Mahasiswa Profesi Dokter FK UNG Turun ke Sekolah, Bekali Siswa Keterampilan Mitigasi Bencana
Tita Rumondor June 15, 2026 05:47 PM

 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG) terus mendorong peningkatan kesadaran dan kesiapsiagaan menghadapi bencana sejak usia sekolah.

Melalui mahasiswa Profesi Dokter yang sedang menjalani stase Ilmu Kedokteran Kegawatdaruratan dan Kebencanaan (IKKB), FK UNG menyelenggarakan edukasi tentang mitigasi gempa bumi serta penanganan awal korban bencana di MTsN 1 Kota Gorontalo.

Kegiatan yang digelar di aula MTsN 1 Kota Gorontalo itu mendapat respons positif dari para siswa.

Selain menerima pemaparan materi, peserta juga terlibat dalam berbagai simulasi yang memperagakan cara menyelamatkan diri dan memberikan pertolongan pertama saat terjadi keadaan darurat akibat bencana.

Program tersebut merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat sekaligus sarana penerapan ilmu kebencanaan bagi mahasiswa profesi dokter.

Mengingat Indonesia termasuk wilayah yang rawan aktivitas seismik karena berada di jalur Cincin Api Pasifik, pemahaman mengenai mitigasi bencana dinilai sangat penting untuk ditanamkan sejak dini.

Dalam sesi edukasi, para mahasiswa menjelaskan berbagai langkah yang perlu dilakukan sebelum, ketika, dan setelah gempa bumi terjadi.

Baca juga: DWP UNG Perkuat Sinergi Lewat Raker, Rektor Tekankan Peran Keluarga dalam Kinerja Pegawai

Penyampaian materi dilakukan secara komunikatif dan interaktif sehingga lebih mudah dipahami oleh para siswa.

Peserta juga dibekali pengetahuan tentang pentingnya mengetahui jalur evakuasi, lokasi titik kumpul yang aman, serta cara melindungi diri saat gempa berlangsung.

Tidak hanya itu, mereka mendapatkan pelatihan dasar penanganan korban, mulai dari teknik menghentikan perdarahan dengan balut tekan, penggunaan bidai pada cedera tulang, hingga metode sederhana untuk mengevakuasi korban.

Wakil Dekan FK UNG, Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, menyampaikan bahwa pembelajaran mengenai kebencanaan perlu diberikan sejak bangku sekolah agar para pelajar memiliki kesiapan, kewaspadaan, dan kemampuan mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi situasi darurat.

Baca juga: Rektor UNG Apresiasi Dosen FIP yang Publikasikan Riset Pendidikan Anak Usia Dini di Slovakia

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa profesi dokter tidak hanya belajar secara klinis di rumah sakit, tetapi juga berperan aktif dalam pengabdian masyarakat melalui edukasi kesehatan dan kebencanaan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa pengetahuan mengenai pertolongan pertama serta langkah-langkah mitigasi bencana merupakan kemampuan dasar yang penting dimiliki pelajar.

Bekal tersebut dinilai dapat membantu siswa menjaga keselamatan diri sekaligus memberikan bantuan awal kepada orang lain saat menghadapi situasi darurat.

Di sisi lain, Kepala MTsN 1 Kota Gorontalo, Dr. H. Rommy Bau, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada FK UNG atas pelaksanaan program edukasi kebencanaan di sekolahnya.

Menurutnya, kegiatan semacam ini memberikan manfaat besar dalam menumbuhkan pemahaman, kewaspadaan, dan kesiapsiagaan siswa terhadap berbagai potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu. (**)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.