TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tiga kali berturut-turut Pesta Kesenian Bali (PKB) tak dibuka oleh Presiden.
Sebelumnya, di tahun 2023 dibuka Presiden Kelima, Megawati Soekarnoputri.
Setelah itu, PKB dibuka menteri yakni tahun 2024 oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Tahun 2025, dibuka oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon.
Baca juga: Gladi Bersih PKB XLVIII, Taman Penasar Duta Badung Diapresiasi Bupati Adi Arnawa
Dan di tahun 2026 ini dibuka oleh Gubernur Bali, Wayan Koster.
Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 ini resmi dimulai dengan pelaksanaan Peed Aya atau pawai budaya yang dilepas langsung oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, di kawasan Renon, Denpasar, Sabtu 13 Juni 2026.
Meski Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya diharapkan hadir tidak dapat memenuhi agenda tersebut, pelaksanaan PKB tetap berlangsung meriah dan khidmat.
Pemerintah pusat diwakili Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati serta Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka.
Peed Aya menjadi penanda dimulainya rangkaian PKB XLVIII 2026 sebelum pembukaan resmi yang digelar pada malam hari di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali.
Sebanyak 10 peserta ambil bagian dalam pawai budaya tahun ini, terdiri atas ISI Bali dan sembilan kabupaten/kota se-Bali.
Penampilan diawali oleh Mahamredangga Kalpa yang mengiringi Tari Siwanataraja sebagai simbol PKB.
Selanjutnya peserta tampil berurutan mulai dari Kabupaten Karangasem, Jembrana, Buleleng, Bangli, Klungkung, Tabanan, Gianyar, Badung, hingga ditutup Kota Denpasar.
Pawai dimulai pukul 14.00 Wita dengan rute mengelilingi kawasan Renon mengikuti konsep purwa daksina atau bergerak searah jarum jam.
Peserta mengambil titik awal di simpang Jalan Ir. H. Juanda–Jalan Raya Puputan dan berakhir di depan Kantor Wilayah Kementerian Keuangan Bali.
Ketua Panitia PKB XLVIII 2026 yang juga Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Ida Bagus Alit Suryana, mengatakan tema PKB tahun ini adalah “Atma Kerthi: Jiwa Siddha Parishudha”.
Tema tersebut mengandung makna penyucian jiwa dan penguatan kesadaran diri sebagai landasan membangun kehidupan yang harmonis.
Menurutnya, tema tersebut mengajak masyarakat memperkuat nilai-nilai warisan leluhur Bali, seperti gotong royong, saling menghormati, serta menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan.
Selain itu, masyarakat juga diajak meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan dan pengelolaan sampah sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian alam Bali.
Melalui tema tersebut, PKB XLVIII 2026 diharapkan tidak hanya menjadi panggung pertunjukan seni dan budaya, tetapi juga ruang penguatan identitas budaya Bali sekaligus sarana menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda. (*)