Sahkan Damai Permanen, Trump Perintahkan Iran Cabut Blokade Selat Hormuz
Darwin Sijabat June 15, 2026 12:11 PM

 

TRIBUNJAMBI.COM  – Babak baru perdamaian dunia di Timur Tengah antar Iran dan Amerika Serikat resmi dimulai secara dramatis.  

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengumumkan Washington dan Teheran telah resmi mencapai kesepakatan damai komprehensif.  

Perjanjian bersejarah ini dirancang untuk menghentikan perang yang berkecamuk secepat mungkin dan berlaku secara permanen di kawasan Timur Tengah. 

Pengumuman besar tersebut disampaikan langsung oleh Trump pada Minggu (14/6/2026) waktu setempat.  

Bersamaan dengan itu, sang presiden menegaskan jalur pelayaran vital Selat Hormuz kini telah resmi dibuka kembali, diikuti dengan instruksi penghentian blokade militer AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. 

“Kesepakatan dengan Iran saat ini sudah selesai,” ucap Trump tegas sebagaimana dikutip dari media Prancis, Le Monde. 

“Dengan ini saya memberikan izin penuh pembukaan Selat Hormuz tanpa pungutan biaya, dan pada saat yang sama, mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat. Wahai kapal-kapal dunia, nyalakan mesin kalian. Biarkan minyak mengalir!” seru Donald Trump memungkasi ketegangan pasar energi global. 

Teheran Klaim Kemenangan Mutlak Atas AS 

Sinyal damai dari Gedung Putih ini langsung diamini oleh pihak Teheran.  

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, membenarkan diakhirinya konfrontasi bersenjata di antara kedua negara terkuat tersebut. 

Baca juga: Selat Hormuz Siap Dibuka, AS dan Iran Sepakat Damai Akhir Pekan Ini

Baca juga: Rincian Ribuan TNI-Polri Siaga Jaga Demo Hari Ini di Jakarta Pusat dan DPR

“Penghentian perang secara permanen dan segera telah dideklarasikan di semua front, termasuk Lebanon,” ujar Gharibabadi dalam siaran televisi nasional Iran pada Senin (15/6/2026). 

Meskipun sepakat berdamai, Gharibabadi secara retoris menegaskan bahwa hasil akhir di meja perundingan ini merupakan bentuk kemenangan militer dan politik yang masif bagi Republik Islam Iran dalam menahan agresi Pentagon. 

“Musuh yang menyerang demi mewujudkan tujuan jahatnya berhasil digagalkan dalam segala tujuannya, dan Iran meraih kemenangan besar dalam perang tersebut,” tutur Gharibabadi di hadapan publik Iran. 

Sebelum momentum ini terjadi, Iran sebenarnya sempat menunjukkan sikap tertutup dengan menolak memberikan jadwal atau estimasi waktu yang jelas terkait kapan kesepakatan damai tersebut akan dicapai. 

Keberhasilan Diplomasi Mediator Pakistan 

Pada hari yang sama, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, yang bertindak sebagai mediator utama di balik layar, akhirnya muncul ke publik untuk mengumumkan keberhasilan misi diplomasinya.  

Sharif menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi tertinggi kepada AS dan Iran karena bersedia menekan ego militer demi menemukan solusi diplomatik atas konflik berdarah ini. 

“Kedua belah pihak telah menyatakan penghentian segera dan permanen atas operasi militer di semua front, termasuk di Lebanon,” tulis PM Sharif melalui akun media sosial resminya. 

Tidak bergerak sendirian, Sharif juga secara khusus menyampaikan penghargaan kepada para pemimpin negara Qatar, Arab Saudi, dan Turki atas dukungan logistik serta kontribusi politik mereka yang tak henti dalam menyokong upaya mediasi maraton antara AS dan Iran.

Baca juga: Dua Pemuda di Kota Jambi Diduga Gengster Dicegat Warga Saat Dini Hari

Baca juga: Sekda Merangin Hadiri Pengajian Akbar dan Haflah Akhirussanah Ponpes Al-Hafizh

Baca juga: Ribuan Orang Padati Car Free Day Merangin, dari Senam Massal hingga Informasi 1.000 Lowongan Kerja

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.