TRIBUNNEWS.COM - Perwakilan dari Afrika, Pantai Gading, berhasil mengukir kejutan dengan mengalahkan sang runner up kualifikasi Zona CONMEBOL, Ekuador, pada pertandingan Grup E Piala Dunia 2026, Senin (15/6/2026) di Lincoln Financial Field, Philadelphia, Amerika Serikat.
Pantai Gading mengalahkan Ekuador dengan skor tipis 1-0 berkat gol dari pemain pengganti, Amad Diallo, di menit ke-90.
Diallo yang berdiri di kotak penalti, mendapatkan umpan silang mendatar dari Yann Diomande yang melakukan akselerasi dari sisi kanan penyerangan.
Kejutan yang dibukukan Pantai Gading ini sebenarya sudah diperkirakan terjadi oleh beberapa pihak.
"Untuk tim yang berpotensi membuat kejutan, saya lebih menjagokan Pantai Gading ketimbang Ekuador di grup ini," kata seorang football enthusiast, Bayu Ajianto, pada podcast Super Taktik di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
"Karena Pantai Gading memiliki kualitas, karakter, dan momentum yang membuat banyak prediksi meleset," sambungnya.
Baca juga: Tak Semua Tim Diuntungkan, Jarak Antar Kota Jadi Tantangan di Piala Dunia 2026
Kemenangan ini membuat Pantai Gading untuk sementara berada di peringkat kedua klasemen Grup E Piala Dunia 2026.
Mereka tepat di bawah Jerman yang lebih berhak memimpin klasemen dengan kemenangan besar 7-1 atas Curacao.
Sedangkan Ekuador harus puas untuk sementara berada di posisi ketiga, sedangkan Curacao ada di peringkat paling bawah.
Jalannya Laga
Pantai Gading dan Ekuador sama-sama tampil terbuka di awal babak pertama.
Serangan langsung dibangun oleh kubu Ekuador yang tampil luar biasa dengan tempo tinggi.
Enner Valencia mencoba memberikan peluang bagi negaranya lewat sepakan jarak jauh di menit 11.
Sayangnya sepakan keras Valencia masih melebar tipis dari gawang Pantai Gading.
Serangan balasan coba dibangun oleh Pantai Gading.
Hanya tiga menit berselang dari peluang Ekuador, Pantai Gading bisa gantian memberikan ancaman.
Penyerang mereka, John Yeboah, melakukan sebuah aksi individual mumpuni yang membuat dirinya bisa merangsek mendekati kotak penalti.
Ia melepaskan tendangan keras yang sebenarnya mengarah ke gawang.
Namun akurasinya masih belum terlalu terjaga lantaran melayang tipis dari mistar.
Yeboah lagi-lagi menebar ancaman bagi Ekuador.
Pada menit ke-24, ia melepaskan sebuah tendangan keras dari jarak cukup jauh.
Lagi-lagi keberuntungan belum berpihak kepadanya lantaran tendangan kerasnya hanya membentur tiang gawang.
Pertandingan lantas memasuki water break di menit ke-30.
Setelah itu, gantian Alan Minda dari Ekuador yang menebar ancaman.
Minda berhasil mencari posisi di dalam kotak penalti untuk melepaskan tendangan terarah.
Namun lagi-lagi tiang gawang menjadi penghalang terbesar bagi kedua tim mencetak gol.
Sepakan Minda hanya menerpa tiang gawang dan gagal mengubah skor.
Hingga babak pertama berakhir, skor tetap 0-0 bagi kedua tim.
Pada awal babak kedua, Pantai Gading dan Ekuador masih mencoba bermain terbuka.
Pemain Pantai Gading, Eiye Wahi, hampir saja membawa negaranya unggul.
Namun tiang gawang kembali menjadi musuh yang menggagalkan peluang demi peluang.
Pergantian pemain coba dilakukan kedua tim.
Pantai Gading memasukkan Amad Diallo dan Ange-Yoan Bonny, sedangkan Ekuador memberikan menit bermain kepada Nilson Angulo.
Penurunan tempo permainan terjadi di pertengahan babak kedua.
Pantai Gading dan Ekuador seperti kebingungan untuk menciptakan peluang atau sekadar menyamapaikan bola ke area depan.
Namun, deadlock akhirnya pecah ketika pertandingan mau berakhir.
Pemain pengganti, Amad Diallo, menjadi pembeda bagi Pantai Gading.
Amad berdiri di kotak penalti untuk menyambut umpan dari Yann Diomande yang melakukan akselerasi dari sisi kanan.
Tendangan Amad yang cukup keras tak bisa dibendung kiper Ekuador.
Skor menjadi 1-0 bagi keunggulan Pantai Gading.
Hingga akhir pertandingan, tak ada gol lagi yang tercipta dari kedua tim.
Pantai Gading berhak membawa tiga poin dari pertandingan ini.
(Tribunnews.com/Guruh)