BERITA POPULER SUMBAR: Nahkoda Baru DPW PAN, Sopir Truk Meninggal dan Kandang Puyuh Terbakar
Rahmadi June 15, 2026 08:27 AM

Pertama, Indra Dt Rajo Lelo secara resmi menahkodai DPW PAN Sumbar usai dilantik Ketua Umum (Ketum) DPP PAN, Zulkifli Hasan, di The ZHM Premiere Hotel Padang, Minggu (14/6/2026).

Pelantikan tersebut juga menetapkan Muhayatul sebagai Sekretaris Wilayah DPW PAN Sumbar serta diikuti oleh 19 Ketua DPD PAN kabupaten dan kota se-Sumatera Barat.

Kedua, seorang sopir truk Colt Diesel ditemukan meninggal dunia secara mendadak di dalam kabin kendaraan miliknya saat terparkir di ruas Jalan Raya Batusangkar–Ombilin, Sumatra Barat, pada Sabtu (13/6/2026) sore kemarin.

Sopir tersebut ditemukan terbujur kaku setelah sebelumnya sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya kepada warga di sekitar lokasi kejadian.

Ketiga, satu unit kandang puyuh terbakar di Jorong Koto Tuo Mungka, Nagari Mungka, Kecamatan Mungka, Kabupaten Limapuluh Kota, Minggu (14/6/2026) pagi.

Kebakaran tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 06.04 WIB. Setelah menerima laporan, petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Limapuluh Kota langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 06.07 WIB dan tiba di tempat kejadian perkara (TKP) pukul 06.10 WIB.

Baca selengkapnya berikut ini:

1. Indra Dt Rajo Lelo Resmi Nahkodai DPW PAN Sumbar, Didampingi Sekretaris Muhayatul

Indra Dt Rajo Lelo secara resmi menahkodai DPW PAN Sumbar usai dilantik Ketua Umum (Ketum) DPP PAN, Zulkifli Hasan, di The ZHM Premiere Hotel Padang, Minggu (14/6/2026).

Pelantikan tersebut juga menetapkan Muhayatul sebagai Sekretaris Wilayah DPW PAN Sumbar serta diikuti oleh 19 Ketua DPD PAN kabupaten dan kota se-Sumatera Barat.

Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Zulkifli Hasan setelah surat keputusan (SK) kepengurusan dibacakan Sekretaris Jenderal PAN, Eko Patrio.

Baca juga: Disaksikan Ribuan Kader, Zulhas Lantik Pengurus Baru PAN Sumbar

Dalam arahannya, Zulhas meminta seluruh kader PAN di Sumbar menjaga kekompakan dan soliditas partai.

"Kita harus solid sebagai kader PAN," tegas Zulhas.

Selain menekankan pentingnya soliditas internal, Zulhas juga menyinggung hubungan PAN dan Gerindra yang selama ini terjalin baik hingga mengantarkan Prabowo Subianto menjadi Presiden Republik Indonesia.

Pelantikan berlangsung di hadapan ribuan kader dan simpatisan PAN yang memadati aula hotel sejak sore hari.

Kedatangan Zulhas di Padang

Pantauan TribunPadang.com di lokasi, lautan biru dari kader PAN memenuhi ruang pelantikan hingga akses menuju lokasi acara.

Pelantikan yang semula dijadwalkan berlangsung sore hari baru dimulai pada pukul 18.13 WIB setelah Zulkifli Hasan tiba di lokasi sekitar pukul 17.59 WIB.

Baca juga: Zulhas Pakai Jas Biru Kopiah Hitam saat Tiba di Padang, Disambut Sorakan Ribuan Kader

Kedatangan pria yang akrab disapa Zulhas itu disambut antusias ribuan kader PAN yang telah menunggu sejak siang hari.

Pantauan di lokasi, Zulhas tampil mengenakan jas biru khas PAN yang dipadukan dengan kemeja putih, kopiah hitam, serta kacamata andalannya.

Zulhas datang bersama Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PAN Hatta Rajasa, Wakil Ketua Umum PAN Eddy Soeparno, Sekjen PAN Eko Patrio, Sigit Purnomo atau Pasha Ungu, Uya Kuya, Athari Gauthi Ardi, serta Guspardi Gaus.

Dalam rombongan tersebut juga tampak hadir pasangan selebritas Lesti Kejora dan Rizky Billar.

Sementara itu, jajaran PAN Sumbar menyambut kedatangan rombongan bersama Indra Dt Rajo Lelo, Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy, Ketua DPW NasDem Sumbar Fadly Amran, Sekretaris DPD Partai Golkar Sumbar Helmi Moesim, Sekretaris DPD Gerindra Sumbar Evi Yandri Rajo Budiman, serta sejumlah perwakilan partai politik lainnya.

Setibanya di lokasi, Zulhas menyalami kader dan tamu undangan sebelum menempati kursi barisan depan bersama Hatta Rajasa, Vasko Ruseimy, Eko Patrio, dan Indra Dt Rajo Lelo.

Sebelum acara dimulai, Zulhas juga terlihat berbincang dengan Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy.

Sebelumnya, suasana pelantikan sudah terasa sejak pagi hari. Ratusan karangan bunga ucapan selamat tampak memenuhi akses menuju hotel hingga area pintu masuk.

Karangan bunga tersebut berasal dari kader PAN, anggota DPRD Sumbar, serta berbagai pihak yang memberikan ucapan selamat atas pelantikan pengurus DPW dan DPD PAN Sumbar.

Selain itu, puluhan bendera PAN berkibar di sepanjang jalan menuju lokasi acara. Sejumlah baliho besar juga terpasang di berbagai titik dengan menampilkan foto Zulkifli Hasan, Hatta Rajasa, Eddy Soeparno, Pasha Ungu, hingga Muhammad Asli Chaidir.

Pelantikan kepengurusan baru PAN Sumbar ini menjadi sorotan setelah Ketua DPW PAN Sumbar sebelumnya, Arisal Aziz, mengundurkan diri dari jabatannya.

Arisal diketahui telah menyampaikan surat pengunduran dirinya kepada Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan. Menariknya, Arisal Aziz tidak tampak hadir dalam pelantikan tersebut.

Sebelum pelantikan dimulai, nama Indra Dt Rajo Lelo juga telah terpampang pada baliho utama acara sebagai Ketua DPW PAN Sumbar yang baru, berdampingan dengan para ketua DPD PAN dari 19 kabupaten dan kota se-Sumatera Barat.

Karena itu, pelantikan di Padang ini menjadi momentum penetapan kepengurusan baru DPW PAN Sumbar serta pengurus DPD PAN di 19 kabupaten dan kota se-Sumatera Barat. 

2. Sopir Truk Asal Padang Pariaman Ditemukan Meninggal Dalam Kabin di Tanah Datar

Seorang sopir truk Colt Diesel ditemukan meninggal dunia secara mendadak di dalam kabin kendaraan miliknya saat terparkir di ruas Jalan Raya Batusangkar–Ombilin, Sumatra Barat, pada Sabtu (13/6/2026) sore kemarin.

Sopir tersebut ditemukan terbujur kaku setelah sebelumnya sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya kepada warga di sekitar lokasi kejadian.

Berdasarkan data yang dihimpun, korban diketahui mengemudikan truk roda enam bermuatan penuh pakan ayam.

Baca juga: Kronologi Penemuan Mayat di Parak Gadang Timur: Diduga Hanyut Saat Memancing di Sungai

Insiden tragis ini tepatnya terjadi di Jorong Padang Data, Nagari Simawang, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar.

Kapolres Tanah Datar melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Tanah Datar, Iptu Muhammad Iqbal, membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Saat dikonfirmasi, Iptu Muhammad Iqbal mengungkapkan identitas lengkap mengenai sopir truk nahas yang meninggal dunia itu.

"Korban diketahui bernama Amsir, berusia 58 tahun," ujar Kasat Reskrim Polres Tanah Datar, Iptu Muhammad Iqbal, Minggu (14/6/2026).

Lebih lanjut, Iqbal menjelaskan bahwa korban merupakan warga Kecamatan Sintuk Toboh Gadang, Kabupaten Padang Pariaman.

SOPIR MENINGGAL-Seorang sopir truk Colt Diesel ditemukan meninggal dunia secara mendadak di dalam kabin kendaraan yang dikemudikannya di ruas Jalan Raya Batusangkar–Ombilin, Sumatera Barat. Kasat Reskrim Polres Tanah Datar, Iptu Muhammad Iqbal sebut korban sempat dilarikan ke rumah sakit namun nyawanya tidak tertolong, Minggu (14/6/2026).
SOPIR MENINGGAL-Seorang sopir truk Colt Diesel ditemukan meninggal dunia secara mendadak di dalam kabin kendaraan yang dikemudikannya di ruas Jalan Raya Batusangkar–Ombilin, Sumatera Barat. Kasat Reskrim Polres Tanah Datar, Iptu Muhammad Iqbal sebut korban sempat dilarikan ke rumah sakit namun nyawanya tidak tertolong, Minggu (14/6/2026). (TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia)

Baca juga: Hasil Olah TKP Penemuan Mayat di Sunua Barat Padang Pariaman: Korban Diduga Sudah Meninggal Dua Hari

Pihak kepolisian pun membeberkan kronologi awal mula hingga korban ditemukan tidak bernyawa di dalam kendaraannya.

Menurut penjelasan Iptu Muhammad Iqbal, kejadian bermula sekitar pukul 15.30 WIB ketika truk korban mengalami kendala teknis pada bagian ban.

Korban kemudian memutuskan untuk menghentikan truk Colt Diesel roda enam tersebut di pinggir jalan guna mengganti ban secara mandiri.

Proses mengganti ban truk bermuatan berat di tengah cuaca jalan raya tentu menguras energi yang cukup besar bagi pria paruh baya tersebut.

Setelah selesai mengganti ban, seorang warga setempat bernama Eli melihat gelagat yang tidak biasa dari korban.

Eli melihat korban tampak mengalami sesak napas yang cukup hebat dan terlihat sangat kelelahan akibat aktivitas fisik tersebut.

Melihat kondisi Amsir yang kepayahan, Eli langsung bergerak cepat untuk memberikan pertolongan pertama kepada sang sopir.

"Warga bernama Eli kemudian menyarankan korban untuk beristirahat di pondok tempat ia berjualan buah," tutur Iqbal.

Pondok tempat jualan buah milik Eli tersebut kebetulan berada tidak jauh dari lokasi truk korban terparkir.

Namun, rasa lelah yang teramat sangat tampaknya membuat korban tidak bertahan lama beristirahat di pondok buah milik warga tersebut.

Tidak lama kemudian, korban memilih untuk berpindah tempat dan kembali masuk ke dalam kabin truknya yang diparkir di pinggir jalan.

Sekitar pukul 16.45 WIB, seorang rekan sesama sopir bernama Wahyu tiba di lokasi kejadian dengan mengemudikan truk Colt Diesel lainnya.

Wahyu yang melihat truk korban terparkir, langsung berinisiatif untuk menghentikan kendaraannya tepat di dekat truk milik Amsir.

Eli menceritakan kepada Wahyu bahwa Amsir sempat mengalami sesak napas yang cukup parah setelah berjibaku mengganti ban truk.

Mendengar informasi yang mengkhawatirkan itu, Wahyu bersama Eli langsung bergegas mendekati bilik kemudi kabin truk korban.

Mereka berniat untuk mengecek langsung bagaimana kondisi terkini dari Amsir yang sedang beristirahat di dalam mobil.
Namun, betapa terkejutnya mereka saat mengintip ke dalam kabin dan mencoba membangunkan pria berusia 58 tahun tersebut.

“Ketika Wahyu dan Eli mendekati kendaraan korban, korban sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri di dalam mobil,” ungkap Iptu Muhammad Iqbal.

Menyadari kondisi korban yang sudah tidak memberikan respons, warga dan rekan korban langsung berupaya melakukan evakuasi. Tubuh korban yang sudah lemas segera dilarikan menuju fasilitas kesehatan terdekat demi mendapatkan kepastian medis.

Korban dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Prof. Dr. M. Ali Hanafiah yang berada di Baringin, Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat.

Setibanya di rumah sakit, tim medis memastikan bahwa nyawa pengemudi truk asal Padang Pariaman tersebut sudah tidak dapat tertolong lagi.

"Kasus kematian sopir truk di dalam kabin ini kini telah ditangani oleh pihak berwajib dari Polres Tanah Datar untuk proses lebih lanjut," tutupnya.

3. Kandang Puyuh Terbakar di Limapuluh Kota, Damkar Sigap Cegah Api Merembet ke Permukiman

Satu unit kandang puyuh terbakar di Jorong Koto Tuo Mungka, Nagari Mungka, Kecamatan Mungka, Kabupaten Limapuluh Kota, Minggu (14/6/2026) pagi.

Kebakaran tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 06.04 WIB. Setelah menerima laporan, petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Limapuluh Kota langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 06.07 WIB dan tiba di tempat kejadian perkara (TKP) pukul 06.10 WIB.

Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Kabupaten Limapuluh Kota, Budi Sanjaya, mengatakan objek yang terbakar merupakan satu unit kandang puyuh milik Nofrizen (52), seorang petani sekaligus peternak yang berdomisili di Jorong Koto Tuo Mungka, Nagari Mungka, Kecamatan Mungka.

Baca juga: Banyak Korban Kebakaran Kampung Jao Padang Tak Sempat Selamatkan Harta

"Objek yang terbakar adalah kandang puyuh dengan luas sekitar 10 x 4 meter. Penyebab kebakaran hingga saat ini belum diketahui dan masih dalam penyelidikan pihak berwajib," kata Budi Sanjaya saat dikonfirmasi TribunPadang.com.

Ia menjelaskan, lokasi kejadian berjarak sekitar 500 meter dari posko sehingga petugas dapat dengan cepat tiba di lokasi untuk melakukan penanganan.

Sebanyak dua unit armada dikerahkan dalam penanganan kebakaran tersebut, masing-masing satu unit armada Posko Suliki dan satu unit armada Damkar Kota Payakumbuh. Pihaknya juga menerjunkan 14 personel ke lokasi.

Menurut Budi Sanjaya, laporan kebakaran disampaikan oleh masyarakat Jorong Koto Tuo Mungka yang datang langsung ke Posko Mungka. Sebelum petugas tiba, masyarakat setempat juga telah melakukan upaya pemadaman secara manual.

"Api berhasil dipadamkan dan situasi sudah hijau. Penanganan selesai pada pukul 06.45 WIB," ujarnya.

Baca juga: 5 Fakta Kebakaran di Kampung Jao Dalam Padang yang Hanguskan 34 Bangunan

Akibat kejadian tersebut, satu unit kandang puyuh mengalami kerusakan berat. Namun tidak terdapat korban jiwa, luka-luka maupun yang mengungsi dalam peristiwa tersebut.

kata Budi, petugas juga berhasil menyelamatkan kawasan permukiman padat penduduk yang berada di sekitar lokasi kejadian agar tidak terdampak kebakaran lebih luas.

Sementara itu, terkait jumlah kerugian dari kebakaran kandang puyuh, masih belum dapat ditaksir oleh pihak Damkar Limapuluh Kota. 

"Masih dalam tahap penghitungan. Sedangkan, petugas yang berada di lokasi terdiri dari personel Damkar Kabupaten Limapuluh Kota Posko Mungka, Posko Suliki, serta Damkar Kota Payakumbuh," tutup Budi Sanjaya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.