TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Demam Piala Dunia 2026 turut dirasakan Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, Kombes Pol Romylus Tamletahitu.
Perwira menengah Polri tersebut secara terbuka menjagokan Portugal sebagai kandidat kuat juara dunia tahun ini.
Menurut Romylus, kekuatan Portugal saat ini tidak hanya terletak pada pemain utama, tetapi juga kedalaman skuad yang dinilai merata dari lini belakang hingga depan.
"Portugal itu tim yang komposisi pemain muda dan pemain seniornya merata. Mulai dari kiper sampai penyerang, baik pemain utama maupun pemain lapis kedua kemampuannya tidak jauh berbeda," kata Romylus kepada tribunkaltim.co, Senin (15/6/2026).
Ia menilai banyak tim nasional memiliki pemain inti yang sangat kuat, namun mengalami penurunan kualitas ketika pemain cadangan diturunkan. Kondisi itu berbeda dengan Portugal dalam beberapa tahun terakhir.
"Hampir kebanyakan tim kalau pemain utamanya bagus, begitu pemain lapis kedua masuk kualitasnya turun. Portugal berbeda. Lima tahun terakhir pemain lapis pertama dan lapis keduanya tidak jauh beda," ujarnya.
Baca juga: Asisten Pelatih Borneo FC U16 Ardiansyah Rachman Yakin Brasil Angkat Trofi Piala Dunia 2026
Selain kualitas pemain, Romylus juga menyoroti faktor pelatih yang sudah lama menangani Portugal sehingga memahami karakter tim secara menyeluruh.
"Pelatih Portugal sekarang sudah cukup lama bersama tim. Dia memahami karakter pemain, formasi yang ideal, dan punya pengalaman menghadapi hampir semua lawan berat Portugal," jelasnya.
Meski menjagokan Portugal, Romylus tetap melihat Argentina sebagai kekuatan utama dari kawasan Amerika Selatan. Namun untuk tim-tim Eropa, Portugal dinilainya berada di posisi terdepan.
Ketertarikannya terhadap Portugal juga tidak lepas dari sosok Cristiano Ronaldo yang dianggap berhasil mengangkat prestasi negaranya ke level tertinggi.
"Sebelum era Ronaldo banyak pemain besar Portugal seperti Luis Figo. Tapi yang bisa membawa Portugal mencapai pencapaian tertinggi ya era Cristiano Ronaldo. Dia bukan hanya hebat secara individu, tapi juga mampu membawa tim meraih prestasi," katanya.
Romylus menilai kesuksesan sebuah tim sepak bola tidak hanya bergantung pada satu pemain bintang, melainkan kemampuan seluruh elemen untuk bekerja sebagai satu kesatuan.
"Hampir semua juara dunia itu tim kerjanya bagus. Sepak bola sekarang berbeda dengan dulu yang lebih menonjolkan kemampuan individu. Sekarang kerja sama tim menjadi faktor utama," tuturnya.
Menariknya, sebelum menjadi pendukung Portugal, Romylus mengaku sempat mengidolakan Brasil saat kecil.
Kala itu ia mengagumi generasi emas Brasil pada era 1980-an hingga 1990-an yang diperkuat sejumlah pemain legendaris.
Namun seiring perkembangan sepak bola dunia, ia mulai melihat Portugal sebagai negara yang memiliki sistem pembinaan dan regenerasi pemain yang sangat baik.
"Mereka mendidik pemain dari awal sehingga regenerasinya bagus. Itu yang membuat Portugal sekarang menjadi salah satu unggulan juara Piala Dunia 2026," ujarnya.
Selain Portugal dan Argentina, Romylus juga menaruh perhatian khusus kepada Jepang. Menurutnya, tim Samurai Biru berpotensi menjadi kejutan besar dalam turnamen kali ini.
"Jepang bukan main-main. Dari semua tim yang ada sekarang, Jepang yang saya perhatikan bisa melangkah jauh, bahkan sampai semifinal," katanya.
Baca juga: Bedah Kekuatan Timnas Jerman dan Inggris di Piala Dunia 2026, Analisa Wali Kota Samarinda Andi Harun
Meski demikian, ia menyebut Jepang menghadapi tantangan setelah beberapa pemain penting mereka mengalami cedera menjelang turnamen.
"Memang ada beberapa pemain utama yang cedera. Tapi Jepang tetap Jepang. Pemain lapis keduanya juga tidak jauh beda kualitasnya," ucapnya.
Di luar prediksi pertandingan, Romylus mengaku juga menyukai kegiatan nonton bareng atau nobar Piala Dunia bersama masyarakat.
Bahkan, pihaknya berencana menggelar nobar sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan dengan warga sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Nanti minggu depan kami di Ditresnarkoba ada jadwal nonton bareng dengan masyarakat. Nobar itu bagus untuk mempererat kebersamaan," pungkasnya. (*)