PESBEVI Ungkap Sulteng Baru Memiliki 2 Dokter Bedah Vaskular
Regina Goldie June 13, 2026 03:29 PM

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU - Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Vaskular dan Endovaskular Indonesia (PESBEVI) Cabang Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah (SulSelTraTeng) mengungkapkan bahwa Sulawesi Tengah (Sulteng) saat ini baru memiliki dua dokter spesialis bedah vaskular.

Hal itu disampaikan Ketua PESBEVI SulSelTraTeng, dr Mulawardi, saat diwawancarai disela Simposium Celebes Vascular Conference ke-3 (CVC-3) yang digelar di Hotel Best Western Plus Coco Palu, Sabtu (13/6/2026).

Diketahui, simposium yang diikuti 267 tenaga kesehatan, mulai dari perawat, dokter umum hingga dokter spesialis itu bertujuan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan sekaligus memperluas pemahaman mengenai penanganan penyakit pembuluh darah di Sulawesi Tengah.

Ketua PESBEVI SulSelTraTeng, dr Mulawardi, mengatakan perkembangan layanan bedah vaskular dan endovaskular di Pulau Sulawesi dalam satu dekade terakhir menunjukkan kemajuan yang cukup signifikan.

Menurutnya, layanan yang sebelumnya masih sangat terbatas kini terus berkembang, baik dari sisi jumlah dokter spesialis maupun kualitas pelayanan kesehatan.

Baca juga: Pusat Kota, Jl MT Haryono Luwuk Gelap Akibat Penerangan Jalan Tak Berfungsi

“Seperti yang disampaikan di dalam simposium tadi bahwa perkembangan satu dekade terakhir di Tanah Sulawesi alhamdulillah sangat menggembirakan. Dari yang awalnya berangkat dari titik nol, saat ini mulai berprogres menuju ke arah perbaikan baik itu dari segi kuantitas bedah vaskular dan endovaskular maupun kualitas layanan,” ujar dr Mulawardi.

Ia mengatakan, pada 10 tahun lalu masyarakat Sulawesi yang membutuhkan penanganan vaskular dengan teknologi dan layanan lebih canggih umumnya harus dirujuk ke Pulau Jawa.

Namun, seiring peningkatan sumber daya manusia dan ketersediaan peralatan medis, sebagian besar kasus penyakit pembuluh darah kini sudah dapat ditangani di Sulawesi.

“Kalau dulu orang Sulawesi itu jika butuh penanganan yang lebih update harus ke Jawa, saat ini sudah tersedia di Tanah Sulawesi,” katanya.

Meski demikian, dr Mulawardi menilai jumlah dokter spesialis bedah vaskular di kawasan Sulawesi masih belum memadai.

Baca juga: Dinkes Donggala Bentuk Tim Investigasi dan Evaluasi Puskesmas Sabang Usai Kematian Bocah

Saat ini, wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah (SulSelTraTeng) baru memiliki 17 dokter spesialis bedah vaskular dan endovaskular. 

Sementara khusus di Sulawesi Tengah, jumlahnya baru mencapai dua orang.

Berdasarkan proyeksi dan rilis data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Provinsi Sulawesi Tengah mencapai sekitar 3,16 juta jiwa.

Dengan jumlah penduduk tersebut, kebutuhan dokter spesialis bedah vaskular di Sulteng dinilai masih jauh dari ideal.

Menurut dr Mulawardi, idealnya satu dokter spesialis bedah vaskular melayani sekitar 500 ribu penduduk.

Dengan rasio tersebut, Sulawesi Tengah setidaknya membutuhkan enam hingga tujuh dokter spesialis bedah vaskular.

"Untuk di wilayah Sulseltrateng saat ini sudah ada 17 orang dokter spesialis bedah vaskular, tapi itu sebenarnya masih kurang. Sementara di Sulawesi Tengah, baru ada dua dokter spesialis bedah vaskular. Idealnya, untuk 500 ribu penduduk minimal ada satu ahli bedah vaskular," ungkapnya.

Kondisi itu menjadi salah satu alasan digelarnya Simposium Celebes Vascular Conference ke-3 (CVC-3) di Palu yang diikuti 267 tenaga kesehatan, mulai dari perawat, dokter umum hingga dokter spesialis. 

Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam mengenali gejala awal penyakit pembuluh darah dan memperkuat layanan vaskular di Sulawesi Tengah. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.