Penemuan Mayat Wanita di Sekolah, Polisi Pastikan Lutfiyana Tewas Dibunuh Dengan Cara Sadis
Eko Setiawan June 15, 2026 07:07 PM

TRIBUNBATAM.id, KENDAL – Seorang wanita ditemukan tewas mengenaskan. Kejadian pilu ini dialami oleh Lutfiyana seorang wanita yang masih berumur 33 tahub.

Dari hasil otopsi diketahui kalau korban dihabisi secara sadis. Korban dicekik hingga dibekab dan membuat dirinya lemas dan kehilangan nyawa.

Mayat perempuan itu ditemukan di sekolah Jalan Arteri Weleri, Kabupaten Kendal pada Minggu (14/6/2026).

Dari hasil pemeriksaan, diketahuii kalau korban bernama Lutfiyana, berusia 33 tahun, warga Desa Sukodono, Kecamatan Kendal Kota, Kabupaten Kendal.

Dari informasi yang beredar di media sosial, pihak keluarga menyebut jika korban menghilang tanpa kabar sejak Kamis (11/6/2026). Nomor ponsel pun tidak aktif.

Setelah jenazah tersebut dievakuasi dan diotopsi di RS Bhayangkara Semarang, diduga kuat jika korban tewas karena dibunuh.

Terkait siapa dan motifnya, pihak kepolisian masih mendalaminya.

Hasil otopsi tim medis mengungkap fakta memilukan bahwa korban meninggal akibat mengalami kekerasan fisik dan mati lemas setelah dibekap serta dicekik pelaku. 

Kasi Humas Polres Kendal, Iptu Deni Herawan mengatakan, tim forensik menemukan beberapa luka lebam pada sekujur tubuh korban saat pemeriksaan.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan tim forensik yang dipimpin dr Dian Novitasari, korban mengalami luka akibat kekerasan tumpul berupa memar pada kepala, wajah, leher, dada, perut, kedua tangan, dan kaki kiri."

"Selain itu ditemukan luka lecet pada wajah serta resapan darah pada kulit kepala bagian dalam, otot leher, otot dada, tenggorokan, dan kerongkongan," kata Iptu Deni seperti dilansir dari Kompas.com, Senin (15/6/2026).

Tim forensik juga menemukan tanda-tanda mati lemas dan dimulainya proses pembusukan alami pada tubuh korban saat dievakuasi dari parit.

"Penyebab kematian korban dinyatakan akibat dibekap dan dicekik pada bagian leher hingga mengalami asfiksia atau kehabisan napas," terang Iptu Deni.

Menurut dia, hingga kini aparat kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap siapa pelaku utama dan apa motif di balik kematian tragis korban.

"Kami masih melakukan penyelidikan," ujarnya.

Temuan Mayat Tanpa Identitas

Mayat tanpa identitas tersebut lantas dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara Semarang untuk proses otopsi.

Berdasarkan kondisi saat penemuan, jasad tersebut mengenakan jeans biru dan kaus garis-garis merah putih.

Mayat tersebut pertama kali ditemukan sekira pukul 12.00 setelah seorang sopir truk yang melintas.

Kasi Humas Polres Kendal, Iptu Deni Herawan mengatakan, pedagang angkringan tersebut kemudian menghubungi warga lainnya sebelum akhirnya melapor ke Polsek Weleri.

"Setelah menerima laporan, petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan olah TKP, mengamankan area, serta meminta keterangan para saksi," kata Iptu Deni, Minggu (14/6/2026).

Jenazah dievakuasi ke RS Bhayangkara Semarang untuk menjalani otopsi guna mengetahui penyebab pasti kematiannya. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.