TRIBUNMANADO.CO.ID - Bina Remaja Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) dalam sepekan mulai 14-20 Juni 2026.
Pembacaan alkitab terdapat pada Yohanes 4:27-42.
Tema perenungan adalah Percaya Karena Mendengar dan Tahu Yesus Juruselamat Dunia.
Khotbah:
Coba jawab pertanyaan ini, "Mengapa saya Kristen?". Melalui pertanyaan ini, silahkan perksa.
Adakah imanmu hanya warisan orangtua (karena terlahir dalam keluarga Kristen) ataukah kamu sudah mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan Yesus.
Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita, irnan tidak tumbuh karena agama yang diwariskan.
Iman tumbuh dan berbuah karena perjumpaan pribadi dengan Tuhan Yesus.
Yohanes bercerita tentang Tuhan Yesus yang berjumpa perempuan Samaria di Sumur Yakub. Perjumpaan dengan Tuhan
mengubah hidupnya.
Dari keadaan yang dianggap tidak layak, ia dilayakkan Tuhan untuk jadi saksi-Nya. Di masa itu, Samaria dan
Yahudi memiliki konflik panjang sejak leluhur mereka.
Orang Samaria dianggap najis dan sesat oleh orang Yahudi. Sebalknya orang Yahudi memandang diri mereka istimewa karena keturunan Abraham, orang pilihan Allah.
Itu sebabnya murid-murid Yesus heran melihat percakapan Yesus dengan perempuan Samaria. Bukan soal isi teologi yang dibicarakan, tapi tentang etnis dan gender. Mengapa Yesus bicara dengan perempuan berdosa, orang Samaria pula.
Cerita Yohanes, menegaskan siap Tuhan Yesus.
Ia menghancurkan tembok-tembok sosial, skap merasa paling rohani, paling besar dan benar, serta prasangka buruk pada orang lain.
Yohanes sedang rnenunjukkan bahwa perjumpaan dengan Tuhan Yesus dapat mengubahkan hidup.
Semua orang, siapapun dia, dapat mengalarni perjumpaan Berjumpa Tuhan Yesus selaiu menuntun orang menjadi percaya, dibaharui dan bersaksi tentang Tuhan.
Ini yang terjadi pada perempuan Samaria itu. la percaya, dbaharui dan bersaksi Kesaksiannya membawa banyak orang datang pada Yesus.
Orang-orang mendengar tentang Yesus dari kesaksiannya, mereka datang pada Tuhan dan akhirnya mereka tahu bahwa siapa Tuhan itu.
Mereka menjadi percaya bukan lagi karena apa yang dkatakan oleh perempuan itu, rnelainkan mengalami perjumpaan dengan Tuhan yang mengubahkan hidup.
Mereka mengakui Yesus adalah Juruselamat dunia.
Firman Tuhan hari ini mengingatkan semua orang percaya, termasuk remaja kristen bahwa Injil yang kita dengar adalah kesaksian tentang Tuhan Yesus yang memanggil kita untuk percaya dan mengalami perjumpaan dengan Tuhan secara pribadi supaya kita tidak hanya menjadi orang yang mewarisi agama, melainkan mengenal Dia dengan benar.
Perjumpaan dengan Tuhan itu menjadkan kita saksi-Nya agar dengan kesaksian itu, orang lain juga menjadi percaya dan datang pada Tuhan.
Tuhan Yesus berkata, "Lthatlah sekelilingrnu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituar (ay. 35b).
Perkataan ini mengingatkan para murid-Nya supaya tidak mempermasalahkan soal status sosial dan hal-hal lahinah yang
menghambat orang untuk datang pada Tuhan.
Jangan sibuk dengan gaya hidup, penampilan fisk, usaha menjadi populer, bagaimana mengalahkan orang. Semua itu sia-sia.
Maribersaksi tentang Tuhan agar Injil diterima oleh banyak orang. Hal paling penting untuk dapat bersaksi tentang Tuhan bukanlah kemampuan berkhotbah, melainkan perjutrpaan dengan Tuhan Yesus yang mengubah hidup.
Bukan merasa paling rohani, melainkan menunjukkan buah pertumbuhan rohani.
Memilih relasi yang selalu dekat dengan Tuhan, rendah hati, tulus dan pemaaf, baik hati, berpikiran positif dan suka menolong, rajin, tekun, setia dan taat pada Tuhan.
Bersaksi itu tentang berdampak dalam hidup.
Bagaimana supaya bisa mengalami perjumpaan dengan Tuhan secara prbadi?
Hal ini tentu saja tidak dillasilkan lewat usaha manusia.
Ini perkenanan Tuhan. Mintalah pada Tuhan agar dapat mengalami perjumpaan itu. Izinkan Roh Kudus bekerja di dalam diri.
Percayalah, Tuhan punya banyak cara untuk membuat kita mengalami-Nya dalam hidup. Amin.
Sumber: KPRS GMIM edisi Juni-Juli 2026