi, hingga Sulap Taman dengan Nuansa Tim Jagoan
"Jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, tanggung jawab sepenuhnya ada pada diri masing-masing, bukan pada negara yang dibela," tegasnya.
Dia juga membandingkan situasi di Papua Tengah dengan kota besar seperti Jakarta.
Menurut dia di Ibu Kota Negara, masyarakat tetap fokus bekerja dan tidak memusatkan seluruh energi pada Piala Dunia.
Sebaliknya di Nabire, ia melihat ada kecenderungan aktivitas harian masyarakat menjadi agak terganggu akibat terlalu terfokus pada pergelaran Piala Dunia.
Untuk itu, Peanus mengajak seluruh elemen masyarakat di Papua Tengah untuk menjadikan Piala Dunia 2026 sebagai sarana hiburan yang sehat, sembari bersama-sama menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).
"Di momen ini, perlu secara bersama-sama untuk terus menjaga keamanan di masing-masing lingkungan. Ini penting agar Kamtibmas tetap kondusif dan semua aktivitas warga dapat berjalan dengan baik," pungkasnya. (*)