Sambut Piala Dunia 2026, Warga Pajangan Lombok Tengah Cat Ketak Jadi Bendera Negara Peserta
Idham Khalid June 13, 2026 07:05 PM

 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Semangat menyambut gelaran Piala Dunia 2026 terasa hingga ke pelosok desa. Di Desa Pajangan, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah, warga menghias kantor desa dengan berbagai ornamen bertema sepak bola yang dipadukan dengan kerajinan ketak, produk unggulan khas daerah setempat.

Berbeda dari dekorasi pada umumnya, masyarakat tidak hanya memasang atribut sepak bola, tetapi juga menghadirkan mural dan hiasan berbahan dasar ketak. Bahkan, kerajinan anyaman tersebut dicat menyerupai bendera puluhan negara peserta Piala Dunia 2026.

Kegiatan yang digagas masyarakat, khususnya kalangan pemuda desa, ini bertujuan menjadikan momentum Piala Dunia sebagai sarana promosi ekonomi kreatif sekaligus memperkenalkan kerajinan ketak yang telah menjadi warisan budaya turun-temurun masyarakat Desa Pajangan.

Kepala Desa Pajangan, Samiun, menyatakan dukungannya terhadap inisiatif kreatif tersebut. Menurutnya, sepak bola dapat menjadi media yang efektif untuk memperkenalkan potensi desa kepada masyarakat luas.

"Kami ingin menunjukkan bahwa sepak bola bisa menjadi media pemersatu sekaligus penggerak ekonomi. Melalui kegiatan ini, kami mempromosikan Desa Pajangan sebagai desa dengan lebih dari 1.500 pengulat Ketak. Ini adalah kesempatan emas untuk memamerkan karya warga kami di tengah atmosfer kemeriahan Piala Dunia," ujar Samiun, Sabtu (13/6/2026).

Baca juga: Piala Dunia 2026 Dimulai, TGB Kenang Sukses Qatar 2022 dan Jagokan Spanyol Berjaya

Selain menghias kantor desa, Pemerintah Desa Pajangan juga berencana menggelar nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia 2026 di halaman kantor desa.

Konsep acara akan dibuat menarik dan ramah bagi pengunjung dengan memadukan nuansa sepak bola dan dekorasi berbahan dasar ketak.

Langkah tersebut sejalan dengan upaya desa yang saat ini menjalin kerja sama dengan Kementerian Pariwisata melalui Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok dan Mandalika International Festival untuk meningkatkan daya tarik wisata dan pengembangan ekonomi kreatif di wilayah tersebut.

Pemerintah desa menargetkan kegiatan nobar mampu menarik sekitar 450 hingga 500 penonton setiap malam, yang terdiri dari tokoh masyarakat, pemuda, hingga para pecinta sepak bola.

Menariknya, seluruh rangkaian kegiatan disiapkan dengan anggaran yang relatif efisien, yakni sekitar Rp2,5 juta. Fasilitas kantor desa seperti proyektor dan sistem suara dimanfaatkan secara optimal guna menekan biaya penyelenggaraan.

"Melalui perpaduan ini, kita tidak hanya merayakan semangat olahraga, tetapi juga sekaligus mempromosikan potensi wisata di Desa Pajangan," kata Samiun.

Selama berlangsungnya Piala Dunia 2026, Pemerintah Desa Pajangan juga menyiapkan berbagai kegiatan pendukung, termasuk lomba swafoto di area kantor desa yang telah dihias dengan latar panorama persawahan dan pemandangan Gunung Rinjani.

"Pada Semi Final, Perempat Final, dan Final, nanti juga akan ada dorprize," demikian Samiun.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, pemerintah desa berharap dapat mempererat hubungan sosial antarwarga sekaligus menghadirkan hiburan yang edukatif dan positif bagi masyarakat.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.