Laporan Wartawan Tribun Gayo Alga Mahate Ara | Aceh Tengah
TribunGayo.com, TAKENGON - Sebanyak 235 jemaah haji asal Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, yang saat ini berada di Madinah, Arab Saudi, dilaporkan dalam kondisi sehat walafiat.
Seluruh rombongan jemaah yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 5 Embarkasi Aceh, dijadwalkan akan bertolak kembali ke Tanah Air pada Jumat (19/6/2026) mendatang.
Baca juga: Meski di Arab Saudi, Jemaah Haji Bener Meriah Kirim Puluhan Juta untuk Perbaiki Jalan Enang-enang
Kabar baik tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Aceh Tengah, H Ahmad Marjan MPd, saat ditemui waratwan TribunGayo.com, Alga Mahate Ara, di kantornya di Jalan Lebe Kader, Kampung Kemili, Kecamatan Bebesen, pada Senin (15/6/2026).
"Alhamdulillah, sampai hari ini jemaah kita sudah berada di Madinah untuk melaksanakan kegiatan peribadahan. Kondisi jemaah dalam keadaan sehat walafiat semua, tidak ada kendala berarti," ujarnya.
Untuk diketahui, Jalan Lebe Kader, Kampung Kemili, Kecamatan Bebesen berada di pusat Kota Takengon, Aceh Tengah.
Ahmad Marjan menjelaskan, jika tidak ada perubahan pada jadwal penerbangan, rombongan jemaah haji Aceh Tengah akan terbang dari Madinah dan mendarat di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar.
"Insyaallah kalau tidak ada halangan sesuai jadwal, tanggal 19 Juni 2026 akan terbang dari Madinah menuju Bandara Sultan Iskandar Muda Banda Aceh.
Kemudian akan tiba di Banda Aceh pada tanggal 20 Juni, tepatnya pukul 07.20 Waktu Indonesia Bagian Barat (WIB)," urainya.
Baca juga: Jaga Kemabruran Haji, Ini Tujuh Amalan Sunnah Setelah Tiba di Tanah Air
Meskipun sejumlah jamaah haji dari dataran tinggi Gayo ini berusia lanjut (lansia), Ahmad Marjan memastikan bahwa berdasarkan laporan berkala dari petugas kloter di lapangan, belum ada jemaah yang mengalami sakit serius.
"Sampai hari ini alhamdulillah, kendatipun jemaah kita banyak yang lansia, informasi dari kawan-kawan petugas semua dalam keadaan sehat walafiat. Artinya tidak ada satu pun yang sakit yang berarti," katanya.
Menjelang hari kepulangan, pihak Kementerian Agama (Kemenag) Aceh Tengah mengeluarkan imbauan bagi para jemaah untuk sisa waktu di Madinah agar tetap fokus menjaga kesehatan, serta mematuhi instruksi resmi dari tim pembimbing ibadah maupun petugas kloter.
Pihaknya berharap seluruh jemaah dapat kembali ke tanah air dengan selamat dan menjadi haji yang mabrur.
Di sisi lain, imbauan khusus juga ditujukan bagi para pihak keluarga penjemput jemaah haji di Aceh Tengah.
Pihak Kemenag meminta dengan sangat agar keluarga tidak perlu melakukan penjemputan langsung menuju Banda Aceh.
Hal ini didasari atas pertimbangan keselamatan mobilitas dan kondisi jalur darat menuju wilayah tengah yang saat ini sedang mengalami kendala infrastruktur.
"Untuk jadwal penjemputan, kita berharap keluarga penjemput menunggu saja di Takengon, tepatnya di Masjid Agung Ruhama.
Karena setibanya nanti dari perjalanan, kita akan berkumpul semuanya di Masjid Agung Ruhama Takengon," imbau Ahmad Marjan.
Beliau menekankan agar keluarga tidak perlu menyulitkan diri menempuh perjalanan jauh di tengah hambatan jalan yang ada.
"Jadi tidak payah-payah harus ke sana (Banda Aceh), apalagi ini kondisi jalan kita yang agak terkendala. Jadi kita berharap keluarga jemaah menunggu saja di Masjid Agung Ruhama, rencananya pada hari Sabtu malam," pungkasnya. (*)
Baca juga: Penuh Doa dan Makna, Ini Ucapan Menyambut Kepulangan Jemaah Haji 2026