Trump Klaim Gembong Kartel Paling Dicari Tewas dalam Serangan Mematikan AS
SERAMBINEWS.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa pasukan militer AS berhasil menewaskan pemimpin geng kriminal internasional Tren de Aragua, Héctor Rusthenford Guerrero Flores atau yang lebih dikenal sebagai Niño Guerrero, dalam sebuah operasi yang disebutnya sebagai serangan militer yang "cepat dan mematikan".
Dikutip Serambinews.com melalui Al Jazeera (12/6/2026), Trump menyampaikan pengumuman tersebut melalui platform media sosial Truth Social miliknya.
Ia menyebut operasi tersebut sebagai kemenangan besar dalam perang melawan kejahatan terorganisir dan jaringan kriminal lintas negara yang selama ini menjadi ancaman bagi keamanan Amerika Serikat.
Menurut Trump, operasi itu dilakukan oleh Komando Selatan Amerika Serikat (US Southern Command) dan berhasil menargetkan Guerrero yang dikenal sebagai pendiri sekaligus pemimpin utama kelompok Tren de Aragua.
Kelompok tersebut selama beberapa tahun terakhir berkembang menjadi salah satu organisasi kriminal paling berbahaya di kawasan Amerika Latin dan telah memperluas pengaruhnya hingga ke sejumlah negara di Benua Amerika.
Baca juga: AS Tembak Jatuh Dua Drone Iran di Selat Hormuz Usai Trump Klaim Perang Telah Berakhir
Dalam pernyataannya, Trump mengaitkan operasi tersebut dengan janjinya selama kampanye pemilihan presiden untuk memberantas kelompok kriminal asing yang masuk ke Amerika Serikat.
Ia menuding pemerintahan sebelumnya telah gagal mengendalikan perbatasan sehingga memungkinkan masuknya berbagai kelompok kriminal ke wilayah AS.
Trump mengatakan operasi militer tersebut merupakan bentuk keadilan bagi para korban kejahatan yang dilakukan anggota geng tersebut.
Ia secara khusus menyebut beberapa nama korban yang selama ini menjadi perhatian publik Amerika Serikat, termasuk Jocelyn Nungaray yang berusia 12 tahun dan Laken Riley yang berusia 22 tahun.
Menurut Trump, keberhasilan operasi itu menjadi bukti bahwa pemerintahannya akan terus memburu para pelaku kejahatan lintas negara di mana pun mereka berada.
Baca juga: Benarkah AS Diam-diam Kirim 100 Juta Barel Minyak Lewat Selat Hormuz? Klaim Trump Diragukan
Departemen Luar Negeri Amerika Serikat sebelumnya telah menetapkan Tren de Aragua sebagai Organisasi Teroris Asing.
Kelompok yang berasal dari Venezuela tersebut dituduh terlibat dalam berbagai tindak kriminal, mulai dari perdagangan narkoba, penyelundupan manusia, pencucian uang, pemerasan hingga berbagai aksi kekerasan.
Pemerintah AS juga menuduh organisasi tersebut memiliki jaringan operasi yang luas di berbagai negara kawasan Amerika.
Dalam unggahannya, Trump menegaskan bahwa sejak awal masa jabatan keduanya, ia telah mengambil langkah tegas dengan menetapkan Tren de Aragua sebagai organisasi teroris serta meningkatkan operasi penegakan hukum terhadap kartel dan jaringan kriminal internasional.
Trump juga mengungkapkan bahwa operasi yang menewaskan Guerrero dilakukan dengan koordinasi bersama pihak berwenang Venezuela.
Ia menyatakan kerja sama antara kedua negara berjalan dengan baik dalam upaya memburu para pemimpin kelompok kriminal yang selama ini menjadi target pencarian internasional.
Menurut Trump, operasi tersebut menghilangkan salah satu tempat berlindung utama bagi anggota Tren de Aragua.
Meski demikian, Gedung Putih hingga kini belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai lokasi pasti operasi tersebut maupun jumlah anggota geng lain yang kemungkinan turut tewas dalam serangan tersebut.
Baca juga: Update Hari ke-105 Perang Iran: Trump Mendadak Batalkan Serangan, Klaim Damai Sudah Dekat
Sebelum tewas, Guerrero menghadapi berbagai dakwaan federal di Amerika Serikat.
Ia dituduh memberikan dukungan material terhadap aktivitas terorisme serta memimpin organisasi kriminal transnasional yang beroperasi di berbagai negara.
Pemerintah AS sebelumnya menjadikan Guerrero sebagai salah satu buronan paling dicari.
Departemen Luar Negeri bahkan menawarkan hadiah hingga 5 juta dolar AS bagi siapa pun yang memberikan informasi yang mengarah pada penangkapan atau hukuman terhadap dirinya.
Jaksa Agung AS Jay Clayton pernah menggambarkan Guerrero sebagai tokoh utama di balik transformasi Tren de Aragua dari geng penjara lokal di Venezuela menjadi jaringan kriminal internasional yang memiliki pengaruh luas di kawasan Amerika.
Selain menghadapi dakwaan pidana, Guerrero dan sejumlah anggota senior organisasi tersebut juga dikenai sanksi ekonomi oleh pemerintah Amerika Serikat.
Pengumuman Trump mengenai tewasnya Guerrero langsung menarik perhatian internasional karena dianggap sebagai salah satu operasi terbesar dalam upaya pemberantasan organisasi kriminal transnasional yang selama beberapa tahun terakhir menjadi perhatian utama aparat keamanan di berbagai negara Amerika Latin dan Amerika Utara. (*)
Baca juga: Update Hari ke-102 Perang Iran: Trump Ultimatum Netanyahu, Gencatan Senjata di Ujung Tanduk
(Serambinews.com/Sri Anggun Oktaviana)