TRIBUNJOGJA.COM - Ketua DPRD Kota Yogyakarta, FX Wisnu Sabdono Putro, memastikan DPRD siap mendukung pengadaan lampu Stadion Mandala Krida.
Pernyataan itu ia ungkapkan menanggapi langsung usulan Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, yang kala itu sedang merespons tuntutan Brajamusti soal pemasangan lampu stadion kebanggaan PSIM Yogyakarta.
“Kami dari fraksi apapun pastinya mendukung apa yang diharapkan kawan-kawan laskar Brajamusti, yang di mana nantinya pasti kami akan bersinergi dengan Pak Walikota maupun Pak Wakil Walikota untuk men-gol-kan lampu,” ujar Wisnu.
“Bahkan kalau perlu, ya nanti kita bagaimana caranya untuk bisa supaya Mandala Krida bisa menjadi homebase kita bersama,” imbuhnya.
Hasto Wardoyo di hadapan laskar suporter PSIM sebelumnya menegaskan tidak ada persoalan anggaran untuk pengadaan lampu Stadion Mandala Krida.
Pengadaan lampu Stadion Mandala Krida dimaksudkan agar PSIM Yogyakarta bisa kembali berkandang di Kota Yogyakarta dan tidak lagi menjadi tim musafir.
Hasto mengatakan hal itu saat memberikan sambutan di Musyawarah Anggota Brajamusti ke-VI di Aula Balaikota Yogyakarta, Minggu (14/6/2026).
Kepastian tersebut muncul setelah peserta musyawarah beberapa kali meneriakkan tuntutan pemasangan lampu stadion ketika Hasto berpidato.
“Ini mumpung ada Pak Ketua DPRD. Pak Ketua DPRD, Pak Wisnu, sebetulnya pemerintah kota secara finansial tidak ada masalah untuk anggaran membeli lampu. Tinggal persyaratan untuk bisa meletakkan atau membangun lampu itu yang kami harapkan ada,” kata Hasto.
“Dan saya yakin Pak Ketua DPRD juga tidak keberatan kalau Wali Kota, Wakil Wali Kota mengajukan anggaran untuk beli lampu. Saya minta statement-nya Pak Ketua DPRD, satu kata dua kata,” lanjutnya.
Hasto menyebut keberadaan Brajamusti memiliki pengaruh besar dalam menjaga kecintaan generasi muda Yogyakarta terhadap sepak bola dan PSIM Yogyakarta.
“Bagi saya, Brajamusti itu kekuatannya melebihi kekuatan partai politik. Ya, saya tidak mempartai-partaikan suatu apa kelompok, ya. Tetapi, terasa power-nya itu terasa,” kata Hasto.
“Kekuatan itu memberikan suatu spirit yang luar biasa untuk generasi muda Yogyakarta ini mencintai bola. Mungkin Dinas Pendidikan, Dinas Pemuda dan Olahraga, Bupati, Walikota itu kalah hebat dengan Brajamusti untuk mempengaruhi anak-anak muda agar mereka tetap cinta bola dan mendukung PSIM di Yogyakarta.”
Di akhir sambutannya, Hasto menegaskan PSIM Yogyakarta harus tetap bermarkas di Yogyakarta.
“Kita sadar betul, tadi saya bisik-bisik ke Pak Wakil Walikota, bahwa PSIM satu di antara tujuh tim yang tidak boleh keluar dari daerahnya. Oleh karena itu, PSIM pasti selalu homebase-nya di Jogja. Ini adalah sangat membanggakan,” tandasnya.(MUR)