TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kondisi Jalan Samirejo yang menghubungkan wilayah menuju Desa Curug dan MAN IC Pekalongan kembali menjadi perhatian masyarakat dalam beberapa hari terakhir.
Jalur yang setiap hari dilalui warga, pelajar, dan pengguna kendaraan tersebut kini menghadapi persoalan baru setelah dilakukan pengurukan pada sejumlah titik jalan yang mengalami kerusakan.
Harapan masyarakat agar perbaikan segera tuntas ternyata belum terwujud sepenuhnya.
Pasalnya, hingga beberapa hari setelah material urukan ditaburkan, belum terlihat adanya pekerjaan lanjutan untuk menyempurnakan proses perbaikan jalan tersebut.
Akibatnya, material yang masih longgar dan belum dipadatkan menimbulkan masalah baru yang cukup mengganggu aktivitas pengguna jalan.
Setiap kali kendaraan melintas, debu tebal langsung beterbangan dan menyelimuti badan jalan dalam hitungan detik.
Pemandangan itu menjadi rutinitas yang harus dihadapi para pengendara sejak pagi hingga sore hari.
Kondisi semakin memprihatinkan saat arus kendaraan meningkat dan roda-roda kendaraan mengaduk material urukan yang kering.
Kepulan debu yang membumbung ke udara kerap menutupi pandangan pengguna jalan yang melintas dari arah berlawanan.
Baca juga: Raup Banyak Cuan dari Barang Bekas! Bank Sampah di Pekalongan Buka Peluang Penghasilan untuk Warga
Tidak sedikit pengendara sepeda motor yang terpaksa mengurangi kecepatan demi menghindari risiko kecelakaan akibat jarak pandang yang terganggu.
Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran tersendiri, terutama bagi para pelajar dan warga yang setiap hari bergantung pada akses jalan tersebut untuk beraktivitas.
Pada siang hari, kondisi debu bahkan menjadi lebih parah karena cuaca panas dan lalu lintas kendaraan yang terus berlangsung tanpa henti.
Butiran debu halus tampak beterbangan dan menempel pada pakaian, kendaraan, hingga wajah para pengguna jalan.
Selain mengurangi kenyamanan, kondisi ini juga berpotensi memengaruhi kesehatan masyarakat yang sering melintasi jalur tersebut.
Baca juga: Puluhan Balon Raksasa Hiasi Langit Silirejo Pekalongan, Warga Meriahkan Kliwonan Show Part 5
Warga berharap proses perbaikan tidak berhenti hanya pada tahap pengurukan semata, melainkan segera dilanjutkan dengan pemadatan dan penyelesaian konstruksi jalan.
Mereka menilai langkah lanjutan sangat diperlukan agar debu tidak terus menjadi ancaman bagi keselamatan pengguna jalan.
Jalan yang seharusnya menjadi sarana penghubung vital justru berubah menjadi jalur yang menuntut kewaspadaan ekstra dari setiap pengendara.
Pengguna jalan pun diimbau untuk lebih berhati-hati saat melintas, terutama pada jam-jam sibuk ketika volume kendaraan meningkat.
Pemakaian masker juga sangat disarankan guna mengurangi paparan debu yang beterbangan dan masuk ke saluran pernapasan.
Sampai perbaikan benar-benar rampung, Jalan Samirejo menuju Desa Curug dan MAN IC Pekalongan masih menjadi titik yang membutuhkan perhatian serius agar keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran mobilitas masyarakat dapat kembali terjaga.
(TribunNewsmaker.com/ Listusista)