BANJARMASINPOST CO.ID, BANJARBARU - Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kalimantan Selatan resmi memiliki nakhoda baru.
Muhammad Syaripuddin atau akrab disapa Bang Dhin terpilih sebagai Ketua Umum Perbasi Kalsel periode 2026-2030 secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) yang digelar di Grand Maya, Kota Banjarbaru, Sabtu (13/6/2026).
Bang Dhin menjadi calon tunggal dalam forum tersebut dan mendapat dukungan penuh dari peserta Musda.
Usai ditetapkan sebagai ketua umum, ia langsung memaparkan sejumlah program prioritas yang akan dijalankan dalam waktu dekat.
Baca juga: Terdampak Proyek Sungai Veteran, Lapangan Basket Dekat Tugu Bekantan Ditutup Sementara
Menurutnya, langkah pertama adalah melakukan pembenahan organisasi agar roda kepengurusan berjalan lebih efektif.
"Yang pertama tentu pembenahan organisasi. Kemudian pendataan atlet, lalu mengecek lapangan-lapangan basket di kabupaten dan kota, mana yang sudah memenuhi standar dan mana yang masih perlu ditingkatkan. Itu menjadi langkah awal setelah struktur pengurus tersusun dan dilantik oleh PB Perbasi," ujarnya.
Selain pembenahan internal, Bang Dhin menegaskan pembinaan usia dini akan menjadi fokus utama kepengurusannya.
Menurutnya, hasil program tersebut mungkin belum terlihat dalam satu atau dua tahun pertama.
Namun, jika dijalankan secara konsisten, potensi atlet lokal Kalimantan Selatan mulai tampak pada tahun ketiga.
"Prosesnya memang panjang, tetapi kalau berjalan sesuai rencana, dalam tiga tahun ke depan sudah mulai terlihat bibit-bibit atlet potensial dari daerah," katanya.
Bang Dhin mendorong pemerintah kabupaten dan kota agar lebih memberi ruang kepada atlet lokal dalam berbagai ajang multi-event daerah. Langkah itu dinilai penting untuk menciptakan jalur pembinaan yang berkesinambungan.
Di sisi lain, Perbasi Kalsel berencana membangun basis data terintegrasi yang memuat informasi atlet, pelatih, wasit hingga fasilitas olahraga. Database tersebut nantinya menjadi acuan dalam menyusun program pembinaan dan pengembangan basket di Banua.
"Kami akan mengumpulkan seluruh data atlet, pelatih, wasit, termasuk sarana dan prasarana. Semuanya akan dihimpun dalam satu database sehingga pembinaan bisa lebih terarah," jelasnya.
Menghadapi tantangan efisiensi anggaran dan persiapan babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON), Bang Dhin menilai dunia olahraga tidak bisa terus bergantung pada bantuan pemerintah.
Karena itu, Perbasi Kalsel akan membuka peluang kerja sama dengan sektor swasta melalui sponsorship dan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
"Kita harus menyusun strategi pembiayaan yang lebih luas. Sponsor dan CSR menjadi peluang yang bisa dimaksimalkan. Tinggal bagaimana olahraga ini dikemas agar menarik bagi dunia usaha untuk ikut terlibat dalam pembinaan," ujarnya.
Tak hanya itu, Bang Dhin mengaku telah menyiapkan peta jalan pengembangan basket di Kalsel dengan mengarah pada pembentukan industri olahraga yang mandiri.
Baca juga: Biaya Sendiri ke Filipina, Atlet Nasional Asal Kalsel Ini Raih Emas Jalan Cepat 10.000 Meter Putri
Konsep tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem basket yang berkelanjutan tanpa bergantung penuh pada anggaran pemerintah.
"Kami ingin menghadirkan sport industry di bidang basket. Harapannya ke depan pembinaan bisa berjalan mandiri. Karena itu kami juga mengundang para tokoh basket untuk mendengar pengalaman mereka membangun prestasi hingga ke tingkat nasional dan internasional," pungkasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Andra Ramadhan)