TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI – Sekretaris Umum (Sekum) DPD Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) Kabupaten Manokwari, Yapi Reimon Londa, mengimbau seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban menjelang pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV.
Menurut Yapi, Manokwari yang dikenal sebagai Kota Injil harus mampu menunjukkan citra baik sebagai tuan rumah dalam menyambut ribuan tamu dan kontingen dari 38 provinsi di Indonesia.
Ia menekankan, Pesparawi Nasional merupakan momentum penting bagi Manokwari untuk memperkenalkan daerah sekaligus menunjukkan bahwa kehidupan masyarakat yang majemuk dapat berjalan harmonis.
“Manokwari adalah Kota Injil. Karena itu kita harus menunjukkan wajah daerah yang ramah, aman, dan nyaman bagi seluruh tamu yang datang mengikuti Pesparawi Nasional,” ujarnya di Manokwari, Senin (15/6/2026).
Sebagai tokoh masyarakat, Yapi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menjaga situasi keamanan selama kegiatan berlangsung.
Baca juga: Kerukunan Keluarga Kawanua Sambut Kedatangan Kontingen Sulut di Tanah Injil Manokwari
Ia berharap tidak ada gangguan maupun aksi-aksi yang dapat menghambat jalannya agenda nasional tersebut.
“Kami berharap masyarakat bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Jangan sampai ada hal-hal yang mengganggu jalannya kegiatan karena wajah Manokwari akan tercermin dari bagaimana kita menyelenggarakan event nasional ini,” katanya.
Yapi menilai, suksesnya penyelenggaraan Pesparawi Nasional XIV tidak hanya berdampak pada kelancaran kegiatan, tetapi juga akan memberikan nilai positif bagi citra Kabupaten Manokwari di tingkat nasional.
Keberhasilan Manokwari menjadi tuan rumah, menurutnya, akan menjadi bukti kesiapan daerah dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan berskala nasional.
“Kalau kita bisa menyelenggarakan kegiatan ini dengan baik, tentu akan menjadi nilai positif bagi daerah. Pemerintah pusat juga akan melihat bahwa Manokwari siap menjadi daerah yang terus berkembang,” ujarnya.
Baca juga: Kontingen Sulut Jadi Peserta Pertama Tiba di Manokwari untuk Pesparawi Nasional XIV
Lebih lanjut, Yapi menegaskan bahwa Pesparawi Nasional bukan sekadar ajang perlombaan paduan suara gerejawi, tetapi juga sarana mempererat persaudaraan dan kebersamaan antarumat serta masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.
Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat, baik orang asli Papua maupun pendatang, untuk bersama-sama menciptakan suasana aman, damai, dan penuh persaudaraan selama kegiatan berlangsung.
“Manokwari dikenal sebagai Kota Injil. Karena itu mari kita bersama-sama menjaga makna dari pesta gerejawi ini agar dapat berjalan lancar dan memberikan kesan baik bagi seluruh kontingen yang datang,” ucapnya.
Ia menegaskan, warga Kawanua Manokwari siap mendukung dan menyukseskan penyelenggaraan Pesparawi Nasional XIV di Papua Barat.
“Kerukunan Keluarga Kawanua siap mendukung dan menyukseskan Pesparawi Nasional XIV di Manokwari,” tutupnya.