Senyum Merekah Saat Tiga Kakak Beradik Bisa Kembali ke Sekolah
Joko Widiyarso June 15, 2026 07:01 AM

 

 

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA  - Kabar bahagia menyelimuti warga Ledok Tukangan, Kelurahan Tegal Panggung, Kemantren Danurejan, Kota Yogyakarta, Minggu (14/6/2026) pagi. 

Polemik yang menimpa tiga anak perempuan kakak beradik yang putus sekolah akibat kendala administrasi, akhirnya resmi dituntaskan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menuturkan, Zulaha, ibu dari ketiga anak tersebut, selama ini memilih memendam sendiri kesulitan ekonominya. 

Menurutnya, yang bersangkutan sempat takut dan memilih bersembunyi tanpa berani menceritakan kondisi pelik yang menimpa keluarganya kepada warga sekitar.

"Maka, pagi ini (kemarin) kami mengunjungi kediaman Ibu Zulaiha. Beliau mengalami kesulitan, di mana tiga putrinya tidak bisa sekolah. Tapi beliau selama ini ngumpet di rumah, enggak berani cerita ke warga," katanya.

Beruntung, kepekaan sosial pengurus RT dan warga masyarakat setempat berhasil mengendus problematika yang ternyata sudah cukup lama ini. 

Setelah dilakukan pendekatan, terungkaplah akar masalah yang membuat ketiga anak tersebut tak bisa mengenyam bangku pendidikan setelah pindah ke Kota Yogyakarta.

Wawan menjelaskan, selain faktor ekonomi keluarga yang sedang terpuruk, kepindahan mereka dari Jakarta pun menyisakan ganjalan administrasi yang rumit. 

Ketiga anak tersebut, katanya, masih memiliki tunggakan biaya di sekolah swasta asal mereka di ibu kota, sehingga data administrasinya tertahan dan tidak bisa ditarik.

"Kemarin Dinas Pendidikan (Disdikpora) melalui Pak Sekdin dan Pak Agus Riyanto sebagai anggota DPRD, sudah berangkat ke Jakarta untuk menyelesaikan permasalahan di sana," ungkapnya.

Langkah jemput bola ini dilakukan demi menarik data Dapodik (Data Pokok Pendidikan) serta rapor asli ketiga anak tersebut agar bisa dipindahkan ke sistem pendidikan di Kota Yogyakarta.

Berkat upaya kilat dan kolaboratif tersebut, mulai Senin (15/6/2026), ketiga anak Zulaiha bisa kembali menatap masa depan dan merasakan hangatnya bangku sekolah di SD Negeri Widoro. 

"Alhamdulillah, besok ini sudah bisa sekolah lagi di kelas 4, kelas 5, dan kelas 6 di SD Negeri Widoro. Ini yang memang menjadi tugas pemerintah, bahwa kita harus selalu hadir," tegas Wawan.

"Kami juga mengapresiasi gerak cepat warga yang aktif melaporkan kondisi tetangganya, sehingga masalah pelik ini bisa terselesaikan dalam waktu singkat," tambahnya.

Sementara, gurat kesedihan di wajah Zulaiha tampak berganti dengan rasa lega yang mendalam, seiring senyum ceria dan suka cita yang ditunjukkan anak-anaknya. 

Sambil menahan haru, ia menyampaikan rasa terima kasih tak terhingga kepada seluruh jajaran pemerintah yang telah menyelamatkan masa depan tiga buah hatinya.

"Saya ucapkan banyak terima kasih. Terutama untuk Pak Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Pak Lurah, bapak-bapak dari dewan dan Dinas Pendidikan. Matur nuwun sanget, anak-anak saya akhirnya bisa sekolah lagi," urainya.

Baca juga: Masih Ada Anak Putus Sekolah di Kota Yogyakarta, Disdikpora Intensifkan Penyisiran

Penyisiran

Fenomena anak putus sekolah di Kota Yogyakarta memicu polemik, terutama terkait perbedaan data yang cukup signifikan dengan hasil klarifikasi di lapangan.

Meski data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI per 5 April 2026 menyatakan ada sekitar 540 anak yang putus sekolah di Kota Yogyakarta, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) mengklaim angkanya jauh di bawah itu.

Kepala Disdikpora Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori, mengaku sudah melakukan koordinasi dan klarifikasi langsung dengan kementerian terkait data tersebut. 

"Kami sudah melakukan klarifikasi terhadap data tersebut dengan kementerian dan (pemerintah) provinsi. Data-datanya ternyata tidak lebih dari 10 orang," jelasnya, Minggu (14/6/2026).

Kendati demikian, Budi menegaskan, Pemerintah Kota Yogyakarta tidak tinggal diam melihat kondisi ini, dan terus menggencarkan langkah-langkah proaktif. 

Yakni, dengan menerjunkan tim untuk menyisir langsung ke wilayah-wilayah guna merangkul anak-anak yang putus sekolah agar mau kembali mengenyam pendidikan.

"Sebenarnya kita rajin untuk melakukan penyisiran ke wilayah untuk mengarahkan anak-anak yang bersangkutan dan kita ajak kembali ke sekolah," tandasnya.

Baca juga: 5 ARTI MIMPI Kembali ke Sekolah bagi Orang Dewasa

Sementara, Anggota DPRD Kota Yogyakarta, Agus Riyanto, mendesak instansi dan mencari solusi konkret agar angka anak putus sekolah bisa ditekan hingga nol. 

Bagi legislatif, pendidikan adalah hak mutlak yang harus diterima oleh setiap anak tanpa terkecuali, apa pun latar belakang dan kendala yang dihadapi di lapangan.

"Kami mendorong kepada dinas terkait agar permasalahan anak putus sekolah ini bisa benar-benar terselesaikan. Itu hak untuk setiap warga negara, untuk mendapat akses pendidikan," cetusnya. (aka)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.